RealEstat.id (Jakarta) – PT Credit Bureau Indonesia (CBI) ditunjuk sebagai mitra Lembaga Pengelola Informasi Perkreditan (LPIP) untuk memperluas akses pembiayaan usaha melalui SAPA UMKM.
SAPA UMKM merupakan platform digital terintegrasi milik Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI.
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kesiapan jutaan pelaku UMKM dalam mengakses pembiayaan formal melalui pengelolaan profil usaha yang lebih kredibel.
Pengumuman kemitraan tersebut berlangsung pada peringatan Hari Kewirausahaan dan UMKM Nasional 2026 di Gedung SMESCO Indonesia beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Platform Digital Andalan UMKM Bantu Pelaku Usaha Lebih Siap Akses Kredit Perbankan
Melalui kerja sama ini, platform Andalan UMKM milik CBI akan terhubung langsung dengan SAPA UMKM. Mereka menargetkan dapat menjangkau lebih dari 57 juta UMKM di Indonesia.
Perkuat Profil Usaha
Kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional mencapai lebih dari 60% produk domestik bruto (PDB) dan menyerap sekitar 97% tenaga kerja.
Namun, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sekitar 69,5% pelaku UMKM masih belum memperoleh akses pembiayaan perbankan.
Kendala tersebut bukan hanya dipengaruhi terbatasnya akses ke lembaga keuangan.
Akan tetapi juga kesiapan administrasi, kelengkapan dokumen, hingga minimnya rekam jejak kredit yang menjadi pertimbangan dalam proses penilaian pembiayaan.
Baca Juga: MMP Luncurkan ‘digudang’, Layanan Ruang Penyimpanan Pribadi dan UMKM di Jakarta
Melalui SAPA UMKM, pemerintah menghadirkan satu platform yang mengintegrasikan layanan pembiayaan, pelatihan, akses pasar, peningkatan produktivitas, hingga berbagai program pemerintah.
Integrasi dengan Andalan UMKM melengkapi layanan tersebut dengan fasilitas untuk membantu pelaku usaha membangun profil usaha yang lebih terpercaya.
Dorong UMKM Masuk Ekosistem Pembiayaan
Melalui keterangan tertulis Rabu (22/07/2026), Kepala Biro Data dan Teknologi Informasi Kementerian UMKM, Anang Rachman mengatakan SAPA UMKM dikembangkan sebagai platform nasional yang mengintegrasikan data, layanan, serta program pemerintah.
Hal ini dilakukan guna mempermudah pelaku usaha memperoleh pembiayaan, pendampingan, dan perlindungan usaha.
Menurutnya, sistem satu data UMKM yang akurat akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat ekonomi lokall.
Baca Juga: Terintegrasi Kredit Program Perumahan, Menteri PKP: KUR Perumahan Bikin UMKM Naik Kelas
Sementara itu, Direktur Utama CBI Anton Adiwibowo menilai tantangan terbesar UMKM terdapat pada kesiapan data dan administrasi.
Karena itu, Anton berharap integrasi Andalan UMKM dapat membantu pelaku usaha memahami profil bisnisnya.
Mereka juga bisa memperbaiki aspek yang masih kurang, serta meningkatkan peluang memperoleh pembiayaan formal secara berkelanjutan.
“Kami percaya bahwa pelaku UMKM yang memahami profil usahanya akan memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh akses pembiayaan dan mengembangkan bisnisnya,” pungkas Anton.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








