Unggulkan iBuyer, Pashouses.id Jamin Jual Rumah Bisa Lebih Cepat

Teknologi iBuyer yang digunakan Pashouses.id memiliki beberapa kelebihan, di antaranya mampu menilai properti dengan harga wajar dan proses yang cepat.

Co-Founder Pashouses.id, Junghans Tasani dan Bin Anindita.
Co-Founder Pashouses.id, Junghans Tasani dan Bin Anindita.

RealEstat.id (Jakarta) – Memberi solusi kepada penjual properti, terutama rumah tapak, dengan harga yang wajar (fair price) dan tempo yang singkat, PAS Technologies hadir di Indonesia sejak 2020 lalu. Mengusung brand Pashouses.id, perusahaan rintisan ini memberi kemudahan kepada konsumen dengan mengedepankan teknologi bernama iBuyer.

iBuyer merupakan sebuah metode baru yang menggunakan inovasi teknologi dan data ilmiah dalam menentukan harga. Metode ini telah secara sukses digunakan di beberapa pasar yang lebih maju, termasuk Amerika Serikat, Eropa dan Amerika Latin, termasuk contohnya perusahaan publik yang bernama Opendoor. 

PAS Technologies didirikan oleh Bin Anindita dan Junghans Tasani setelah mereka melihat betapa sulitnya para milenial di Indonesia menjual dan membeli rumah, Terutama di masa pandemi seperti saat ini, di mana banyak terjadi ketidakpastian, banyak orang yang ingin menjual rumahnya untuk medapatkan uang tunai keras.

Baca Juga: Teknologi Jadi Kunci Bisnis Properti Sewa Bertahan Hadapi Pandemi

Junghans Tasani, Co-Founder PAS Technologies mengatakan, banyak orang memerlukan jangka waktu yang cukup panjang untuk menjual rumah, bukan hanya dari mencari pembeli, tapi juga dalam mengurus semua keperluan administrasi untuk transaksi jual beli. Di sinilah Pashouses.id berperan dengan mempercepat proses jual beli tersebut hanya dalam hitungan hari.

"Saat ini, kami lebih fokus membeli rumah di Jabodetabek dengan kisaran harga Rp400 juta hingga Rp2 miliar. Dengan menggunakan teknologi, kami membantu mereka yang ingin menjual rumahnya secara cepat, dengan membeli rumah mereka dengan harga yang wajar," tutur Junghans Tasani kepada awak media melalui aplikasi Zoom Meeting, Rabu (23/6/2021).

Pada kesempatan yang sama, Bin Anindita memaparkan, teknologi iBuyer memiliki beberapa kelebihan. Di antaranya mampu menilai properti dengan harga wajar dengan proses yang cepat. Penjual rumah cukup meng-input data dan informasi rumah yang akan dijual, kemudian harga penawaran akan keluar dalam beberapa hari. Pashouses.id juga memiliki tim yang akan melakukan survei dan site visit untuk pengecekan bangunan rumah.

"Dengan teknologi iBuyer yang kami miliki, kami bisa menjual rumah hanya dalam waktu satu pekan," kata Bin, lugas.

Baca Juga: Gunakan Teknologi Habitap, Savyavasa Perkenalkan Smart Living Management

Junghans Tasani menambahkan bahwa Pashouses.id adalah layanan untuk target pasar yang sangat spesifik, yaitu mereka yang butuh menjual rumahnya secara cepat. Penawaran harga kami dibawah harga pasar, tapi masih tetap harga yang wajar dan dilakukan berdasarkan data.

Kami memperhitungkan lokasi, kondisi rumah dan beberapa penilaian lain, lalu kami mengajukan penawaran. Layanan ini memang bukan buat semua orang, namum kami hadir bagi mereka yang membutuhkan uang tunai secara cepat dan bersedia menjual rumahnya dibawah harga pasar,” ujar Junghans. 

Meski Pashouses.id pada saat ini memfokuskan diri untuk membeli rumah, imbuhnya, perusahaan ini mentargetkan untuk mempunyai daftar ratusan rumah untuk dijual kembali ke pasar hingga akhir tahun ini, sementara memperluas portfolio layanannya.

