PUPR Gandeng Pengembang Bangun Perumahan Berbasis Komunitas di Bogor

Harga jual untuk perumahan subsidi berbasis komunitas tipe 28/60 sebesar Rp167 juta dengan angsuran terjangkau, yakni sekitar Rp1,2 juta per bulan.

Perumahan subsidi berbasis komunitas di Bogor (Foto: Kementerian PUPR)
Perumahan subsidi berbasis komunitas di Bogor (Foto: Kementerian PUPR)

RealEstat.id (Bogor) - Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) akan menjalin kerja sama dengan para pengembang di Kabupaten Bogor, Jawa Barat untuk mengembangkan perumahan berbasis komunitas bagi MBR (masyarakat berpenghasilan rendah).

Adanya pasokan rumah subsidi serta lahan perumahan yang masih tersedia diharapkan dapat membantu komunitas masyarakat untuk memiliki hunian yang layak huni dengan harga yang terjangkau.

Baca Juga: Perumahan Berbasis Komunitas Butuh Dukungan Developer & Perbankan

"Salah satu lokasi perumahan berbasis komunitas yang kami siapkan bersama para pengembang ada di daerah Ciampea, Kabupaten Bogor," jelas Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid di Bogor, Kamis (17/12/2020).

Khalawi menjelaskan, masyarakat yang telah membentuk komunitas bisa mengajukan permohonan bantuan perumahan secara kolektif kepada pengembang perumahan. Namun, tentunya fasilitas bantuan tersebut memiliki ketentuan dan peraturan yang berlaku.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi komunitas masyarakat adalah mereka merupakan masyarakat berpenghasilan rendah yang memang belum memiliki rumah. Selain itu, mereka juga memiliki kemampuan membayar kredit pemilikan rumah (KPR) serta bersedia menempati hunian tersebut.

Baca Juga: 30 Bank Pelaksana Salurkan KPR FLPP di 2021

"Kami ingin penyaluran bantuan perumahan berbasis komunitas ini benar-benar tepat sasaran. Apalagi di masa pandemi ini masyarakat membutuhkan hunian yang layak agar bisa menjaga kesehatan dan terhindar dari Covid-19," terangnya.

Khalawi menerangkan, salah satu pengembang yang telah bersedia melaksanakan program perumahan berbasis komunitas di Bogor adalah PT Delta Pinang Mas yang merupakan anggota dari Delta Group. Pengembang yang merupakan anggota dari asosiasi Himpunan Pengembang Pemukiman Dan Perumahan Rakyat (Himperra) tersebut telah menyediakan lahan seluas 20 hektar untuk perumahan.

Baca Juga: BP2P Jadi Ujung Tombak Tingkatkan Program Perumahan di 2021

"Kami berharap pengembang-pengembang lain di Indonesia bisa mendukung program tersebut. Mari kita bantu masyarakat agar bisa tinggal di rumahnyang layak huni," harapnya.

Untuk memastikan adanya pasokan rumah serta lahan perumahan berbasis komunitas, Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR juga mengajak sejumlah komunitas yakni Komunitas Pegawai Honorer di Kementerian PUPR dan Komunitas Jurnalis untuk melakukan kunjungan lapangan ke lokasi proyek pembangunan perumahan.

Lokasi kunjungan di laksanakan di Perumahan Puri Arraya yang berlokasi Cicadas Bojong Rangkas, Ciampea, Kabupaten Bogor. Tipe rumah yang nantinya akan dibangun oleh pengembang untuk program perumahan komunitas adalah rumah subsidi tipe 28 dengan luas tanah sekitar 60 meter persegi.

Baca Juga: Begini Cara Mengakses SIBARU (Sistem Informasi Bantuan Perumahan)

Menurut Koordinator Marketing Perumahan Puri Arraya, Yunus mengungkapkan, rumah subsidi tersebut memiliki kualitas bangunan yang cukup baik dan memiliki garasi, ruang keluarga, dua kamar tidur, kamar mandi dan dapur. Selain itu, pengembang juga telah membangun sejumlah fasilitas umum seperti jalan lingkungan cor dan saluran air yang baik.

"Kami telah menyediakan lahan seluas 20 hektar dan akan dibangun sekitar 300 unit rumah bersubsidi untuk perumahan komunitas. Harga jual untuk rumah subsidi tipe 28/60 adalah Rp167 juta dan angsuran rumah yang sangat terjangkau sekitar Rp1,2 juta per bulan," katanya.

Redaksi@realestat.id

Berita Terkait

Rumah khusus di perbatasan Papua Nugini (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Rumah khusus di perbatasan Papua Nugini (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Rumah hasil Program BSPS di Gorontalo yang jadi viral. (Foto: Kementerian PUPR)
Rumah hasil Program BSPS di Gorontalo yang jadi viral. (Foto: Kementerian PUPR)
Rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Rusun ASN di Bengkulu (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Rusun ASN di Bengkulu (Foto: Dok. Kementerian PUPR)