RealEstat.id (Jakarta) – Meningkatnya kebutuhan industri dan percepatan transformasi digital di Indonesia mendorong kebutuhan akan infrastruktur pendukung yang lebih efisien dan berstandar global.
Menjawab kebutuhan tersebut, Rittal meresmikan Modification Center (ModCenter) atau pusat modifikasi di Jakarta, Senin (06/07/2026).
Hadirnya pusat modifikasi enclosure pertama di Indonesia itu diharapkan mampu mempercepat penyelesaian proyek pada berbagai sektor strategis.
Mulai dari manufaktur, energi, otomasi industri, hingga data center yang kini menjadi salah satu penggerak investasi properti industri nasional.
Baca Juga: Kawasan Industri Bergeser ke Timur, Purwakarta dan Subang Jadi Magnet Baru Investasi di 2026
Gelontorkan Investasi Rp8,2 Miliar
Berdasarkan informasi resmi, Rittal mengelontorkan dana investasi EUR400 ribu atau sekitar Rp8,25 miliar (kurs: Rp20.650) untuk membangun dan mengoperasikan fasilitas Modification Center tersebut.
Investasi itu mencakup penerapan teknologi machining otomatis Perforex MT, integrasi digital engineering melalui EPLAN, hingga program pelatihan dan sertifikasi bagi tenaga engineering lokal.
Executive Vice President ASEAN Region Rittal, Ajay Bhargava mengatakan Indonesia memiliki posisi strategis dalam pengembangan bisnis perusahaan di Asia Tenggara.
Menurutnya, pesatnya pembangunan manufaktur, infrastruktur, serta ekonomi digital menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar paling potensial di kawasan.
“Kehadiran Rittal Modification Center mencerminkan keyakinan jangka panjang kami terhadap potensi Indonesia,” ujar Ajay.
Baca Juga: Biaya Konstruksi Data Center Rp187.207 per Watt, Jakarta Peringkat ke-20 Secara Global
Engineering yang Terpersonalisasi
Kehadiran ModCenter mencerminkan perubahan kebutuhan industri pada solusi yang lebih fleksibel dan spesifik sesuai kebutuhan aplikasi.
Banyak sektor, seperti energi, data center, hingga industri manufaktur, kini membutuhkan kapabilitas engineering yang semakin terpersonalisasi.
Di sisi lain, tak sedikit pelaku industri masih menghadapi tantangan berupa sistem engineering yang belum terintegrasi.
Selain itu, tingginya pekerjaan di lapangan juga berpotensi memperpanjang waktu implementasi dan meningkatkan biaya proyek.
Vice President Global Product Portfolio Management Rittal, Michael Schell berujar bahwa industri global saat ini bergerak menuju model operasional yang menuntut kecepatan, fleksibilitas, serta integrasi digital.
“Dalam industri modern, kecepatan implementasi kini menjadi faktor yang sama pentingnya dengan kualitas produk itu sendiri,” kata Michael.
Baca Juga: Pra-Penjualan DMAS Tembus Rp561 Miliar di Kuartal I 2026, Permintaan Lahan Data Center Mendominasi
Tingkatkan Efisiensi Proyek Industri
Sebelumnya, pelanggan harus melakukan modifikasi enclosure secara mandiri atau mengirimkannya ke fasilitas Rittal di Singapura maupun India.
Kondisi tersebut membuat waktu pengerjaan lebih panjang serta meningkatkan biaya logistik dan koordinasi proyek.
Kini, seluruh proses modifikasi dapat dilakukan di Jakarta dengan standar kualitas yang sama seperti fasilitas Rittal di berbagai negara.
ModCenter memanfaatkan teknologi Perforex MT yang mampu melakukan proses pemotongan, pengeboran, tapping, hingga pelubangan enclosure secara otomatis.
Baca Juga: EV-Related Dorong Kinerja Kawasan Industri Jabodetabek, Investor Masih Pantau Stabilitas Politik
Di Indonesia, proses modifikasi yang sebelumnya membutuhkan waktu sekitar enam hingga delapan jam kini dapat diselesaikan hanya dalam waktu sekitar 30 menit.
Teknologi tersebut juga terintegrasi dengan platform digital engineering EPLAN.
Dengan demikian, proses desain, produksi, hingga implementasi proyek dapat berlangsung dalam satu ekosistem digital yang saling terhubung.
Rittal menyebut integrasi tersebut mampu meningkatkan efisiensi proses hingga 74% dibandingkan metode konvensional.
Selain memangkas waktu modifikasi, ModCenter Rital Indonesia juga memungkinkan implementasi proyek dilakukan 70%–80% lebih cepat,
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








