Kementerian PUPR Salurkan Program BSPS Rp2,4 Miliar di Papua Tengah

Dalam penyaluran Program BSPS di Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, setiap unit rumah mendapatkan bantuan senilai Rp40 juta.

Foto: Dok. Kementerian PUPR
Foto: Dok. Kementerian PUPR

RealEstat.id (Deiyai) – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) menyalurkan program perumahan guna membantu penanganan kemiskinan ekstrem (PKE) masyarakat di Indonesia. Kali ini Kementerian PUPR melakukan peningkatan kualitas rumah tidak layak huni yakni Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah.

“Program penanganan kemiskinan ekstrem (PKE) melalui Program BSPS ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah. Jika rumah masyarakat sudah layak huni maka mereka bisa tinggal dengan aman, nyaman dan sehat,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto di Jakarta, Kamis (11/8/2022).

Baca Juga: Program BSPS Sasar 250 Rumah di Papua Barat, Bantuan Hingga Rp40 Juta per Unit

Menurutnya, Pemerintah terus mendorong percepatan penurunan kemiskinan ekstrem yang ditargetkan menjadi 0% pada 2024. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan ekstrem Indonesia saat ini mencapai 4% dari jumlah penduduk Indonesia atau 10,86 juta jiwa.

“Program BSPS ini merupakan program bantuan untuk menggerakkan dan meningkatkan keswadayaan masyarakat dalam pemenuhan rumah layak huni dan lingkungannya,” terang Iwan Suprijanto dalam siaran pers yang diterima RealEstat.id.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Papua I Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Faisal Soedarno mengatakan, pihaknya melalui Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Papua telah mengalokasikan anggaran senilai Rp2,4 miliar untuk 60 rumah masyarakat di Kabupaten Deiyai.

Baca Juga: Anggarkan Rp42,2 Miliar, Program BSPS Sasar 2.110 Rumah di Sumatera Barat

Bantuan ini, imbuhnya, sangat membantu bagi masyarakat untuk mendapatkan rumah layak huni dan juga mendorong program padat karya tunai sehingga mampu memberikan penghasilan juga bagi para pekerja yang mengerjakan rumah-rumah tersebut.

Program padat karya ini dinilai penting guna mengatasi dampak dari pandemi Covid-19 dan bentuk perhatian pemerintah pusat kepada pemerintah daerah khususnya masyarakat yang membutuhkan sehingga rumahnya menjadi layak huni, lebih sehat dan lebih nyaman.

“Dalam penyaluran Program BSPS di Deiyai, Papua Tengah ini, setiap unit rumah mendapatkan bantuan senilai Rp40 juta. Rinciannya adalah Rp35 juta untuk pembelian material bahan bangunan dan biaya upah tukang senilai Rp5 juta,” terang Faisal Soedarno.

Baca Juga: Kementerian PUPR Realisasikan Bantuan Bagi 60.706 Unit Rumah Swadaya

Salah penerima bantuan Program BSPS untuk penanganan kemiskinan ekstrem adalah keluarga Yoel Doo yang tinggal di Kampung Amago, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah. Yoel Doo pun mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan pemerintah sehingga rumahnya menjadi lebih layak huni.

“Program BSPS ini sangat bermanfaat bagi masyarakat serta dapat menumbuhkan lagi semangat gotong royong, dan saling membantu agar sama-sama menikmati bantuan yang telah diberikan oleh Kementerian PUPR,” pungkasnya.

Redaksi@realestat.id

Berita Terkait

Perumahan MBR (Foto: Kementerian PUPR)
Perumahan MBR (Foto: Kementerian PUPR)
Dirjen Perumahan, Iwan Suprijanto, tengah meninjau Rusun Pekerja Kawasan Industri Makassar. (Foto: dok. Kementerian PUPR)
Dirjen Perumahan, Iwan Suprijanto, tengah meninjau Rusun Pekerja Kawasan Industri Makassar. (Foto: dok. Kementerian PUPR)
Program bedah rumah (BSPS) di Kabupaten Kampar, Riau (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Program bedah rumah (BSPS) di Kabupaten Kampar, Riau (Foto: Dok. Kementerian PUPR)