Yakin Pasar Kondusif, ISPI Group Siapkan Sejumlah Strategi dan Proyek Baru di 2023

ISPI Group menilai, pasar properti saat ini dalam kondisi yang baik dan hal tersebut ditengarai bakal terus berlanjut di 2023.

Cluster de Okwood, Mutiara Gading City (Foto: istimewa)
Cluster de Okwood, Mutiara Gading City (Foto: istimewa)

RealEstat.id (Jakarta) – Kendati banyak pihak memprediksi akan terjadi resesi global yang diwarnai tingkat inflasi yang tinggi, ternyata hal tersebut tidak mengurangi optimisme para pengembang properti untuk melakukan ekspansi. Salah satunya adalah ISPI Group yang mempersiapkan sejumlah strategi dan proyek hunian andalan di Bekasi dan Depok.

Komisaris Utama ISPI Group, Preadi Ekarto mengatakan, pasar properti saat ini dalam kondisi yang baik dan hal tersebut ditengarai bakal terus berlanjut di 2023. Dia mencontohkan, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di September lalu—yang dikhawatirkan memacu inflasi tinggi dan menekan perekonomian masyarakat—ternyata tidak terjadi.

Menurutnya, indikasi yang terlihat adalah aktivitas masyarakat yang selalu ramai di Jakarta dan tempat wisata favorit seperti Puncak dan Bandung. Bahkan, jalan menuju Puncak dan Bandung selalu macet pada akhir pekan. Hal ini menunjukkan penurunan daya beli masyakat tidak signifikan, setidaknya di segmen masyarakat menengah ke atas.

Baca Juga: Kota Deltamas Rilis Cluster de Silva, Hunian Co-Living dengan Harga Rp500 Jutaan

Kondisi ini terbukti dengan permintaan hunian yang terus meningkat sejak Kuartal III 2022, seiring melandainya angka penyebaran virus Covid-19. Bahkan, ISPI Group di kuartal III lalu sukses memasarkan 300 unit rumah seharga Rp500 jutaan di Cluster Munchen Perumahan Mutiara Gading City, Bekasi.

“Tiga bulan lalu, kami berhasil menjual ludes (sold out) 300 unit rumah di satu cluster. Ini satu bukti kalau pasar hunian di segmen menengah semakin bagus. Saya dengar dari developer lain, penjualan mereka juga semakin meningkat,” ungkap Preadi Ekarto di lokasi Indonesia Properti Expo (IPEX) 2022 di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (23/11/2022).

Preadi Ekarto Komisaris ISPI Group IPEX 2022 realestat.id dok
Preadi Ekarto, Komisaris ISPI Group (tengah) di ajang IPEX 2022 (foto: istimewa)

Menanggapi kemungkinan terjadinya resesi ekonomi global pada 2023 yang menimbulkan ketidakpastian ekonomi termasuk di dalam negeri, Preadi mengaku tetap optimistis sektor properti terutama di segmen hunian menengah seharga Rp300 juta sampai Rp1 miliar tidak terlalu berdampak.

“Menurut saya, di Eropa mungkin sudah dan akan terjadi resesi. Tetapi Indonesia diuntungkan karena sejauh ini indikator ekonomi kita masih terkendali. Indeks harga saham gabungan terjaga dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga masih relatif stabil,” jelasnya.

Baca Juga: Grand Wisata Bekasi Pasarkan Water Terrace Tahap 2, Harga Mulai Rp3 Miliar

Terlebih untuk pasar hunian menengah, Preadi memprediksi di tahun depan tetap akan diminati. Pasalnya, dua tahun terakhir pasar residensial tertahan akibat pandemi. Tetapi saat ini aktivitas masyarakat sudah kembali normal dan bisa leluasa hadir di pameran properti atau melihat langsung ke lokasi perumahan.

Di sisi lain, suku bunga kredit properti di Indonesia saat ini sangat rendah. Banyak bank menawarkan bunga KPR di satu digit, bahkan di bawah 5%. Menurut Preadi, bunga KPR serendah itu baru pertama kali terjadi di Indonesia, sehingga dia yakin ke depan industri perumahan akan tetap bagus.
 
“Kalau pun bunga acuan Bank Indonesia naik, suku bunga KPR masih di satu digit. Ini tidak pernah terjadi, karena biasanya suku bunga KPR di Indonesia berada di besaran dua digit,” paparnya. "Dengan asumsi pasar residensial akan terus membaik, ISPI Group di 2023 berencana meluncurkan sejumlah proyek baru."

Baca Juga: Vista Land Rilis Puri Harmoni Muktiwari, Rumah Subsidi Seharga Rp168 juta di Cibitung

Di Mutiara Gading City misalnya, pada awal 2023 nanti akan diluncurkan Cluster Monaco dan New Okwood. Cluster terbaru tersebut sudah di-soft launching, bahkan sudah terjual sekitar 25% sebelum resmi diluncurkan. Mutiara Gading City merupakan proyek ISPI Group, 20 menit dari Kelapa Gading dan mudah diakses oleh berbagai tol.

Selain itu, di akhir tahun ini ISPI akan meluncur proyek residensial baru di Sawangan, Depok. Perumahan yang diberinama Sva Casa at Sawangan tersebut akan menyasar segmen menengah atas dengan harga mulai Rp950 jutaan. Total ada 210 unit yang dipasarkan di tahap pertama, dengan target omset diperkirakan sekitar Rp300 miliar.

“Saat ini kami lagi mematangkan desain rumahnya, dan Desember nanti diharapkan sudah di-launching,” pungkas Preadi.

Redaksi@realestat.id

Berita Terkait

Dari kiri ke kanan: Aldo Daniel, Managing Director Synthesis Huis; Astria Melanira, Kepala Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana; dan Nazaruddin Khuluk, Wakil Dekan III Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana berbincang usai mengisi kuliah umum di Universitas Krisnadwipayana, Kamis, 8 Desember 2022.
Dari kiri ke kanan: Aldo Daniel, Managing Director Synthesis Huis; Astria Melanira, Kepala Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana; dan Nazaruddin Khuluk, Wakil Dekan III Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana berbincang usai mengisi kuliah umum di Universitas Krisnadwipayana, Kamis, 8 Desember 2022.
Renovasi rumah (Foto: realestat.id)
Renovasi rumah (Foto: realestat.id)