Pendapatan Usaha Bumi Serpong Damai (BSDE) Capai Rp2,03 Triliun di Kuartal I 2022

Segmen Penjualan Lahan, Bangunan dan Strata Title tercatat sebagai segmen dengan kontribusi terbesar, yakni 80,01%.

Kawasan BSD City (Foto: Dok. bsdcity.com)
Kawasan BSD City (Foto: Dok. bsdcity.com)

RealEstat.id (Tangerang) – Pengembang kota mandiri PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) sukses mencatatkan Pendapatan Usaha sebesar Rp2,03 triliun pada Kuartal I 2022. Pencapaian tersebut naik 21,43% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021 yakni Rp1,67 triliun.

Segmen Penjualan Lahan, Bangunan dan Strata Title tercatat sebagai segmen dengan kontribusi terbesar, yakni 80,01% atau sebesar Rp1,62 triliun. Apabila dirinci lebih lanjut, 85,17% dari angka perolehan tersebut bersumber dari Penjualan Lahan dan Bangunan yakni sebesar Rp1,38 triliun.

Baca Juga: Laba Bersih Naik 378%, Rumah Tapak Jadi Kontributor Utama Bumi Serpong Damai (BSDE)

Segmen Penjualan Lahan, Bangunan dan Strata Title pada tiga bulan pertama 2022 berhasil tumbuh 20,11% dibandingkan pencapaian tahun lalu yakni Rp1,35 triliun.

Hermawan Wijaya, Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk menjelaskan, subsegmen Penjualan Tanah dan Bangunan Strata Title pada tahun ini tumbuh signifikan 260,22% menjadi Rp240,42 miliar dari posisi tahun lalu Rp66,74 miliar.

"Pencapaian ini menjadikan sub-segmen ini sebagai segmen dengan pertumbuhan tertinggi," jelas Hermawan Wijaya dalam siaran pers yang dirilis di Laman Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia.

Baca Juga: 2022, Bumi Serpong Damai (BSDE) Bidik PraPenjualan Rp7,7 Triliun

Adapun segmen Pendapatan Sewa, imbuhnya, adalah segmen dengan kontribusi terbesar kedua dengan kontribusi 8,91% berhasil mencatat kinerja sebesar Rp180,65 miliar, tumbuh 4,33% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Solidnya kinerja penjualan setelah dikurangi Beban Pokok Pendapatan yang tumbuh 71,76% menjadi Rp767,38 miliar, mengantar PT Bumi Serpong Damai Tbk meraih Laba Kotor sebesar Rp1,26 triliun, atau tumbuh 3,03% dibandingkan tahun lalu sebesar Rp1,22 triliun.

Adapun Laba Usaha pada Kuartal I 2022 tercatat Rp630,46 miliar dan Laba Periode Berjalan yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Induk sebesar Rp347,90 miliar.

Baca Juga: Laba Bersih Naik 154%, Bumi Serpong Damai Amankan Landbank 3.752 Hektar

Hermawan menjelaskan, perlambatan pertumbuhan Laba Bersih dikarenakan dalam tiga bulan pertama 2022, PT Bumi Serpong Damai Tbk tidak mencatatkan pendapatan lain-lain yang signifikan seperti tahun lalu.

Tahun lalu, sebagai dampak dari pertumbuhan anorganik berupa akuisisi, PT Bumi Serpong Damai Tbk membukukan pendapatan yang cukup signifikan pada akun Penghasilan Lain-Lain.

Ditambahkan, kami berkeyakinan membukukan perolehan positif hingga akhir tahun 2022, baik Pendapatan Usaha maupun bottom line.

Produk-produk Properti BSDE di 2022
Berdasarkan laporan keuangan Kuartal I 2022, PT Bumi Serpong Damai Tbk memiliki pasokan properti sebesar Rp5,73 triliun yang terdiri dari akun Tanah dan Bangunan yang siap Dijual dan Bangunan yang Sedang Dikonstruksi.

