Anggarkan Capex Rp1 Triliun, Indonesian Paradise Property (INPP) Genjot Pembangunan Tiga Proyek di 2024

Di kuartal I 2024, PT Indonesian Paradise Property, Tbk (INPP) mencatatkan pendapatan usaha Rp263 miliar, di mana pendapatan berulang meningkat 10,6%.

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Paparan Publik PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP), Kamis, 6 Juni 2024. (Foto: Realestat.id)
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Paparan Publik PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP), Kamis, 6 Juni 2024. (Foto: Realestat.id)

RealEstat.id (Jakarta) – PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP), perusahaan yang bergerak di bidang komersial, perhotelan, dan penjualan properti, mencatatkan kinerja keuangan yang baik hingga akhir 2023, yang didukung oleh pendapatan berulang (recurring income) sebesar 85%.

Di 2023 lalu, INPP berhasil memperoleh pendapatan usaha sebesar Rp1,105 triliun, di mana sebanyak Rp475 miliar didapat dari sektor perhotelan, Rp449 miliar dari komersial, Rp170 miliar dari penjualan properti, dan Rp13 miliar dari sektor lain.

Presiden Direktur dan CEO PT Indonesian Paradise Property Tbk, Anthony Prabowo Susilo menjelaskan, INPP adalah satu dari sedikit pengembang properti yang memiliki komposisi recurring income yang besar.

Menurut Anthony, idealnya, komposisi pendapatan dari penjualan properti INPP berkisar 20% - 30%, sedangkan 70% - 80% pendapatan dari recurring income.

Baca Juga: INPP Pertahankan Momentum Pertumbuhan Pendapatan Berkat Recurring Income

"Ke depan, kami fokus pada pertumbuhan berkelanjutan dan optimistis mampu tumbuh lebih pesat lagi dan meraih pendapatan yang signifikan, terutama melalui aliran pendapatan berulang kami,” jelasnya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Paparan Publik di Jakarta, Kamis (6/6/2024).

Hingga kuartal I 2024, INPP mencatatkan pendapatan sebesar Rp263 miliar. Tercatat, pendapatan berulang Perseroan mengalami peningkatan sebesar 10,6%.

Direktur dan CFO PT Indonesian Paradise Property Tbk, Surina menjelaskan, hal ini terutama didorong oleh penjualan yang kuat di segmen komersial, yang berkontribusi sebesar 44% terhadap total pendapatan.

Segmen perhotelan pun bertumbuh dengan baik dengan memberikan kontribusi sebesar 43% dari total pendapatan dan mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 16,1%.

Baca Juga: Masuki Dekade Ketiga, Paradise Indonesia Perkenalkan Identitas Baru yang Kekinian

"Di sisi lain, segmen penjualan properti INPP menyumbang 12% dari total pendapatan setelah mencatat penurunan sebesar 42,1%," terang Surina.

Di tahun 2024 ini, INPP menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 20%. Menurut Surina, target ini sejalan dengan kondisi industri properti yang semakin membaik.

“Setiap tahun kami menargetkan pertumbuhan pendapatan 20%, demikian juga dengan tahun ini. Sementara, untuk recurring income sampai akhir tahun kami targetkan di angka 70%," ungkap Surina.

Sementara itu, di tahun 2024 ini INPP menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (Capex) sebesar hampir Rp1 triliun Per Kuartal I 2024, realisasi anggaran belanja modal Perseroan telah mencapai 20%.

"Capex INPP tahun ini, digunakan untuk pembangunan Antasari Place Jakarta, 23 Paskal Shopping Center Extension Bandung, dan Mal 23 Semarang," tutur Surina.

Baca Juga: Tetap Optimis di Tahun Politik, Antasari Place Targetkan Serah Terima Unit Mulai Desember 2024

Sementara itu, Anthony Prabowo Susilo mengungkapkan, tower pertama Antasari Place di Jakarta Selatan ditargetkan rampung dan mulai diserahterimakan pada kuartal IV 2024.

"Menurut rencana, tower kedua—yang akan menggabungkan apartemen dan hotel—bakal dipasarkan di 2025," terangnya.

Anthony mengatakan, proyek komersial 23 Paskal Extension Bandung yang mulai dikerjakan di Kuartal III 2023 dijadwalkan selesai pada Kuartal I 2025.

"Sedangkan, pembangunan mal di Semarang dimulai pada kuartal III 2023, direncanakan beroperasi pada Kuartal I 2026," kata Anthony.

Di Kuartal I 2024 ini, INPP meluncurkan Hyatt Place yang terintegrasi dengan apartemen 31 Sudirman Suites, Makassar. Hotel ini merupakan Hyatt Place pertama di Indonesia.

"Apartemen 31 Sudirman Suites, yang dipasarkan dengan rentang harga Rp2 miliaran hingga Rp6 miliaran, saat ini telah terjual 86%," jelas Anthony.

Baca Juga: Hyatt Place Makassar Dibuka, Paradise Indonesia: Hotel Terbaik di Kota Anging Mammiri

Terbitkan Obligasi, Genjot pembangunan Properti

PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) pada semester II 2024 ini juga akan melakukan serangkaian aksi korporasi strategis.

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perusahaan telah memberikan persetujuan bagi perusahaan untuk menerbitkan obligasi korporasi.

Rencananya penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk proyek-proyek komersial, usaha perhotelan, dan inisiatif pengembangan properti.

“INPP berniat untuk mempercepat pertumbuhan dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham melalui aksi-aksi strategis ini,” tutur Anthony.

Perusahaan meyakini aksi korporasi ini bisa mendapat respon positif dari publik setelah sebelumnya berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan berkat kontribusi besar dari recurring income.

Baca Juga: Boyke Gozali: Meski Konservatif, Paradise Indonesia Jaga Kualitas dan Reputasi

Sebagai informasi, saat ini peringkat/outlook perusahaan dari Pefindo yang diperbarui pada 7 Jun 2023 adalah idBBB+ Stable.

Peringkat tersebut diberikan berkat konsistensi INPP memenuhi target pendapatan baik melalui segmen reccurring income dan non-reccuring income serta posisi pasar yang baik dengan kualitas aset yang baik, dan brand jaringan hotel yang kuat.

Optimistis terhadap prospek pertumbuhan, INPP menganggarkan belanja modal hampir Rp1 triliun di tahun fiskal ini yang disalurkan ke proyek-proyek yang sedang berjalan dan akan datang.

Lebih lanjut Anthony Prabowo Susilo juga mengungkapan, pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi mengeluarkan saham PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) dari Papan Pemantauan Khusus.

Keputusan BEI yang tertuang dalam Pengumuman Bursa No. Peng-CK00009/BEI.PLP/04-2024 ini mulai efektif pada hari Senin, 27 Mei 2024.

"Dengan dikeluarkannya dari papan pemantauan khusus maka saham INPP akan kembali menjadi penghuni papan pengembangan BEI," pungkasnya.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terkait

Vinilon menerapkan sistem energi panel surya, sebagai salah satu sumber energi listrik di pabriknya. (Foto: Istimewa)
Vinilon menerapkan sistem energi panel surya, sebagai salah satu sumber energi listrik di pabriknya. (Foto: Istimewa)
Tampilan booth Sharp di acara Jakarta Fair Kemayoran 2024 (Foto: Istimewa)
Tampilan booth Sharp di acara Jakarta Fair Kemayoran 2024 (Foto: Istimewa)