Lompat ke konten utama

RealEstat.id

CBRE Ungkap Dampak Pemanfaatan AI Terhadap Masa Depan Industri Properti

Artificial intelligence (AI) telah mendefinisikan ulang bagaimana perusahaan bekerja, berinvestasi, serta memanfaatkan aset properti.
smart home ai artificial intelligence properti realestat.id dok
Ilustrasi Foto: Realestat.id

RealEstat.id (Jakarta) – Perkembangan pesat artificial intelligence (AI) membuatnya semakin memegang peranan penting dalam dunia bisnis, termasuk industri properti.

Teknologi Kecerdasan buatan ini berkembang menjadi kebutuhan strategis bagi bisnis, yang mengubah tren industri.

Tak hanya itu, AI juga mendefinisikan ulang bagaimana perusahaan bekerja, berinvestasi, serta memanfaatkan aset properti.

Seiring makin banyaknya organisasi mengadopsi AI untuk meningkatkan produktivitas dan pengambilan keputusan, muncul pertanyaan: bagaimana dampak AI terhadap masa depan ruang perkantoran, lapangan pekerjaan, dan permintaan terhadap properti komersial?

Baca Juga: ATR/BPN Dorong Optimalisasi AI untuk Pengelolaan Data Pertanahan yang Efisien dan Aman

Bukan Konsep Masa Depan

Anton Sitorus, Senior Director dan Head of Research & Consulting CBRE Indonesia, menilai perkembangan AI mulai membawa perubahan signifikan terhadap industri properti.

Menurutnya, kecerdasan buatan bukan lagi sebuah konsep masa depan. Hal ini sudah merupakan kondisi riil yang dampaknya semakin besar di sektor properti.

“Teknologi AI sudah mempengaruhi cara orang berbisnis, cara karyawan bekerja, dan cara pengguna mengevaluasi kebutuhan ruang mereka,” jelas Anton.

Dia mengatakan masih banyak kekhawatiran terkait potensi AI menggantikan tenaga kerja. Namun, analisis CBRE menunjukkan bahwa AI lebih mungkin mengubah jenis pekerjaan yang ada dan meningkatkan efisiensi kerja, daripada secara signifikan mengurangi permintaan ruang kantor dalam jangka pendek.

Baca Juga: Sinar Mas Land Dorong Transformasi Digital Sektor Properti Lewat Implementasi Teknologi AI

Anton menuturkan, di kawasan Asia Pasifik, hanya sebagian kecil pekerjaan yang dianggap sangat rentan terhadap disrupsi AI.

“Saat ini, sebagian besar pekerja masih memiliki kapasitas yang kuat untuk beradaptasi melalui peningkatan keterampilan (reskilling) dan mobilitas pekerjaan,” katanya.

Sementara itu, Angela Wibawa, Managing Director CBRE Indonesia, menegaskan bahwa pasar properti Jakarta terus menunjukkan ketahanan.

“Ke depan, transformasi teknologi yang dipimpin oleh AI akan menghadirkan tantangan sekaligus peluang, namun prospek jangka panjang pasar properti Jakarta tetap positif,” tuturnya.

Baca Juga: Tawarkan 4 Keunggulan Smart Living, Metland dan Orpin Hadirkan AI Canggih: MIRA

Pengaruh AI terhadap Sektor Properti

Riset CBRE Indonesia menyebut, di sektor hunian, AI diperkirakan tidak akan secara langsung mengurangi jumlah kebutuhan. Akan tetapi, penerapan AI berpotensi memberikan dampak positif terhadap diferensiasi produk dan efisiensi pengelolaan properti.

Teknologi rumah pintar (smart home) diperkirakan semakin banyak diterapkan dan akan menjadi bagian dari pengembangan hunian modern.

Sementara itu, permintaan terhadap proyek hunian yang terintegrasi dengan teknologi digital diperkirakan akan meningkat.

Hal ini disebabkan konsumen semakin mempertimbangkan konektivitas digital dan ketersediaan infrastruktur teknologi sebagai salah satu faktor dalam memilih tempat tinggal.

Baca Juga: SiteMinder Integrasikan AI untuk Distribusi Hotel, Mudahkan Pemesanan Bagi Wisatawan

Di sektor logistik, AI mendorong peningkatan efisiensi rantai pasok dan operasional logistik. Pemanfaatan teknologi AI, otomatisasi gudang, robotika, serta optimalisasi persediaan barang turut mendukung pertumbuhan e-commerce.

Di sektor perhotelan, permintaan akan kamar hotel bisnis berpotensi mengalami perubahan seiring kemungkinan berkurangnya perjalanan dinas akibat pemanfaatan AI. Namun, penerapan AI diperkirakan akan berdampak pada peningkatan profitabilitas hotel.

Sejumlah penerapan AI di industri perhotelan meliputi: sistem manajemen pendapatan berbasis AI (AI-powered revenue management), penetapan harga kamar secara dinamis (dynamic room pricing), personalisasi pengalaman tamu (personalized guest experience), serta otomatisasi layanan pelanggan (automated customer service).

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait