Ini Dia, Tips Rumah Hemat Listrik dari PLN

Agar rumah hemat listrik, ada beberapa langkah yang harus diperhatikan, seperti menggunakan peranti yang boros listrik dengan lebih bijaksana. Berikut ini tips-nya untuk Anda.

Foto: Pixabay.com
Foto: Pixabay.com

RealEstat.id (Jakarta) – Belakangan banyak konsumen mengeluh tagihan listrik di rumah membengkak. Sebagian mafhum, karena selama PSBB (pembatasan sosial berskala besar) penggunaan listrik meningkat, sementara sebagian lagi menuding PLN menaikkan tarif secara sepihak. Lantas, bagaimana tips agar rumah hemat tagihan listrik?

Perlu Anda ketahui, ada beberapa peralatan elektronik rumah tangga yang mengonsumsi energi besar, seperti penyejuk ruangan (AC), water heater, microwave, kulkas, dan lain-lain. Peralatan ini yang mesti mendapat perhatian lebih dalam penggunaannya. 

Baca Juga: 6 Tips Mudah Mendesain Apartemen Kecil Tipe Studio

Dinukil dari laman pln.co.id dan beberapa sumber lain, berikut ini tips agar peralatan rumah tangga hemat listrik: 

Lampu 
Gunakan lampu hemat energi (lampu LED) yang pendarannya terang namun bisa menghemat daya listrik secara signifikan. Matikan lampu saat tidak diperlukan. Untuk lampu TL, lengkapi dengan kondensor.

Televisi, Radio, dan DVD Player
Nyalakan televisi, radio, DVD player, dan lain-lain bila benar-benar ingin ditonton atau didengarkan. Segera matikan bila tidak digunakan. Jangan lupa cabut colokan listrik ke peranti-peranti listrik tersebut. Pasalnya, dalam keadaan standby, peranti Anda masih mengonsumsi listrik.

Baca Juga: Tips Membeli Rumah: 8 Syarat Penting Tempat Tinggal Idaman

Charger Ponsel dan Gawai
Jangan lupa pula untuk mencabut charger dari steker listrik setelah mengisi daya hand phone atau gadget milik Anda. Charger yang terpasang dicolokan listrik masih menyedot daya.

Lemari Es
Perlu diketahui, setiap penurunan suhu (temperatur) untuk mendinginkan isi lemari es memerlukan tambahan energi listrik. Agar tidak terlalu boros penggunaan listriknya:

  • Pilihlah lemari es/freezer yang hemat energi.
  • Jangan masukan makanan/minumam yang panas ke dalam kulkas/freezer.
  • Atur suhu udara sesuai dengan kebutuhan. Jangan terlalu rendah, karena akan banyak mengkonsumsi listrik.
  • Tempatkan kulkas/freezer di tempat yang jauh dari sumber panas (kompor/sinar matahari).
  • Tutup rapat dan buka pintu seperlunya.
  • Isi secukupnya (jangan terlalu penuh) agar peredaran udara dingin tidak terhambat.

Baca Juga: Desain Arsitektur dan Interior Rumah Ideal di Era “New Normal”

Mesin Cuci
Gunakan mesin cuci bila sesuai dengan kapasitas yang ditentukan. Semakin besar kapasitasnya, semakin besar pula kebutuhan daya listrik dan airnya. Secara umum, konsumsi listrik mesin cuci front loading lebih kecil dibanding mesin cuci top loading

Mesin cuci jenis apa pun menggunakan hingga 90% konsumsi listriknya untuk memanaskan air. Semakin banyak air yang digunakan, semakin besar juga listrik dikonsumsi untuk memanaskannya.

Pendingin Ruangan (AC)
Seperti halnya lemari es/freezer, semakin rendah suhu ruangan yang dikehendaki, makin banyak energi listrik yang digunakan. Untuk itu, atur suhu ruangan sesuai keperluan, jangan terlalu dingin.

Matikan AC bila ruangan sudah tidak digunakan. Perlu diingat, pendinginan ruangan lebih cepat dan efektif di ruangan yang tertutup rapat.

Baca Juga: 7 Tips Renovasi Rumah Hemat Biaya

Kompor, Rice Cooker, dan Microwave
Rencanakan dengan baik masakan yang akan Anda buat, agar waktu menyala alat-alat ini bisa seminimal mungkin.

Pemanas Air (Water Heater
Jangan biarkan pemanas air menyala sepanjang hari. Nyalakan listrik beberapa saat sebelum digunakan (lihat buktu petunjuk pemakaian), dan segera matikan kembali bila tidak diperlukan.

Pompa Air
Pompa air menggunakan motor listrik. Untuk menghemat listrik, pasanglah pompa listrik sesuai kebutuhan.

Gunakan tangki penampung air (toren atau tandon air), agar pompa air listrik bisa digunakan lebih teratur. Usahakan tidak menyalakan pompa air bila air di tangki masih bisa memenuhi kebutuhan.

Baca Juga: Tips Membeli Rumah Bekas: Cek 6 Hal Ini Saat Meninjau Lokasi

Setrika 
Saat ini hampir semua setrika listrik dilengkapi dengan alat yang menghidupkan dan mematikan aliran listrik secara otomatis. Untuk menghemat listrik digunakan setrika listrik yang dengan panas yang sesuai dengan kebutuhan jenis pakaian.

Penghisap Debu (Vacuum Cleaner)
Bersihkan saringan debu secara rutin agar motor listrik tidak bekarja lebih berat karena akan menggunakan energi listrik lebih banyak.

Gunakan vacuum cleaner untuk tempat-tempat sesuai kebutuhan. Matikan vacuum cleaner apabila motor menjadi panas atau terjadi perubahan suara motor. Kemungkinan terjadi sesuatu yang menggangu kerja alat tersebut.

Kipas Angin
Buka ventilasi/jendela rumah untuk memperlancar udara ke dalam rumah. Pilih kipas angin yang dilengkapi dengan pengatur waktu (timer) dan atur timer sesuai kebutuhan. Atur kecepatan kipas angin sesuai kebutuhan. Matikan kipas angin bila tidak diperlukan.

Berita Terkait

Salah satu perumahan di Jakarta Selatan yang terendam banjir. (Foto: Adhitya Putra)
Salah satu perumahan di Jakarta Selatan yang terendam banjir. (Foto: Adhitya Putra)
Ilustrasi membersihkan rumah usai terendam banjir. (Foto: minews.com)
Ilustrasi membersihkan rumah usai terendam banjir. (Foto: minews.com)
Ilustrasi atap rumah yang bocor. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi atap rumah yang bocor. (Foto: Istimewa)
Inspirasi desain void rumah. (Foto: katrinaleechambers.com)
Inspirasi desain void rumah. (Foto: katrinaleechambers.com)