RealEstat.id

Kawasan Industri Bergeser ke Timur, Purwakarta dan Subang Jadi Magnet Baru Investasi di 2026

Pasar kawasan industri bergeser ke Purwakarta dan Subang akibat kelangkaan lahan di Bekasi dan Karawang. Simak tren investasi terbaru 2026.

ilustrasi kawasan industri Purwakarta dan Subang-RealEstat.id
Ilustrasi kawasan industri modern di Subang dan Purwakarta. (Foto: RealEstat.id)

RealEstat.id (Jakarta) – Pasar kawasan industri Jabodetabek mulai mengalami perubahan peta investasi pada tahun 2026.

Jika sebelumnya Bekasi dan Karawang menjadi primadona utama industri manufaktur dan logistik, kini perhatian investor mulai bergerak ke arah timur, tepatnya ke Purwakarta dan Subang.

Perubahan ini dipicu oleh semakin terbatasnya ketersediaan lahan di kawasan industri matang.

Di sisi lain, kebutuhan ekspansi industri terus meningkat seiring pertumbuhan sektor manufaktur, pusat data, hingga industri kimia di Indonesia.

Berdasarkan laporan Quarterly Property Market Report Q1-2026 sektor kawasan industri dari Colliers Indonesia, penyerapan lahan industri pada kuartal pertama 2026 mencapai hampir 90 hektare.

Baca Juga: Konflik Iran Vs AS-Israel Memanas, Pasar Properti Indonesia Terancam Lesu? Begini Analisa Colliers

Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan menunjukkan bahwa pasar industri nasional masih memiliki daya tahan kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Purwakarta dan Subang jadi Kawasan Industri Masa Depan

Terbatasnya pasokan lahan baru di Bekasi dan Karawang membuat pelaku industri mulai melirik kawasan alternatif yang menawarkan ruang ekspansi lebih luas serta harga lahan yang lebih kompetitif.

“Keterbatasan lahan di kawasan matang mendorong penyewa untuk mempertimbangkan lokasi lebih ke timur, jelas Head of Industrial & Logistics Services Colliers Indonesia, Ferry Salanto.

Menurutnya, perusahaan kini mulai mempertimbangkan kawasan yang masih memiliki cadangan lahan besar dan harga sewa yang lebih kompetitif untuk mendukung ekspansi jangka panjang.

Ferry mengatakan, Purwakarta menjadi salah satu wilayah yang mulai menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Baca Juga: Bekasi dan Tangerang Tak Lagi Jadi Kawasan Industri Utama, Ini Penggantinya!

Tren ini tercermirn dari transaksi lahan di Jatiluhur Industrial Smart City (JISC) yang mencapai 22 hektare, dengan dominasi permintaan berasal dari perusahaan manufaktur lokal.

Sementara itu, Subang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan industri masa depan.

Kehadiran pabrik BYD Indonesia serta dukungan infrastruktur strategis seperti Pelabuhan Patimban menjadi katalis utama perkembangan kawasan tersebut.

Sektor Data Center Dorong Permintaan Lahan

Pertumbuhan pasar kawasan industri pada awal 2026 tidak hanya berasal dari sektor manufaktur.

Industri pusat data atau data center serta sektor kimia juga menjadi kontributor utama penyerapan lahan industri.

Colliers mencatat kedua sektor tersebut menyumbang lebih dari 36% total akuisisi lahan pada kuartal pertama tahun ini.

Baca Juga: Perkembangan Kawasan Industri Dipacu Pembangunan Dua Pelabuhan Baru

Salah satu transaksi terbesar terjadi di koridor barat, tepatnya di Cilegon, dengan luas mencapai 26 hektare. Akuisisi tersebut digunakan untuk pengembangan industri petrokimia dan pabrik pipa.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan kawasan industri modern kini semakin beragam.

Tidak hanya membutuhkan lahan luas, investor juga mencari kawasan yang memiliki kesiapan utilitas, pasokan listrik stabil, hingga infrastruktur digital memadai.

Harga Lahan Industri Terus Naik

Tingginya permintaan lahan industri turut mendorong kenaikan harga jual kawasan industri di berbagai wilayah.

Rata-rata harga permintaan lahan industri kini mencapai USD181,59 per meter persegi atau Rp3.139.950 (asumsi nilai tukar dolar AS Rp17.300).

Kenaikan harga paling agresif terjadi di wilayah berkembang seperti Subang. Faktor pembangunan infrastruktur serta masuknya investasi baru menjadi pemicu utama penguatan harga lahan di kawasan tersebut.

Baca Juga: Bahas Solusi Sektor Perumahan, Menteri PKP Temui Colliers Indonesia

Colliers memprediksi pasar kawasan industri akan memasuki fase konsolidasi dalam beberapa tahun mendatang.

Pengelola kawasan industri dinilai perlu meningkatkan kesiapan infrastruktur, utilitas, dan kemudahan perizinan agar mampu menarik investor teknologi tinggi dan operator pusat data.

Dengan tren pergeseran industri ke wilayah Purwakarta dan Subang, diperkirakan akan menjadi episentrum baru pertumbuhan ekonomi dan investasi industri nasional dalam jangka panjang.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait