Mauro Rahardjo: Kecelakaan Pesawat Sudah Diprediksi Feng Shui

Berdasarkan Kaleidoskop Kompas Feng Shui, di Tahun Tikus Logam berpotensi terjadi kecelakaan pesawat terbang dan kapal laut.


Sriwijaya Air (Foto: Wikipedia)
Sriwijaya Air (Foto: Wikipedia)

RealEstat.id (Surabaya) - Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ-182 rute Jakarta - Pontianak hilang kontak dan diperkirakan jatuh di perairan sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu, Sabtu siang (9/1/2021). Pihak Basarnas (Badan SAR Nasional) menyatakan, lokasi jatuhnya pesawat sudah ditemukan dan pihaknya akan fokus kepada pencarian pada hari Ahad (10/1/2021).

Bila mengacu pada perhitungan feng shui di Tahun Tikus Logam ini memang berpotensi terjadi banyak kecelakaan pesawat. Hal ini bahkan sempat dikemukakan Pakar Feng Shui, Mauro Rahardjo.

Baca Juga: Feng Shui Rumah Ini Dipercaya Bisa Bikin Anda Makin Terkenal

Di beberapa kesempatan talkshow Tahun Baru Imlek, Pendiri Feng Shui School Indonesia ini mengatakan, berdasarkan Kaleidoskop Kompas, di Tahun Tikus Logam ada kemungkinan terjadi kecelakaan pesawat terbang dan kapal laut.

“Logikanya sebenarnya sederhana saja. Tahun 2020 dan awal 2021 ini masuk ke dalam Tahun Tikus Logam, dimana Tikus memiliki unsur Air. Jadi, di tahun ini dua unsur bertemu: Logam dan Air. Tentunya Logam akan tenggelam dalam Air. Karena Logam bisa diasosiasikan dengan badan Pesawat Terbang dan Kapal laut, maka hal itu dimungkinkan terjadi,” papar Mauro Rahardjo panjang lebar.  

Menurutnya, pemberitaan seputar pandemi COVID 19 terlalu dominan, sehingga banyak orang tidak sadar bahwa kecelakaan pesawat di seluruh dunia pada tahun 2020 jauh lebih besar daripada tahun 2019. Padahal jumlah penerbangan lebih sedikit daripada tahun 2019.

Baca Juga: Feng Shui Rumah Agar Jodoh Cepat Datang

“Lebih lanjut, Tikus membawa elemen Air Yin, yaitu air hujan, salju, dan kabut. Jadi, saat awal tahun lalu juga saya sempat sampaikan bahwa pada tahun 2020, kecelakaan tersebut bisa dikaitkan dengan unsur cuaca buruk. Sebenarnya di beberapa tempat yang memiliki musim dingin, salju sudah menggunung, banjir juga terjadi dimana-mana. Debit Air jauh lebih besar daripada tahun lalu,” tutur pakar feng shui yang tinggal di Surabaya ini.

kecelakaan pesawat selama 2020 - 2021 feng shui sriwijaya air realestat.id dok2

Pandemi dan Krisis Ekonomi
Saat ditanya seputar pandemi COVID-19 yang menghantam dunia di Tahun Tikus Logam 2020, Mauro mengatakan dirinya saat itu belum menyadari besarnya dampak buruk pandemi ini.

“Belakangan saya baru sadari lagi, bahwa Logam adalah simbol organ sistem pernafasan, seperti hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Dengan posisi Logam dikepung Air, maka bisa diartikan paru-paru kebanjiran cairan. Itulah yang sekarang kita pahami sebagai fenomena penyakit COVID-19, dimana korban susah bernafas, karena virus membentuk cairan dan menutup rongga-rongga paru-paru,” jelasnya.

Baca Juga: Cegah COVID-19 dengan Feng Shui Rumah Sehat

Mauro Rahardjo mengatakan, dirinya juga mengatakan bahwa akan terjadi krisis moneter di tahun 2020, tetapi tidak menyangka penyebab utamanya adalah pandemi.

“Perhitungan terjadinya krisis moneter juga sederhana. Logam acapkali diasosiasikan dengan uang (Chien). Nah, jika Logam itu berada di atas Air, tentu akan tenggelam. Logam akan lenyap menghilang ke dalam Air. Itulah krisis moneter. Hal itu juga sempat saya singgung dalam talkshow di awal Tahun Tikus Logam,” urainya.

Lantas, menurut perhitungan feng shui, apakah tahun 2021 ini Pandemi Covid-19 bisa hilang? Mauro menjelaskan, meski vaksinisasi sudah dijalankan, tetapi Virus Covid-19 tidak akan serta merta hilang. Apalagi tahun 2021 masih merupakan tahun Logam, sehingga hal-hal yang baik maupun buruk yang menyangkut masalah Logam masih akan terjadi.

Baca Juga: Cara Mengaudit Tata Ruang Rumah Sesuai Feng Shui

Prediksi Tahun Kerbau Logam 2021
Memasuki Tahun Kerbau Logam 2021 yang akan dimulai pada 12 Februari 2021, Mauro Rahardjo memprediksi akan terjadi persoalan terkait Logam. Sementara itu, Kerbau mewakili unsur Tanah Basah. Kerbau juga disebut sebagai Kuburan Logam—yang diasosiasikan dengan Uang—dalam posisi terkubur di dalam Tanah.

“Oleh karena itu, orang perlu bekerja lebih keras untuk mendapatkan—atau menemukan—uang yang posisinya berada “di dalam tanah”. Seperti cari harta karun saja. Jadi, kita harus punya sense di mana uang itu berada dan kita menuju ke arah tersebut dengan membawa peralatan yang diperlukan dan cara-cara yang tepat.Secara garis besar, tahun ini akan ada perbaikan dalam ekonomi di semua negara,” pungkas Mauro.

Redaksi@realestat.id

Berita Terkait

Foto: Pixabay.com
Foto: Pixabay.com
Foto: Dok. Pixabay.com
Foto: Dok. Pixabay.com
Foto: Pixabay.com
Foto: Pixabay.com