Lompat ke konten utama

RealEstat.id

BP Tapera Dorong Kolaborasi Penyediaan Hunian Pekerja di Kawasan Industri

Lewat program pembiayaan perumahan, BP Tapera hadir membantu pekerja di kawasan industri, agar memiliki akses terhadap hunian yang layak.
Perumahan Subsidi MBR KPR FLPP BP Tapera 2025 2026 Kementerian PKP apersi Realestat.id dok pekerja kawasan industri
Foto: Dok. BP Tapera

RealEstat.id (Jakarta) – Guna mempercepat penyediaan hunian layak bagi pekerja, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mendorong kolaborasi strategis dengan pengelola kawasan industri, pengembang, perbankan, dan investor.

Hal tersebut diungkapkan Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera, Sid Herdi Kusuma, dalam ATTEC Global Investment Forum yang menjadi rangkaian acara Jakarta International Investment, Trade, Tourism, and SMEs Expo (JITEX) 2026.

Dalam sesi forum diskusi, dia menyampaikan materi mengenai skema pembiayaan perumahan BP Tapera serta peluang kolaborasi dalam mendukung penyediaan hunian pekerja di kawasan industri.

Sid Herdi Kusuma menjelaskan bahwa perkembangan kawasan industri akan diikuti dengan peningkatan kebutuhan tenaga kerja.

Oleh karena itu, kesejahteraan pekerja, termasuk akses terhadap kepemilikan rumah, menjadi salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan.

Baca Juga: BP Tapera Gencarkan Sosialisasi KPR FLPP, Buka Akses Rumah Subsidi bagi Masyarakat

“Setiap kawasan industri menurut pandangan kami memerlukan sumber daya manusia yang mumpuni. Karena jumlah penyerapan pegawai dan kebutuhan pekerja akan terus meningkat seiring dengan berkembangnya kawasan industri,” ujarnya.

Menurut Sid Herdi Kusuma, salah satu bentuk kesejahteraan yang diharapkan pekerja adalah memiliki rumah sendiri. Melalui program pembiayaan perumahan, BP Tapera hadir untuk membantu masyarakat, khususnya pekerja di kawasan industri, agar memiliki akses terhadap hunian yang layak.

“Salah satu kesejahteraan yang selalu diharapkan oleh para pekerja itu adalah memiliki rumah. Di sinilah peran BP Tapera masuk,” jelasnya.

Dia menyampaikan bahwa dalam program tiga juta rumah, penerima manfaat KPR subsidi banyak berasal dari kalangan buruh yang bekerja di kawasan industri.

Melihat kebutuhan tersebut, BP Tapera membuka peluang kolaborasi dengan pengelola kawasan industri untuk merancang dukungan perumahan pekerja secara lebih strategis.

Baca Juga: Mitra Driver Gojek Kini Bisa Akses KPR Subsidi FLPP dengan DP 0%, Apa Syaratnya?

“Kami ingin berkolaborasi bagaimana secara strategis dan terencana, kami bisa mendukung kawasan industri ini dengan perkembangan perumahannya,” ungkap Sid.

Dalam mendukung penyaluran pembiayaan, BP Tapera bekerja sama dengan 43 mitra perbankan yang siap menyalurkan KPR subsidi.

Berdasarkan data realisasi BP Tapera, hingga September 2026 penyaluran KPR Sejahtera FLPP telah mencapai sekitar 153.161 unit rumah dengan nilai pembiayaan sekitar Rp19,1 triliun.

Sid Herdi Kusuma menjelaskan bahwa KPR subsidi memiliki sejumlah kemudahan bagi masyarakat, di antaranya uang muka yang ringan dan suku bunga tetap hingga kredit selesai.

“Melalui program ini DP-nya hanya perlu 1 persen saja. Suku bunganya 5 persen dan ini tidak berubah hingga KPR tersebut lunas dan rumah menjadi milik,” jelasnya.

Baca Juga: Tenor Cicilan KPR Subsidi Bisa 40 Tahun, BP Tapera Paparkan Skemanya

Selain itu, program KPR subsidi juga memberikan tenor pembiayaan hingga 40 tahun sehingga masyarakat dapat memperoleh cicilan yang lebih terjangkau.

“Dengan 700 ribu rupiah per bulan, masyarakat sudah dapat menghuni rumah dan mencicil rumah tersebut hingga lunas,” tambah Sid Herdi Kusuma.

BP Tapera juga menyediakan berbagai dukungan lain dalam program KPR subsidi, seperti bantuan uang muka sebesar Rp4 juta, pembebasan PPN, serta dukungan premi asuransi dari perbankan.

Selain rumah tapak, BP Tapera turut mengembangkan skema KPR rusun subsidi bagi masyarakat yang ingin tinggal lebih dekat dengan lokasi kerja di kawasan perkotaan.

Melalui forum ATTEC Global Investment Forum, BP Tapera berharap semakin banyak terjalin kerja sama dengan investor, pengembang, dan pengelola kawasan industri untuk menciptakan ekosistem hunian pekerja yang terintegrasi.

“Ini yang selalu kita komunikasikan kepada masyarakat khususnya buruh, agar ini meningkatkan kesejahteraan, kesehatan, dan pada akhirnya terjadi wealth creation bagi setiap individu tersebut,” tutup Sid Herdi Kusuma.

Baca Juga: Penyaluran Dana FLPP 2026 Tembus 91.531 Unit, BP Tapera Optimistis Target 350.000 Rumah Dapat Tercapai

Digelar di JIEXPO Convention Centre, Kemayoran, Jakarta, kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Asian Trade, Tourism and Economics Council (ATTEC) bersama Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO).

ATTEC Global Investment Forum juga menjadi forum strategis yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas peluang perdagangan, investasi, serta pengembangan ekosistem ekonomi Indonesia.

Ketua Umum Asian Trade, Tourism and Economics Council (ATTEC), Budihardjo Iduansjah, menyampaikan bahwa penguatan investasi perlu didukung dengan ekosistem yang lengkap, termasuk kebutuhan terhadap hunian bagi pekerja.

“Investasi di kawasan ekonomi dan industri tidak hanya membutuhkan pembangunan pabrik dan infrastruktur, tetapi juga membutuhkan dukungan sumber daya manusia serta fasilitas pendukung, termasuk penyediaan rumah bagi para pekerja,” katanya.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait