Selo Group Ajak Developer Kembangkan Pembangunan Regeneratif

Selo Group berbagi pandangan mengenai topik global yang memengaruhi upaya pembangunan regeneratif, termasuk tren perumahan dan bangunan ramah lingkungan.

Salah satu proyek Selo Group di Lombok yang dibangun dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan daur ulang sampah. (Foto: Selo Group)
Salah satu proyek Selo Group di Lombok yang dibangun dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan daur ulang sampah. (Foto: Selo Group)

RealEstat.id (Jakarta) - Selo Group, perusahaan pengembang properti asal Singapura, mengajak developer properti di Tanah Air untuk melaksanakan pembangunan dengan pendekatan keberlanjutan lingkungan yang regeneratif, serta berdampak positif bagi komunitas lokal.

Ajakan tersebut didasari atas meningkatnya perubahan iklim dan dampak besar yang ditimbulkan terhadap komunitas global.

Selo berbagi pandangan mengenai topik global yang memengaruhi upaya pembangunan regeneratif, termasuk tren perumahan dan bangunan ramah lingkungan.

Baca Juga: Strategi Daur Ulang Selo Group Kurangi 93% Sampah ke Tempat Pembuangan Akhir

Melansir dari siaran pers, Kamis (20/05/2021) Selo Group berpandangan bahwa penerapan praktik pembangunan ramah lingkungan menjadi standar penting untuk diterapkan oleh pengembang di industri properti.

“Kami ingin mengambil pendekatan yang lebih strategis, bijaksana, dan jangka panjang untuk seluruh pembangunan proyek kami,”ujar Andrew Corkery, CEO Selo Group.

Tanggung Jawab Sosial
Lebih lanjut dia mengatakan, visi tersebut tidak hanya menerapkan keberlanjutan lingkungan di dalam pengembangan produk properti.

Akan tetapi juga melibatkan proses; komunitas; pendidikan; tanggung jawab sosial; dan seluruh ekosistem yang selaras dengan alam.

Baca Juga: Selo Group Dukung Vaksinasi Pelaku Wisata di Lombok

Menurut Kosmos Journal, sebuah publikasi yang mengulas transformasi global, pembangunan regeneratif berfokus pada penggunaan sumber daya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

”Kami telah menggabungkan proses pembangunan regeneratif ke dalam bisnis melalui program Selo Footprints, dan telah bekerja keras lebih dari 12 tahun untuk mendukung dan memberikan kontribusi bagi masyarakat di Lombok," terang Andrew.

Ia berujar, pihaknya juga turut membidani aksi bersih pantai di Lombok, membantu sekolah sekitar, dan menyediakan infrastruktur tangki air bersih dan internet.

Baca Juga: Gandeng 6 Desainer, Föld Rilis Ragam Produk Daur Ulang Window Blind

"Sebagai penegasan kembali komitmen Selo terhadap keberlanjutan lingkungan, kami juga menjalankan program daur ulang zero waste limbah dan proses konstruksi precrafted yang lebih cepat dengan biaya yang lebih rendah," kata Andrew Corkery.

Proses Precrafted
Untuk dapat bersaing dengan tren global, Selo Group memperkenalkan proses konstruksi precrafted. Di tahun 2020 lalu, mereka meluncurkan desain vila precrafted yang menawarkan properti berkonsep berkelanjutan dan hemat biaya.

"Konstruksi ini menawarkan berbagai keunggulan, termasuk proses yang cepat, pengembalian return of investment (ROI) yang lebih cepat dengan peluang lebih besar untuk memenuhi permintaan pasar," tandas Andrew.

Redaksi@realestat.id

Berita Terkait

Gedung Terminal St. John di Manhattan, New York (Foto: Dok. Cookfox Architects)
Gedung Terminal St. John di Manhattan, New York (Foto: Dok. Cookfox Architects)
Petugas Call Center Sharp Indonesia tengah melayani konsumen (Foto: Dok. Sharp Indonesia)
Petugas Call Center Sharp Indonesia tengah melayani konsumen (Foto: Dok. Sharp Indonesia)
Fasilitas SPBU Shell di Jakarta Garden City (Foto: Modernland Realty)
Fasilitas SPBU Shell di Jakarta Garden City (Foto: Modernland Realty)