Tujuh Adab Bertamu ke Rumah Orang Menurut Imam Al-Ghazali

Ulama besar Islam, Imam Al-Ghazali dalam kitab Al-Adab Fiddin menjelaskan adab meminta izin bertamu dan masuk ke rumah orang lain.

Foto: Dok. Freepik.com
Foto: Dok. Freepik.com

RealEstat.id (Jakarta) - Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan satu sama lain dalam kehidupan sehari-harinya. Tak jarang hubungan antar-manusia itu mengharuskan mereka saling berkunjung atau bertamu sebagai bagian dari berkomunikasi. Namun, bertamu ke rumah orang juga menuntut adab.

Bagi kaum muslim, sunatullah (ketetapan dari Allah SWT) itu disertai aturan yang harus dilakukan disertai kerendahan hati (kesantunan) demi terciptanya hablum minannaas yang beradab.

Salah seorang ulama besar Islam, Imam Al-Ghazali dalam kitabnya berjudul Al-Adab Fiddin dalam Majmu’ah Rasail al-Imam al-Ghazali menjelaskan adab meminta izin bertamu dan masuk ke rumah orang lain.

Baca Juga: Rumah Islami Berdasar Hadis Rasulullah SAW

“Adab minta izin masuk rumah orang lain, yakni: berjalan (berdiri) di samping dinding rumah, tidak menghadap pintu, membaca tasbih dan tahmid sebelum ketuk pintu, berucap salam setelah itu, tidak mendengarkan pembicaraan orang-orang yang ada di dalam rumah, minta izin masuk sesudah berucap salam, jika diizinkan silakan masuk, jika tidak sebaiknya segera pulang, dan jangan katakan “Saya”, tetapi sebaiknya katakan “Si Fulan” (sebutkan nama diri) jika tuan/nyonya rumah menanyakan.”

Dikutip dari laman Nahdlatul Ulama (NU), intisari kitab Imam Al-Ghazali tentang adab Muslim saat bertamu dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Berjalan (berdiri) di samping dinding rumah dan tidak menghadap pintu
Seseorang yang hendak masuk ke rumah orang lain sebaiknya tidak langsung masuk begitu saja. Mula-mula ia harus menempatkan dirinya di sebelah dinding rumah agar saat pintu dibuka ia tidak langsung melihat ke arah dalam rumah yang mungkin ada sesuatu yang tidak sebaiknya ia mengetahuiya.

Baca Juga: Amalkan 3 Sunnah Nabi Ini, Insyaallah Rumah Selalu Berkah

2. Membaca tasbih (subhanallah) dan tahmid (alhamdulillah) sebelum ketuk pintu
Dari samping pintu, ketuklah pintu. Selama rangkaian itu selalu ingat kepada Allah. Tujuannya agar kedatangan kita membawa kabaikan dan manfaat sebesar-sebesarnya bagi orang yang berkunjung dan yang dikunjungi.

3. Mengucapkan salam
Setelah membaca tasbih dan tahmid secara pelan, segera ucapkan “assalamu’alaikum” atau ucapan lain sesuai adat atau kebiasaan yang substansinya sama, yakni harapan untuk bersama-sama mendapatkan keselamatan atau perdamaian seperti ucapan “selamat siang”, “sugeng siang”, atau lainnya.

4. Tidak mendengarkan pembicaraan orang yang ada di dalam rumah
Sebelum dipersilakan masuk, Anda sebaiknya tidak menyimak atau sengaja mendengarkan pembicaraan di luar topik pembicaraan Anda yang sudah diniatkan sejak berangkat untuk berkunjung. Dalam kata lain, Anda dilarang “nguping” karena itu tidak baik.

5. Minta izin masuk sesudah mengucapkan salam
Meski pintu dalam kondisi terbuka sebelum Anda datang, Anda tetap jangan langsung masuk. Anda harus mengajukan izin masuk terlebih dahulu, misalnya dengan mengajukan pertanyaan, “Apakah saya diizinkan masuk?” Jika sang pemilik rumah menjawab salam dan mempersilakan masuk, Anda boleh langsung masuk.

Baca Juga: Ingin Rumah Penuh Berkah? Biasakan Salat Sunah Ini di Rumah

6. Jika Anda tidak diizinkan masuk sebaiknya segera pulang
Jika ternyata orang yang ingin Anda kunjungi menolak kedatangan Anda dan tidak mengizinkan Anda masuk ke rumahnya, sebaiknya Anda pulang. Jika Anda diberi tahu untuk datang kembali pada waktu tertentu, maka perhatikanlah pemberitahuan itu.

7. Sebut nama Anda
Jangan katakan “saya”, tetapi sebut saja nama Anda jika pemilik rumah menanyakan identitas yang berkunjung/datang. Anda harus terbuka tentang identitas diri Anda sejak awal komunikasi dengan pemilik rumah. Tujuannya tentu untuk kebaikan bersama sehingga masing-masing pihak merasa nyaman.

Demikianlah tujuh adab bertamu ke rumah orang lain sebagaimana dinasihatkan Imam Al Ghazali. Intinya adalah seseorang yang bermaksud bertamu ke rumah orang lain harus memperhatikan adab-adab tertentu. Ia tidak bisa berbuat semaunya sendiri sebab saat seseorang telah diterima sebagai tamu, maka tuan rumah berkewajiban menghormatinya dengan setulus hati.

Redaksi@realestat.id

Berita Terkait

Generasi milenial (Foto: Pixabay.com)
Generasi milenial (Foto: Pixabay.com)
Menata dapur mungil (Foto: pixabay.com)
Menata dapur mungil (Foto: pixabay.com)
Classic bathroom Kohler (Foto: realestat.id)
Classic bathroom Kohler (Foto: realestat.id)
Foto: Pixabay.com
Foto: Pixabay.com