Incar Investor Milenial, Invest Islands Tawarkan 110 Unit Vila di Gran Melia Lombok

Dibandingkan wilayah lain, harga properti di Lombok masih relatif terjangkau, sehingga menjadi pilihan terbaik bagi investor yang ingin mendapatkan capital gain.

RealEstat.id (Lombok) - Tahun 2023 dinilai bakal menjadi tahun penting bagi Pulau Lombok untuk menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Salah satu perusahaan properti yang melihat potensi pulau seluas 4.739 km² ini adalah Invest Islands yang menghadirkan Gran Melia Lombok.

Pendiri Invest Islands, Kevin Deisser dan Jack Brown melihat, berbagai kesempatan menarik terbuka di Lombok pasca-pandemi. Hal ini seperti mengulang kembali kondisi pulau bagian dari provinsi Nusa Tenggara Barat tersebut, yang sebelum pandemi pernah menjadi salah satu destinasi wisata paling potensial.

Kevin Deisser menuturkan, pemerintah Indonesia telah memperkenalkan Lombok sebagai salah satu dari ‘sepuluh Bali baru Indonesia’. Pulau ini telah menarik gelombang baru pengunjung dan memungkinkan bandara modern mulai menyambut penerbangan internasional di 2016. Sampai sekarang, Lombok mengalami perkembangan, terutama sejak MotoGP pertama dilaksanakan tahun lalu.

Baca Juga: Kementerian PUPR Dukung Turisme Lombok Lewat Program Sarhunta

"Banyak wisatawan senang untuk menemukan wilayah baru di luar lokasi wisata yang sudah umum seperti Bali, khususnya menyusul gelombang wisatawan baru pasca-isolasi. Dengan dibukanya perbatasan dunia, Lombok memiliki tempat tersendiri untuk hadir dibanding era sebelum pandemi,” kata Kevin Deisser.

Sementara itu, Jack Brown menjelaskan, prospek Lombok saat ini bahkan lebih cerah dibanding tahun 2019 lalu. Pasalnya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia baru-baru ini menyebut wilayah selatan Mandalika sebagai ‘destinasi super prioritas’ untuk pariwisata tahun 2023 dan seterusnya. Hal ini ditengarai akan mendorong investasi dalam infrastruktur modern.

"Visa izin tinggal jangka panjang yang baru juga telah hadir untuk menarik para pembeli luar negeri ke Lombok. Dalam tiga tahun terakhir, dunia telah berubah dan banyak eksekutif dan pengusaha, termasuk sebuah generasi baru dari digital nomad, yang menginginkan gaya hidup baru jauh dari ingar bingar perkotaan seperti Hong Kong, Singapore dan Jakarta. Lombok adalah lokasi sempurna untuk memenuhi kebutuhan mereka,” tambah Jack Brown.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Sirkuit MotoGP Mandalika Tak Sekadar Urusan Balapan Motor!

Penerbangan baru, termasuk penerbangan langsung dari Singapura, akan mendukung wisatawan luar negeri untuk kembali ke Lombok. Sementara itu, berbagai acara besar juga hadir kembali, termasuk Kejuaraan Dunia FIM Superbike dan MotoGP Indonesia 2023 yang digelar Oktober 2023.

Ajang besar tersebut melengkapi atraksi dan aktivitas alami Lombok, termasuk tur keliling dan bersepeda, trekking melewati pemandangan vulkanik dari Taman Nasional Gunung Rinjani, dan menyelam dan snorkeling kelas dunia.

Pembangunan Vila Gran Melia Lombok Invest Islands realestat.id dok
Pembangunan Vila Gran Melia Lombok (Foto: Invest Islands)

Kevin mengungkapkan bahwa masalah utama yang Lombok hadapi adalah minimnya akomodasi dengan standar internasional. Di saat industri pariwisata Lombok terus berkembang, pulau ini perlu memenuhi permintaan akan hotel, resor dan tempat tinggal yang berkualitas tinggi.