Untuk persediaan dalam kategori Tanah dan Bangunan yang Siap Dijual hingga akhir Maret 2022 tercatat sebesar Rp3,21 triliun. Proyek BSD City dan The Elements tercatat sebagai proyek dengan persediaan terbesar yakni Rp2,01 triliun.

Baca Juga: Diresmikan, Ini Kelebihan Monash University Indonesia di BSD City

Kemudian proyek dengan persediaan Tanah dan Bangunan yang Siap Dijual terbesar selanjutnya adalah Klaska Residence Rp286,19 miliar dan South Gate Rp239,71 miliar.

Sedangkan kategori Bangunan yang Sedang Dikonstruksi tercatat memiliki Persediaan senilai Rp2,52 triliun. Lagi-lagi proyek BSD City dan The Elements menjadi proyek dengan kontribusi tertinggi yakni Rp788,32 miliar.

Kemudian proyek dengan persediaan Bangunan yang Sedang Dikontruksi terbesar kedua dan selanjutnya adalah Southgate Rp591,86 miliar dan Aerium Rp535,58 miliar.

"Besarnya Persediaan tersebut menggambarkan potensi BSDE atas prospek kinerja Pendapatan Usaha di masa mendatang. Kami terus berupaya meningkatkan produksi real estat yang berkualitas untuk memenuhi tingginya permintaan konsumen," pungkas Hermawan. 

Redaksi@realestat.id

Berita Terkait

Ajang Indonesia Properti Expo (IPEX) 2022 (Foto: realestat.id)
Ajang Indonesia Properti Expo (IPEX) 2022 (Foto: realestat.id)
ITC Group Bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Gelar Bazar Minyak Goreng Murah di dua titik lokasi yakni ITC Cempaka Mas dan ITC Roxy Mas pada 13 Mei 2022 lalu. Sebanyak 22.000 liter minyak goreng murah siap didistribusikan dalam kegiatan ini.
ITC Group Bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Gelar Bazar Minyak Goreng Murah di dua titik lokasi yakni ITC Cempaka Mas dan ITC Roxy Mas pada 13 Mei 2022 lalu. Sebanyak 22.000 liter minyak goreng murah siap didistribusikan dalam kegiatan ini.
Dari kiri ke kanan: Chandra Hamzah (Komisaris Utama Bank BTN), Iwan Suprijanto (Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR), Haru Koesmahargyo (Direktur Utama Bank BTN), dan Adi Setianto (Komisioner BP Tapera) saat membuka Indonesia Properti Expo (IPEX) 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), Ahad, 15 Mei 2022. (Foto: realestat.id).
Dari kiri ke kanan: Chandra Hamzah (Komisaris Utama Bank BTN), Iwan Suprijanto (Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR), Haru Koesmahargyo (Direktur Utama Bank BTN), dan Adi Setianto (Komisioner BP Tapera) saat membuka Indonesia Properti Expo (IPEX) 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), Ahad, 15 Mei 2022. (Foto: realestat.id).
Dari kiri ke kanan: Iptu. Asep Nugraha (Kapolsek Banyusari), Usmaniah (Kepala Sarana & Prasarana Dinas Pertanian Karawang), Andry Adi Utomo (National Sales Senior GM Sharp Indonesia, Sri Eddy Kuncoro (Presiden Global Wakaf Aksi Cepat Tanggap), Iwan Ridwan (Camat Banyusari), dan  Kapten Arm. Saprudin (Danramil 0407/Jatisari). (Foto: Dok. Sharp Indonesia)
Dari kiri ke kanan: Iptu. Asep Nugraha (Kapolsek Banyusari), Usmaniah (Kepala Sarana & Prasarana Dinas Pertanian Karawang), Andry Adi Utomo (National Sales Senior GM Sharp Indonesia, Sri Eddy Kuncoro (Presiden Global Wakaf Aksi Cepat Tanggap), Iwan Ridwan (Camat Banyusari), dan Kapten Arm. Saprudin (Danramil 0407/Jatisari). (Foto: Dok. Sharp Indonesia)