Perkantoran Berkonsep Green Building Makin Menjamur di Jakarta

Performa sektor perkantoran Jakarta di tahun 2023 masih dibayangi dengan fenomena downsizing, relokasi, dan flight to quality.

Kawasan SCBD Jakarta (Foto: realestat.id)
Kawasan SCBD Jakarta (Foto: realestat.id)

RealEstat.id (Jakarta) – Tahun 2023 diharapkan menjadi momentum bagi kebangkitan sektor perkantoran Jakarta pasca pandemi-Covid-19. Namun, ternyata hal tersebut tidak mudah, karena tahun 2023 diwarnai sejumlah dinamika ekonomi domestik yang dipengaruhi tahun politik serta geopolitik global yang masih terus menghangat.

Meski demikian, performa sektor perkantoran di Jakarta perlahan terpantau menguat di sepanjang tahun 2023. Kendati demikian, performa sektor perkantoran di tahun 2023 masih dibayangi dengan fenomena downsizing, relokasi, dan flight to quality.

Konsultan properti Knight Frank mencatat, optimisme di sektor perkantoran juga terlihat dari bertambahnya stok ruang berbasis hijau atau green building di CBD Jakarta, yang mencapai 15% dari stok yang ada di tahun 2022.

Baca Juga: Strategi Pengelola Gedung Perkantoran Jakarta Mempertahankan Tenant

Syarifah SyaukatSenior Research Advisor Knight Frank Indonesia menuturkan, pasar perkantoran di CBD (Central Business District) Jakarta pada paruh kedua tahun 2023 masih challenging.

Pasokan ruang perkantoran di CBD Jakarta tidak berubah di Semester II 2023, yakni berada di angka 7.285.585 meter persegi. Sementara, tingkat hunian (okupansi) memperlihatkan optimisme, dengan meningkat perlahan menjadi 74,77%.

"Tingkat serapan atau hunian masih didominasi oleh group company demand pada beberapa gedung perkantoran baru," kata Syarifah Syaukat, menjelaskan. "Potential Occupier datang dari sektor IT, Finance, Shipping, Mining, Trading, Automotive, Logistic, dan Chemical."

Baca Juga: Mulai Pulih di 2023, Pasar Perkantoran Jakarta Diprediksi Positif Tahun Ini

Secara umum, harga sewa relatif (base rental rate) cenderung stagnan, di mana harga sewa rata-rata ruang perkantoran premium mencapai Rp403.214 per meter persegi per bulan, Grade A berkisar Rp317.315 per meter persegi per bulan, Grade B Rp260.743 per meter persegi per bulan, sementara Grade C Rp228.726 per meter persegi per bulan.

Sebanyak tiga Gedung perkantoran baru masih akan menambah stok di CBD Jakarta sampai tahun depan. Willson Kalip, Country Head Knight Frank Indonesia menyebut, tertahannya ekspansi dari MNC (multi-national company) di tengah persiapan tahun politik berdampak terhadap tumbuh perlahannya performa di sektor perkantoran.

"Penguatan yang perlahan terlihat di akhir tahun lalu diharapkan dapat terus dipertahankan menuju perbaikan performa sektor perkantoran di CBD Jakarta," pungkasnya.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terkait

Johannes Weissenbaeck, Founder & CEO OXO Group Indonesia
Johannes Weissenbaeck, Founder & CEO OXO Group Indonesia
Praktisi Perkotaan dan Properti, Soelaeman Soemawinata (kanan) dan Pengamat Tata Kota, Yayat Supriatna dalam Diskusi Forwapera bertajuk "Tantangan Perkotaan dan Permukiman Menuju Indonesia Emas 2045" (Foto: realestat.id)
Praktisi Perkotaan dan Properti, Soelaeman Soemawinata (kanan) dan Pengamat Tata Kota, Yayat Supriatna dalam Diskusi Forwapera bertajuk "Tantangan Perkotaan dan Permukiman Menuju Indonesia Emas 2045" (Foto: realestat.id)