RealEstat.id (Jakarta) – Signify mempertegas komitmennya terhadap keberlanjutan melalui program ‘Brighter Lives, Better World 2030‘, sekaligus meluncurkan solusi pencahayaan pintar hemat energi generasi terbaru dari Interact.
Inisiatif ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menciptakan lingkungan perkotaan dan bangunan yang lebih cerdas, rendah karbon, serta efisien dalam penggunaan sumber daya.
Chief Executive Officer of Professional Business for Southeast Asia & Far East Signify, Jitender Khurana mengatakan permintaan energi di Asia Tenggara terus meningkat.
Hampir 80% di antaranya masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil.
“Bangunan menyumbang 40% dari total konsumsi energi dan emisi karbon global,” kata Jitender Khurana melalui keterangan tertulis, Kamis (07/05/2026).
Baca Juga: 10 Juta Jiwa Terbantu! Signify Foundation Capai Target Penerangan Global Lebih Cepat
Menurut dia, peningkatan penggunaan teknologi pencahayaan pintar (smart lighting) menjadi salah satu langkah paling cepat dan efektif yang dapat dilakukan.
Langkah itu, lanjut dia, berpotensi mengurangi penggunaan energi hingga 80% serta memangkas emisi Scope 1 dan Scope 2 secara langsung.
Target Penghematan Energi hingga 60 TWh
Dalam program keberlanjutan terbaru ‘Brighter Lives, Better World 2030’ tersebut, Signify menargetkan penghematan energi kumulatif hingga 60 TWh bagi pelanggan pada akhir 2030.
Perusahaan juga menargetkan pengurangan intensitas emisi karbon portofolio sebesar 35% setiap tahun.
Selain itu, Signify menargetkan sekitar 41% pendapatan perusahaan berasal dari solusi yang memberikan manfaat lebih luas.
Sementara itu Chief Executive Officer Signify, As Tempelman menyebutkan bahwa program pencahayaan pintar berkelanjutan itu dirancang untuk menghadirkan solusi yang mampu meningkatkan kualitas hidup.
“Program ini menunjukkan bahwa dampak dan peluang dapat berjalan beriringan, karena kami menciptakan nilai nyata bagi masyarakat sekaligus membangun perusahaan yang lebih tangguh,” katanya.
Dorong Ekonomi Sirkular
Tak hanya fokus pada efisiensi energi, Signify juga memperkuat pendekatan ekonomi sirkular melalui kerangka kerja “use less, use longer, use again”.
Strategi tersebut hadir melalui dua program utama, yakni Signify Circle dan Signify Switch.
Program Signify Circle berfokus pada pelanggan profesional dengan menyediakan produk dan layanan yang memenuhi prinsip sirkularitas.
Termasuk, remanufaktur, upgrade kits, hingga skema Light as a Service.
Sementara itu, Signify Switch membantu pelanggan beralih menuju sistem LED pintar hemat energi melalui dukungan implementasi dan pembiayaan.
Pendekatan ini dinilai relevan dengan kebutuhan industri properti modern yang kini semakin mengedepankan konsep bangunan hijau, efisiensi operasional, dan keberlanjutan jangka panjang.
Baca Juga: Signify Rilis Lampu Jalan Tenaga Surya dan Stadion Hemat Energi Generasi Terbaru 2025
Solusi Interact Perkuat Kota dan Bangunan Pintar
Untuk mendukung implementasi keberlanjutan berbasis teknologi, Signify juga memperkenalkan pembaruan platform Interact pada pameran Light + Building 2026 di Frankfurt, Jerman.
Salah satu solusi unggulannya adalah Interact for Intelligent Buildings yang memungkinkan pengelola gedung memantau dan mengontrol sistem pencahayaan secara real-time melalui platform terpusat.
Selain itu, terdapat Interact EasyConnect yang mempermudah implementasi pencahayaan outdoor terkoneksi tanpa kebutuhan instalasi kabel yang kompleks.
Baca Juga: Signify Dukung Pengembangan Infrastruktur Pencahayaan di Destinasi Pariwisata Indonesia
Signify juga menghadirkan Central Management System (CMS) untuk pengelolaan jaringan pencahayaan kota secara digital.
Perusahaan pencahayaan global ini juga membawa inovasi Traffic and Weather Adaptive Lighting Systems, yang mampu menyesuaikan tingkat pencahayaan berdasarkan kondisi lalu lintas dan cuaca secara real-time.
“Kami mengajak mitra-mitra bertindak sekarang dengan sistem cerdas yang menghemat energi secara nyata dan solusi berbasis data.” pungkas Jitender Khurana.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