Baca Juga: Selo Group Ajak Developer Kembangkan Pembangunan Regeneratif

Namun hal ini dinilai juga memberikan peluang unik bagi perusahaan real estat yang berpikiran maju untuk menciptakan proyek-proyek berstandar tinggi dan berkelanjutan yang dapat meningkatkan kualitas pembangunan pariwisata di pulau ini.

"Di Invest Islands, kami memiliki tujuan untuk memenuhi permintaan tersebut.” Sektor perhotelan Lombok akan mengalami pencapaian penting pada Maret 2023, saat Gran Melia Lombok memperkenalkan tampilan vila-vilanya," kata Kevin.

Digagas dan diciptakan oleh Invest Islands, Gran Melia Lombok merupakan resor bintang lima spektakuler ini sedang dibangun di Teluk Torok, menghadap Samudera Hindia di pantai selatan yang menawan.

Baca Juga: Dukung MotoGP Mandalika, 915 Rumah Disulap Jadi Homestay

Retreat eco-sensitif, bertingkat rendah nan mewah ini akan memiliki 110 vila dengan kolam renang, termasuk dupleks di pinggir pantai dengan satu sampai tiga kamar tidur di lereng bukit yang didesain dalam beragam gaya arsitektur dan menampilkan interior berspefisikasi tinggi, dek kolam dan pemandangan yang begitu indah.

"Semuanya akan dilengkapi dengan fasilitas kelas dunia, termasuk restoran, wellness, olahraga air dan banyak lagi," terang Jack Brown, menambahkan.

Gran Melia Lombok memberikan beragam pilihan investasi menarik, termasuk Sertifikat Hak Milik (SHM), 30 tahun Hak Guna Bangunan (HGB) dengan pilihan 20 tahun dan 30 tahun perpanjangan bagi pembeli luar negeri (atau dengan total 80 tahun), 25 tahun hak pakai program untuk keperluan hunian, dan pilihan lain yang menghasilkan pendapatan melalui penyewaan jangka pendek dan menengah serta timeshares.

Baca Juga: Program Sarhunta: 500 Rumah di NTB Direnovasi Jadi Homestay untuk Turis

Dibandingkan dengan wilayah idaman lainnya di Asia Tenggara, jelasnya, harga properti di Lombok masih relatif terjangkau. Hal ini tentunya menjadi pilihan terbaik bagi siapapun yang sedang mencari untuk mendapatkan properti dari pasar yang berkembang pesat.

"Tujuan kami adalah menyediakan kepada semua pembeli, termasuk para investor milenial dan Gen Z, dengan sebuah pilihan yang sesuai dengan gaya hidup dan kebutuhan finansial mereka yang spesifik,” tukas Jack.

Sebagai informasi, Gran Melia Lombok telah mendapat predikat sebagai “Best Upcoming Hotel Development” di Indonesia dan “Best Hospitality Development” di Asia pada ajang penghargaan yang dihelat oleh PropertyGuru.

Redaksi@realestat.id

Berita Terkait

Show unit Golden Kencana (Foto: istimewa)
Show unit Golden Kencana (Foto: istimewa)
Dari kiri ke kanan: William Widjaja, Direktur Utama Wida Agung Group; Anton Sugianta, Direktur Wida Agung Group; Teddy Widjaja, Komisaris Wida Agung Group; Rita Megawati, konsultan pemasaran dari LJ Hooker Gading Serpong saat groundbreaking Widari Plaza, Jumat, 27 Januari 2023. (Foto: realestat.id)
Dari kiri ke kanan: William Widjaja, Direktur Utama Wida Agung Group; Anton Sugianta, Direktur Wida Agung Group; Teddy Widjaja, Komisaris Wida Agung Group; Rita Megawati, konsultan pemasaran dari LJ Hooker Gading Serpong saat groundbreaking Widari Plaza, Jumat, 27 Januari 2023. (Foto: realestat.id)
Progrem pembangunan Samaview Residence Malang, proyek hunian yang memiliki view pegunungan hampir 360 derajat. (Foto: istimewa)
Progrem pembangunan Samaview Residence Malang, proyek hunian yang memiliki view pegunungan hampir 360 derajat. (Foto: istimewa)