Baca Juga: Iwan Sunito: Pandemi Paksa Pengembang Properti Adaptasi Teknologi

“Tujuan kami, masyarakat akan melihat kami sebagai platform yang dapat dipercaya dalam melakukan transaksi real estat, dan kami bekomitmen untuk tetap berkembang dan berinovasi demi memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi para pengguna jasa kami,” tuturnya. 

Lebih lanjut Junghans mengatakan, PAS Technologies merupakan start-up yang didanai sebuah venture capital asal Singapura. Saat ini, akunya, perusahaan ini telah memproses ribuan rumah yang akan dijual setiap bulan.

"Peningkatan pengguna layanan ini disebabkan oleh proses yang mudah untuk digunakan bagi mereka yang akan menjual rumahnya. Kami juga telah menggandeng 2.000 broker untuk memasarkan properti melalui Pashouses.id," katanya.

Baca Juga: Suryacipta Kembangkan Subang Smartpolitan Sebagai Kota Pintar dan Berkelanjutan

Sementara itu, Ali Tranghanda, CEO Indonesia Property Watch (IPW)mengatakan, pasar properti saat pandemi ini bersifat anomali di saat pelemahan ekonomi saat ini. Meskipun secara tahunan turun 30% dibandingkan 2019, namun ada yang menarik minat konsumen masih cukup tinggi untuk membeli properti.

"Sebenarnya pasar properti tidak sepenuhnya kehilangan daya beli. Minat orang untuk membeli properti masih tinggi sebesar 68% berdasarkan riset terkini. Artinya daya beli di masyarakat masih tinggi, namun saat ini sangat selektif dari aspek lokasi, produk, dan harga yang menarik. Banyak diskon harga yang ditawarkan membuat minat pembeli semakin tinggi pada saat ini," jelas Ali Tranghanda.

Dia menambahkan, di satu sisi banyak penjual yang menjual harganya di bawah harga pasar karena kebutuhan saat ini, namun di sisi lain tidak sedikit juga investor yang menilai ini menjadi momentum untuk berinvestasi di properti dengan membeli properti dengan harga yang menarik.

Baca Juga: Rapid Expansion of Technology Sector Reshapes Property Market in Asia Pacific

Di lain pihak, Willy Monika membagi pengalaman menjual rumah melalui Pashouses.id. Willy mengatakan, generasi milenial seperti dirinya tidak tertarik untuk melakukan cara-cara lama seperti memasang tanda "Dijual" di depan rumah dan menunggu calon pembeli untuk datang, dimana akan memakan waktu yang cukup lama.

"Pashouses.id menggunakan teknologi dan saya mendapatkan penawaran yang sangat saya butuhkan dengan harga yang wajar dalam hitungan hari,” katanya. 

Begitu pula dengan pengalaman Arkis Setia yang menjual rumahnya di Jakarta dalam waktu satu bulan, bahkan saat dia berada di Malang, Jawa Timur. Hal ini dicobanya setelah menemukan Pashouses.id via Instagram.

“Saya ingin menjual rumah saya secara cepat karena saya sudah pensiun dan ingin kembali ke kampung halaman saya di Malang. Saya melihat bahwa perusahaan ini memiliki kedudukan hukum yang dapat dipercaya. Oleh karena itu, saya mencoba menjual rumah dan mendapatkan penawaran harga hanya dalam beberapa hari,” kata Arkis. 

Redaksi@realestat.id

Berita Terkait

Gedung Terminal St. John di Manhattan, New York (Foto: Dok. Cookfox Architects)
Gedung Terminal St. John di Manhattan, New York (Foto: Dok. Cookfox Architects)
Petugas Call Center Sharp Indonesia tengah melayani konsumen (Foto: Dok. Sharp Indonesia)
Petugas Call Center Sharp Indonesia tengah melayani konsumen (Foto: Dok. Sharp Indonesia)
Fasilitas SPBU Shell di Jakarta Garden City (Foto: Modernland Realty)
Fasilitas SPBU Shell di Jakarta Garden City (Foto: Modernland Realty)