Lompat ke konten utama

RealEstat.id

Nuanu Real Estate Hadirkan Properti Berbasis Ekosistem di Bali, Tawarkan Investasi Jangka Panjang

Seluruh proyek Nuanu Real Estate terhubung dengan Nuanu Creative City, sehingga penghuni dapat menikmati berbagai fasilitas dan pengalaman dalam satu kawasan.
Nyanyi Beach Nuanu Creative City real estate Pasar Properti Bali Realestat.id dok
Pantai Nyanyi (Foto: Dok. Nuanu Creative City)

RealEstat.id (Bali) – Industri properti premium di Bali terus berkembang dengan menghadirkan berbagai konsep hunian eksklusif. Namun, di tengah ketatnya persaingan, Nuanu Real Estate memilih pendekatan yang berbeda.

Tidak sekadar membangun hunian, perusahaan ini menghadirkan properti yang menjadi bagian dari sebuah ekosistem kota kreatif melalui pengembangan Nuanu Creative City.

Konsep tersebut diyakini mampu menciptakan nilai investasi yang lebih berkelanjutan karena mengintegrasikan kawasan residensial dengan seni, budaya, teknologi, wellness, pendidikan, ruang publik, hingga berbagai aktivitas yang terus hidup sepanjang tahun.

Director Nuanu Real Estate, Anastasia Sinberg, mengatakan bahwa kualitas sebuah kawasan kini menjadi faktor utama yang menentukan nilai investasi properti dalam jangka panjang.

Baca Juga: Nuanu Real Estate Hadirkan Hunian Premium Luna Residences, Harga Mulai Rp3,3 Miliar

“Menurut kami, investasi properti yang paling kuat dibangun di atas sebuah kawasan berkualitas, dan itulah yang sedang kami wujudkan di Nuanu,” katanya, menjawab pertanyaan Realestat.id.

Menurutnya, Nuanu tidak hanya membangun hunian, tetapi menghadirkan rumah yang menjadi bagian dari sebuah kota yang hidup, di mana properti terintegrasi dengan ekosistem yang lebih besar.

Ia menjelaskan bahwa preferensi pembeli properti saat ini telah mengalami perubahan. Konsumen tidak lagi hanya mempertimbangkan ukuran bangunan maupun desain arsitektur, tetapi juga kualitas hidup, komunitas yang terbentuk, serta prospek kawasan dalam jangka panjang.

Karena itu, seluruh proyek Nuanu Real Estate dirancang terhubung langsung dengan Nuanu Creative City sehingga penghuni dapat menikmati berbagai fasilitas dan pengalaman dalam satu kawasan, mulai dari seni dan budaya, pendidikan, kebugaran, ruang hijau, hingga layanan premium yang terus berkembang.

“Integrasi inilah yang menciptakan nilai tambah yang tidak dapat diberikan oleh pengembangan properti yang berdiri sendiri,” kata Anastasia.

Anastasia Sinberg Nuanu Real Estate realestat.id dok
Anastasia Sinberg, Director Nuanu Real Estate (Foto: Istimewa)

Baca Juga: Bangun Ekosistem Kreatif di Bali, Nuanu Creative City Genjot Pembangunan 12 Proyek Hunian dan Distrik Kuliner Sutala

Lebih lanjut, dia menuturkan, pendekatan berbasis ekosistem menjadi fondasi utama dalam meningkatkan daya tarik sekaligus nilai investasi properti.

“Kami menilai bahwa nilai sebuah properti tidak lagi hanya ditentukan oleh kualitas bangunan, tetapi juga oleh kualitas lingkungan yang mengelilinginya,” terangnya.

Di sisi lain, kawasan yang hidup dengan berbagai aktivitas, komunitas, dan fasilitas akan tetap menarik bagi penghuni maupun wisatawan sepanjang tahun sehingga mampu menjaga permintaan dan nilai aset.

Bagi Anastasia Sinberg, membeli hunian bukan sekadar memiliki sebuah rumah, tetapi menjadi bagian dari kawasan yang dirancang secara menyeluruh di dalam Nuanu Creative City.

“Seiring berkembangnya kota ini dengan berbagai fasilitas, pengalaman, dan komunitas baru, kami percaya kawasan dan nilai properti di dalamnya juga akan terus bertumbuh bersama,” jelasnya.

Baca Juga: Terbuka untuk Investasi, Nuanu Real Estate Luncurkan X Hotel

Masterplan Jangka Panjang: Kunci Pertumbuhan Nilai Properti

Untuk menjaga pertumbuhan nilai investasi sekaligus memberikan potensi imbal hasil yang kompetitif, Nuanu Real Estate mengedepankan pengembangan kawasan melalui masterplan jangka panjang.

Masterplan tersebut mengintegrasikan kawasan residensial, area komersial, ruang seni dan budaya, fasilitas wellness, hingga ruang publik dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

Salah satu strategi yang diterapkan adalah membatasi pembangunan hanya sekitar 30% dari total lahan seluas 44 hektare.

Langkah tersebut dilakukan bukan hanya sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan, tetapi juga untuk menjaga kualitas kawasan dan menghindari pembangunan yang berlebihan.

