RealEstat.id (Jakarta) - Membangun rumah sesuai aturan feng shui tidak bisa sembarangan. Ada tips dan kiat yang harus dipatuhi. Namun, teori feng shui yang digunakan sebagai pedoman membangun rumah tidaklah rumit.
Teori yang membahas feng shui membangun rumah sederhana saja, yaitu “siklus destruktif elemen”, di mana kelima elemen (air, api, logam, kayu, dan tanah) saling ‘mengancam’ satu sama lain.
Sebagai contoh: Air membunuh Api, Api melelehkan Logam, Logam memotong Kayu, dan Kayu menguras isi Tanah.
Baca Juga: Pengaruh Energi Lingkungan Pada Feng Shui Rumah, Jangan Diabaikan!
Sementara itu, lima elemen bisa diwakili oleh karakter bentuk rumah: kotak dan persegi mewakili elemen Tanah; bulat dan lengkung mewakili Logam; berombak mewakili Air; runcing mewakili Api; serta lonjong dan memanjang mewakili Kayu.
Jika diperhatikan, kebanyakan rumah di Indonesia memiliki atap dari genteng, dengan bentuk atap limasan (piramida) yang tergolong dalam bentuk Api. Karena Api menghasilkan Tanah, maka jika rumah yang akan kita bangun berada di tengah-tengah rumah berbentuk Api, kita Tidak bisa membangun rumah dengan bentuk Logam (dengan pola lengkungan).
Baca Juga: Aturan Feng Shui Apartemen Terkait Arah Hadap Terbaik
Bagaimana jika kita berada di tengah-tengah kawasan yang mayoritas bentuk rumahnya bergaya minimalis (elemen Tanah)? Menurut teori Siklus Produktif, kita harus memilih bangunan berbentuk Logam, yaitu yang memiliki bentuk melengkung.
Tentu saja ini jadi merepotkan. Tetapi bukan berarti bangunan berbentuk elemen ‘Logam’ tidak bisa dibangun (dikonstruksikan). Karena kecanggihan teknologi dan bahan bangunan pada zaman sekarang ini telah memungkinkan kita untuk mendapatkan bentuk bangunan seperti apapun. Meski demikian, jangan membangun rumah/bangunan berbentuk gelombang (karakter Air).
Baca Juga: Pakar Feng Shui: Rumah Tusuk Sate Bisa Datangkan Hoki, Asal..
Penemuan bahan-bahan seperti fibre, asbes, alloy, bahan lem, dan sebagainya, membuat bangunan bisa dibentuk seperti ketika seorang pemahat hendak membentuk tanah liat menjadi patung.
Bentuk bangunan seperti itu memang menjadi bangunan skulptur (sculptural building). Akan tetapi, jika Anda menganggap bentuk bangunan plastis dengan lengkung-lengkung yang membentuk elemen Logam itu terlalu mahal, tentu saja pilihan kita bisa mengikuti bentuk elemen Tanah (seperti bangunan minimalis).
Dengan bangunan yang sama, maka dukungan dari sekeliling juga akan dirasakan sebagai suatu energi positif dan menguntungkan.
Baca Juga: Feng Shui Rumah Agar Jodoh Cepat Datang
Oleh karena itu, dominasi bentuk lengkung acap kali dipakai orang di zaman sekarang ini. Tetapi Anda mesti waspada jika di depan atau sekeliling rumah/bangunan Anda terdapat bangunan runcing (karakter Api), maka bangunan berkarakter Logam ini terancam—karena Api melelehkan Logam.
Tentu saja kita harus waspada dengan bentuk bangunan yang bersifat ‘mengancam’ pada kavling rumah kita. Bangunan seperti ini biasanya memiliki atap segitiga runcing yang diarahkan ke seberangnya. Celakalah jika rumah kita yang berada di seberang rumah itu.
Artikel ini ditulis oleh Dr. Mauro Rahardjo dan Lelyana Rahardjo, Pendiri Feng Shui School Indonesia. Pasangan suami-istri yang tinggal di Surabaya ini merupakan penulis artikel feng shui untuk RealEstat.id.