Gelontorkan Rp1 Triliun, KIIC Tambah Lahan Baru Seluas 105 Hektar

Melalui perluasan lahan baru seluas 105 hektar ini, pihak KIIC optimistis mampu mencapai target penjualan sebesar Rp750 miliar di 2022.

Groundbreaking Kawasan Karawang International Industrial City (KIIC)   perluasan lahan industri baru seluas 105 hektar yang dihadiri Koichi Yano (Perwakilan ITOCHU Corporation) bersama Makoto Yamaguchi (Presiden Direktur KIIC), Cellica Nurrachadiana (Bupati Karawang), Aep Syaepuloh (Wakil Bupati Karawang), Hongky J. Nantung (CEO Commercial National Sinar Mas Land), dan Sanny Iskandar (Direktur KIIC), Selasa, 12 Oktober 2021. (Foto: Dok. Sinar Mas Land)
Groundbreaking Kawasan Karawang International Industrial City (KIIC) perluasan lahan industri baru seluas 105 hektar yang dihadiri Koichi Yano (Perwakilan ITOCHU Corporation) bersama Makoto Yamaguchi (Presiden Direktur KIIC), Cellica Nurrachadiana (Bupati Karawang), Aep Syaepuloh (Wakil Bupati Karawang), Hongky J. Nantung (CEO Commercial National Sinar Mas Land), dan Sanny Iskandar (Direktur KIIC), Selasa, 12 Oktober 2021. (Foto: Dok. Sinar Mas Land)

RealEstat.id (Karawang) – Kawasan industri KIIC (Karawang International Industrial City) menyiapkan lahan baru seluas 105 hektar, yang merupakan bagian dari total area sekitar 1.500 hektar.

Sebagai simbol dimulainya pengembangan dan pembangunan di area perluasan lahan baru yang menelan investasi Rp1 triliun tersebut, KIIC menggelarprosesi  groundbreaking ceremony, Selasa (12/10/2021) .

Acara tersebut dihadiri oleh Cellica Nurrachadiana, Bupati Karawang; Aep Syaepuloh, Wakil Bupati Karawang; Makoto Yamaguchi, Presiden Direktur KIIC; Sanny Iskandar, Direktur KIIC; Koichi Yano, Perwakilan ITOCHU Corporation; serta Hongky J. Nantung, CEO Commercial National Sinar Mas Land. 

Baca Juga: Permintaan Lahan Kawasan Industri di Koridor Timur Jakarta Meningkat

Direktur KIIC, Sanny Iskandar mengungkapkan, pengembangan area baru ini tidak terlepas dari transformasi dunia usaha yang saat ini mulai menuju digitalisasi ekonomi. Dengan demikian, sektor-sektor usaha tentunya akan terus berkembang mengikuti tren ini.

“Permintaan akan lahan industri juga cukup tinggi terutama industri seperti data centerelectric vehicle, komponen pendukungnya, industri rantai pasok bagi e-commerce, dan sebagainya. Oleh karena itu, perluasan ini adalah bagian dari upaya KIIC guna menangkap momentum tersebut,” tutur Sanny Iskandar.

KIIC merupakan proyek joint venture antara Sinar Mas Land dengan ITOCHU Corporation dari Jepang dan telah bekerja sama selama 30 tahun untuk mengembangkan kawasan industri di Karawang. Proyek tersebut menerima penganugerahan penghargaan sebagai “Kawasan Industri Terbaik” dari Kementerian Perindustrian.

Baca Juga: Jababeka Bangun Ekosistem Industry 4.0 Terbesar di Indonesia

KIIC juga telah mendapatkan sertifikasi ISO 9001 (Quality), ISO 14001 (Environment), ISO 45001 (Health & Safety) serta pada tahun 2020 lalu telah mendapatkan status Biru pada Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Berstatus sebagai Objek Vital Nasional (OVNI), kami mengutamakan layanan dan keamanan berinvestasi bagi para tenant. Melalui perluasan lahan baru ini, KIIC optimistis mampu mencapai target penjualan sebesar Rp750 miliar di tahun 2022. Di area 105 hektar yang baru ini, KIIC sudah dapat menerima investor,” tambah Sanny Iskandar.

Lahan-Baru-Karawang-International-Industrial-City-KIIC-seluas-105-Hektar-Sinar-Mas-Land-realestat.id-dok
Perluasan lahan baru KIIC (Foto: Dok. Sinar Mas Land)

Kawasan Industri berkelas internasional ini didukung dengan lokasi yang strategis dan dapat diakses langsung dari Pintu Tol Karawang Barat 2. KIIC memiliki infrastruktur dan fasilitas yang sangat komprehensif guna mendukung keberlangsungan investasi salah salah satunya adalah tersedianya fasilitas Environmental Laboratory yang dapat melakukan uji sampel air limbah para tenant.

Baca Juga: Lokasi Strategis, Subang Smartpolitan Dilirik Puluhan Investor Asing

KIIC dikembangkan dengan konsep Kawasan Industri yang menggabungkan kegiatan industri manufaktur dan fasilitas yang terkait langsung dengan industri (rental warehouserental factory and officecommercial area, dan sebagainya) di mana kegiatan tersebut tidak bercampur dengan pengembangan area permukiman.

Terdapat sejumlah perusahaan yang telah mempercayakan investasinya di KIIC diantaranya Toyota, Yamaha, P & G, Philip Morris, Ajinomoto, Sharp, hingga Kao.

KIIC juga didukung dengan infrastruktur yang canggih sebagai kesiapan dalam memasuki era Industry 4.0, di antaranya:

Baca Juga: Timur Jakarta Dominasi Permintaan Ruang Kawasan Industri Jabodetabek

1. Power Supply dengan kapasitas 540 MVA, dapat ditingkatkan hingga 660 MVA.
2. Sistem Pengelolaan Air Bersih dengan kapasitas 35.000 m3/hari, dapat ditingkatkan hingga 45.000 m3 per hari.
3. Sistem Pengelolaan Air Limbah dengan kapasitas 36.000 m3/hari, dapat ditingkatkan hingga 45.000 m3 per hari.
4. Smart Water Meter System yang digunakan untuk pencatatan volume penggunaan air Tenant melalui aplikasi IoT.
5. Sistem Jaringan CCTV yang terkoneksi dengan Kepolisian setempat.
6. Jaringan fiber optic.
7. Penerapan sistem koordinat global untuk kemudahan penyewa/investor melacak lokasi secara online.
8. Smart Street Light yang menggunakan Sistem Cloud.

Redaksi@realestat.id

Berita Terkait

Gerbang Paramount Petals (Foto: dok. realestat.id)
Gerbang Paramount Petals (Foto: dok. realestat.id)
Mulberry Residence di Summarecon Bekasi.
Mulberry Residence di Summarecon Bekasi.
Unit rumah klaster HYRA didesain dengan menerapkan banyak bukaan dan jendela-jendela kaca besar. Dengan demikian, memberi keleluasaan akses untuk masuknya cahaya maupun sirkulasi udara. (Foto:Istimewa)
Unit rumah klaster HYRA didesain dengan menerapkan banyak bukaan dan jendela-jendela kaca besar. Dengan demikian, memberi keleluasaan akses untuk masuknya cahaya maupun sirkulasi udara. (Foto:Istimewa)