“Dengan tetap melestarikan lingkungan di sekitar setiap hunian, kami percaya daya tarik kawasan akan terus terjaga, tidak hanya hari ini, tetapi juga lima, sepuluh, hingga dua puluh tahun ke depan,” ungkap Anastasia.

Baca Juga: Resmi Diperkenalkan, OXO The Pavilions Jadi Babak Baru Pengembangan Lifestyle Real Estate

Selain pembangunan fisik, Nuanu juga berfokus membangun komunitas kreatif yang terdiri atas para entrepreneur, inovator, kreator, hingga berbagai pelaku industri kreatif.

Menurutnya, komunitas yang kuat menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan nilai properti yang berkelanjutan.

Terkait kompetisi, Anastasia Sinberg menilai, meningkatnya jumlah proyek properti premium di Bali merupakan sinyal positif karena menunjukkan pasar yang semakin matang.

Namun demikian, ia mengakui bahwa konsumen kini jauh lebih selektif dalam menentukan investasi. Mereka tidak hanya melihat konsep pemasaran atau desain proyek, tetapi juga memperhatikan rekam jejak pengembang, kualitas pengelolaan kawasan, serta kemampuan proyek mempertahankan relevansi dalam jangka panjang.

Oleh karena itu, Nuanu Real Estate memilih tetap fokus menjalankan masterplan yang telah disusun sejak awal, terus meningkatkan kualitas kawasan residensial, serta membangun sebuah tempat yang benar-benar dipilih orang untuk dihuni.

“Dalam jangka panjang, kami percaya bahwa eksekusi yang disiplin dan visi jangka panjang merupakan keunggulan kompetitif yang paling berkelanjutan,” katanya.

Baca Juga: Kawasan Bali Barat Tawarkan Hidden Gem Bagi Para Investor Properti

Nuanu Creative City Bali Property realestat.id dok
Nuanu Creative City, Bali (Foto: Dok. Realestat.id/Anto Erawan)

Keberlanjutan Jadi Fondasi Pengembangan Kawasan

Isu keberlanjutan juga menjadi bagian penting dalam pengembangan Nuanu Creative City. Anastasia menegaskan bahwa aspek lingkungan telah menjadi bagian dari proses perencanaan sejak awal pembangunan.

Hal tersebut diwujudkan melalui keberadaan Nature Team, salah satu tim terbesar di Nuanu yang terlibat dalam setiap tahapan pengembangan guna memastikan setiap keputusan mempertimbangkan aspek lingkungan.

Anastasia menuturkan, komitmen tersebut menghasilkan berbagai capaian, di antaranya tingkat daur ulang sampah mencapai 94,84% melalui sistem pemilahan limbah, pengomposan, serta redistribusi limbah organik.

Selain itu, kawasan juga memanfaatkan kendaraan listrik untuk mobilitas internal, menggunakan sistem tenaga surya, serta telah menanam lebih dari 15.000 pohon dengan metode Miyawaki guna meningkatkan keanekaragaman hayati.

“Prinsip-prinsip tersebut juga menjadi dasar dalam pengembangan proyek-proyek residensial kami, mulai dari infrastruktur berkelanjutan, sistem pengelolaan limbah, solusi hemat energi, hingga perencanaan kawasan yang mengutamakan alam dan budaya Bali,” jelasnya.

Menurutnya, pendekatan tersebut bukan hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam mempertahankan nilai properti bagi pemilik maupun investor dalam jangka panjang.

Baca Juga: Kembangkan Ecoverse, NPG Indonesia Beri Jaminan Struktur Bangunan 25 Tahun

Progres Pengembangan Proyek

Di sisi pengembangan proyek, Nuanu Real Estate juga mencatat progres signifikan. Sejumlah proyek seperti Nuanu Village by Unit Space Group, The Collection Vol. 1 by 618 Development, dan Ecoverse by NPG Indonesia telah memasuki tahap serah terima kepada para pemilik.

Khusus Ecoverse, proyek tersebut kini telah beroperasi dengan skema penyewaan harian yang dikelola secara profesional oleh OXO, sehingga pemilik memiliki peluang memperoleh pendapatan dari penyewaan jangka pendek dengan standar layanan setara hotel.

Sementara itu, proses serah terima OXO The Residences dan The Collection Vol. 2 ditargetkan berlangsung pada kuartal IV tahun ini.

Nuanu juga memperkenalkan proyek residensial terbarunya, Luna Residences, yang mendapat sambutan positif sejak diluncurkan. Penjualan dilakukan secara bertahap, dan lebih dari separuh unit pada tahap pertama telah berhasil terjual.

Anastasia mengungkapkan, hingga akhir 2028, Nuanu Real Estate menargetkan telah menyerahkan lebih dari 500 unit hunian di seluruh portofolio, mulai dari studio, townhouse, hingga villa.

“Setiap proses serah terima menjadi langkah penting dalam mewujudkan visi jangka panjang kami untuk menghadirkan pengalaman hunian yang terintegrasi di dalam Nuanu Creative City,” tutupnya.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait