RealEstat.id (Jakarta) – Kendati terdapat ketidakpastian global, namun kondisi ekonomi dalam negeri masih mendukung aktivitas pasar properti.
Menurut Angela Wibawa, Managing Director CBRE Indonesia, Indonesia terus menunjukkan ketahanan ekonomi yang kuat.
Kondisi ini terbantu oleh pertumbuhan yang stabil, inflasi yang terkendali, aktivitas investasi yang berkelanjutan, dan pertumbuhan populasi yang menopang pasar domestik.
“Konsumen masih tetap aktif, namun semakin selektif dengan berfokus pada kualitas, efisiensi, dan long-term value creation,” ujarnya.
Angela Wibawa optimistis, pasar properti Jakarta terus menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian global.
“Meskipun ada ketidakpastian global, fundamental pasar properti Jakarta berangsur membaik di sebagian besar sektor, khususnya industri, logistik, dan data center,” terangnya.
Baca Juga: Sektor Perumahan Jadi Prioritas, Pemerintah dan Bank Indonesia Perkuat Pembiayaan Hunian
Fitur Sustainability Kian Diminati
Judy Sinurat, Senior Director dan Co-Head of Office Services CBRE Indonesia mengungkapkan, peningkatan aktivitas sewa sektor perkantoran Jakarta masih berlanjut di berbagai kawasan.
Di kawasan CBD Jakarta, net take-up mencapai sekitar 22.900 m² pada Kuartal III 2026. Sementara, tingkat hunian meningkat menjadi 76,6%, atau level tertinggi sejak periode pemulihan pasca-pandemi.
Menurutnya, permintaan tetap terkonsentrasi pada gedung perkantoran Premium Grade dan Grade A, seiring strategi flight-to-quality para tenant.
“Gedung yang menawarkan spesifikasi modern, fitur sustainability, fasilitas lengkap, serta lingkungan kerja yang berkualitas terus mencatat kinerja lebih baik,” katanya.
Judy menambahkan, kinerja sewa gedung Premium dan Grade A juga meningkat, mencerminkan preferensi yang semakin kuat terhadap aset berkualitas tinggi.
Di sisi lain, pemilik gedung semakin fokus pada inisiatif peningkatan aset, termasuk program renovasi, perbaikan lingkungan kerja, dan peningkatan fasilitas. “Tujuannya, untuk menjaga daya saing serta meningkatkan retensi tenant,” tuturnya.
Baca Juga: Workplace Strategy: Kini Kantor Tak Sekadar Menghitung Karyawan dan Luas Ruang
Permintaan Dari Sektor FMCG
Sementara itu, pasar perkantoran Non-CBD Jakarta juga mencatat momentum positif dengan net take-up sekitar 21.600 m², sementara tingkat hunian tetap stabil di 73,2%.
Menurut Albert Dwiyanto, Senior Director dan Co-Head of Office Services CBRE Indonesia, permintaan ruang perkantoran terutama berasal dari instansi pemerintah serta perusahaan yang bergerak di sektor barang konsumsi (FMCG), teknologi, kimia, dan energi.
Kemudahan akses dan konektivitas dengan jaringan transportasi utama tetap menjadi pertimbangan penting bagi perusahaan dalam memilih lokasi kantor. “Oleh karena itu, kawasan dengan akses transportasi yang baik terus menarik minat tenants,” ujarnya.
Albert memaparkan, perusahaan kini semakin mempertimbangkan keseimbangan antara kemudahan akses, efisiensi biaya, dan kualitas gedung dalam memilih lokasi kantor.
Selain biaya sewa, workplace experience, efisiensi operasional, sustainability, dan kesejahteraan karyawan juga menjadi faktor yang semakin penting dalam pengambilan keputusan.
“Gedung perkantoran yang terus meningkatkan kualitas fasilitas dan kenyamanan bagi penyewa akan memiliki daya saing yang lebih baik dalam menarik dan mempertahankan penyewa di tengah persaingan pasar yang semakin ketat,” jelas Albert.
Baca Juga: Depresiasi Rupiah Tekan Pasar Hunian Ekspatriat di Jakarta, Perusahaan Asing Makin Selektif
Logistik Masih yang Terkuat
Pada kesempatan tersebut, Ivana Susilo, Head of Capital Markets & Industrial Logistics CBRE Indonesia menyatakan, sektor industri dan logistik tetap menjadi sektor dengan kinerja terkuat.
Penyerapan lahan industri mencapai sekitar 59 hektare selama kuartal ketiga, sehingga mendorong tingkat hunian kawasan industri di Jabodetabek menjadi 91,6%.
“Occupiers tetap terkonsentrasi di koridor industri yang sudah established seperti Cikarang dan Karawang, yang memiliki infrastruktur yang kuat serta ekosistem industri yang matang,” urainya.
Menurutnya, faktor pembeda yang semakin penting di antara kawasan industri adalah kualitas utilitas dan infrastruktur.
Akses listrik, air, dan jaringan telekomunikasi yang prima semakin memengaruhi keputusan occupiers, terutama operator data center dan industri berbasis teknologi. “Tren ini turut mendorong pertumbuhan harga lahan di lokasi industri utama,” ujar Ivana.
Ia juga menambahkan bahwa di sektor logistik, tingkat hunian mencapai sekitar 97,0%, didukung oleh permintaan yang terus berlanjut dari sektor e-commerce, manufaktur, penyedia jasa third-party logistics, dan operator cold-chain.
Pasokan baru relatif terbatas, sehingga membantu menjaga fundamental pasar tetap sehat sekaligus mendukung pertumbuhan tarif sewa di koridor logistik Jabodetabek.
“Kualitas infrastruktur kini menjadi salah satu faktor utama dalam kawasan industri. Bagi banyak perusahaan, khususnya operator data center, utilitas yang baik kini sama pentingnya dengan lokasi,” tambah Ivana.
Baca Juga: Lahan Industri di Greater Jakarta Tambah 40 Hektare, Koridor Karawang–Purwakarta Jadi Pemasok Utama
Kinerja Mal Premium yang Terbaik
Anton Sitorus, Senior Director dan Head of Research & Consulting CBRE Indonesia, menyampaikan bahwa pasar properti ritel Jakarta kembali mencatat penguatan kinerja pada Kuartal III 2026.
Dia menerangkan, tingkat hunian pusat perbelanjaan secara keseluruhan meningkat menjadi 86,8%, didukung oleh penyerapan positif dan ekspansi para peritel.
“Sementara, mal premium terus mencatat kinerja terbaik di antara segmen-segmen lain, dengan tingkat hunian di atas 95%,” terangnya.
Menurut Anton, para peritel semakin memilih destinasi ritel berkinerja tinggi yang mampu menghadirkan customer experience yang berbeda.
Konsumen kini semakin memandang mal sebagai destinasi dengan pengalaman unik, bukan sekadar tempat berbelanja.
“Perubahan ini terus menguntungkan mal premium yang memiliki kombinasi tenant yang kuat, penawaran lifestyle yang menarik, dan elemen pengalaman yang lebih lengkap,” pungkasnya.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








