Pengaruh Energi Lingkungan Pada Feng Shui Rumah, Jangan Diabaikan!

Dalam ilmu feng shui, energi lingkungan rumah bisa bersifat positif atau negatif. Energi lingkungan yang buruk akan masuk dan merusak energi di dalam rumah.

Foto: Dok. Modernland
Foto: Dok. Modernland

Oleh: Mauro Rahardjo dan Lelyana Rahardjo

RealEstat.id (Jakarta) - Banyak orang yang percaya dengan aturan feng shui mementingkan arah hadap rumah dan menganggapnya sangat penting. Hal itu sebenarnya tidak salah, namun jangan mengabaikan lingkungan di sekeliling rumah. Energi lingkungan inilah yang berpengaruh baik atau berdampak buruk bagi feng shui rumah.

Beberapa waktu yang lalu, klien kami membangun rumah di kawasan perbukitan di Bandung Utara. Posisi tanahnya sangat tinggi, jalan rendah, dan bahkan kavling di depannya turun cukup besar ketinggiannya, yaitu sekitar 5 - 6 meter ke bawah jalan. Pada saat klien kami ini merasa bersyukur bahwa telah memilih tempat yang benar.

Baca Juga: Feng Shui Rumah Agar Jodoh Cepat Datang

Apa mau dikata, sebelum rumahnya selesai dibangun, tetangga di depan rumah juga dimulai pembangunannya. Saya memberi tahu klien, bahwa penting mengetahui rencana/gambar rumah tetangga yang berada tepat di depan rumahnya. Saat itu, klien saya mengatakan tidak masalah, toh bangunannya tidak akan lebih tinggi dari bangunan miliknya.

Karena penasaran, kami meminta izin pada tetangga sebelah dan melihat rencana gambarnya. Betul saja apa yang kami kuatirkan itu terjadi. Karena rendah, maka rumah tetangga ini memiliki ketinggian atap rumahnya tepat setinggi pintu masuk utama klien kami. Sehingga, ketika kedua bangunan itu selesai, terlhat posisi atap limasan (bentuk piramida) itu mencuat keluar dari jalan dan tepat “menusuk” bukaan pintu rumah klien kami.

Di dalam feng shui rumah, ancaman benda tajam yang menusuk atau menyerang bangunan kita itu dinamakan energi Sha Qi (Sha Chi) atau Qi (Chi) yang membunuh. Itu menandakan energi yang akan masuk ke dalam rumah menjadi rusak, dan akan membawa pengaruh buruk bagi rumah atau bangunan yang ditusuk oleh benda-benda tajam dan runcing dari depannya.

Baca Juga: Ternyata Shio Berpengaruh pada Pengaturan Feng Shui Rumah

Sekitar tiga bulan setelah rumah barunya ditempati, klien saya mendapat musibah: rumahnya dirampok. Untung tidak ada korban nyawa maupun luka, kecuali beberapa barang berharga yang sempat digondol oleh para penjahat.

Setelah kejadian itu, klien kami ini trauma dan memutuskan meninggalkan rumah barunya itu, kemudian menempati rumah lamanya di bilangan Bandung Selatan.

Tentu saja hal ini sangat merugikan. Pada saat sebelum terjadi hal ini, kami sempat berpikir untuk memecahkan masalah tersebut dengan mengubah desain rumah ini, setidaknya merancang arsitektur yang memiliki konsep menangkis “serangan” Sha Qi tersebut. Sayangnya, saat itu gagasan kami ditolak, karena sudah telanjur menyetujui desain asal.

Baca Juga: Cegah COVID-19 dengan Feng Shui Rumah Sehat

Nah, pada kesempatan ini, kami ingin memberi imbauan kepada para pecinta feng shui, apabila memiliki pengalaman serupa, cobalah melihat energi yang ada di sekeliling rumah Anda, dan cobalah pantau apakah ada benda-benda yang bentuknya cukup kuat mengancam dan menyebabkan terjadinya kerusakan energi Qi di sekeliling rumah Anda.

Contoh sederhana pada gambar di atas. Bentuk minaret rumah yang runcing karena serong 45 derajat dari jalan menciptakan bentuk ancaman bagi rumah di depannya.

Kita tentu tidak bisa melarang tetangga kita memiliki bentuk rumah yang secara feng shui merugikan diri kita. Tetapi apa boleh buat, hal-hal seperti ini harus disikapi dengan suatu desain bangunan yang bisa terhindar dari “ancaman” tersebut.

Semoga bermanfaat.

Dr. Mauro Rahardjo dan Lelyana Rahardjo adalah Pendiri Feng Shui School Indonesia. Pasangan suami-istri yang tinggal di Surabaya ini merupakan penulis artikel feng shui untuk RealEstat.id.

Berita Terkait

Balkon apartemen (Foto: Pixabay.com)
Balkon apartemen (Foto: Pixabay.com)
Sriwijaya Air (Foto: Wikipedia)
Sriwijaya Air (Foto: Wikipedia)
Foto: Pixabay.com
Foto: Pixabay.com