Penjualan Naik 212%, Triniti Land Siapkan Tiga Strategi

Triniti Land melihat peluang dan tren pasar properti ke depan, di antaranya dengan mengembangkan proyek landed house di dua lokasi.

(Dari kiri ke kanan) Johannes L. Andayaprana (Direktur PT Perintis Triniti Properti Tbk), Bong Chandra (Direktur sekaligus Founder PT Perintis Triniti Properti Tbk), Matius Jusuf (Komisaris PT Perintis Triniti Properti Tbk) Ishak Chandra (Presiden Direktur PT Perintis Triniti Properti Tbk) , Stanley Setiadi (Direktur Keuangan PT Perintis Triniti Properti Tbk),  berfoto seusai melakukan gelaran public expose.
(Dari kiri ke kanan) Johannes L. Andayaprana (Direktur PT Perintis Triniti Properti Tbk), Bong Chandra (Direktur sekaligus Founder PT Perintis Triniti Properti Tbk), Matius Jusuf (Komisaris PT Perintis Triniti Properti Tbk) Ishak Chandra (Presiden Direktur PT Perintis Triniti Properti Tbk) , Stanley Setiadi (Direktur Keuangan PT Perintis Triniti Properti Tbk), berfoto seusai melakukan gelaran public expose.

RealEstat.id (Tangerang) - Sepanjang Semester I 2021, PT Perintis Triniti Properti Tbk (Triniti Land) sukses mencatatkan marketing revenue sebesar Rp312,8 miliar. Angka tersebut mengalami kenaikan 212% dibandingkan marketing revenue perseroan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp99,8 miliar.

Kontribusi terbesar diperoleh dari proyek Collins Boulevard yang menyumbang pendapatan sebesar Rp147,8 miliar atau 47,2% dari total marketing revenue PT Perintis Triniti Properti Tbk.

Sejak tahun 2020, emiten dengan kode saham TRIN ini telah secara penuh menerapkan aturan PSAK 72, di mana Perseroan belum dapat membukukan pendapatan sebelum terjadi serah terima unit (BAST).

Baca Juga: Triniti Land dan Sentul Golf Utama Bangun ‘Kota yang Bernapas’ Seluas 95 Hektar

Oleh karena itu, marketing revenue perusahaan tak bisa dicatatkan sepenuhnya dalam laporan keuangan, termasuk laporan keuangan perseroan kuartal I 2021 yang hanya dapat mencatatkan pendapatan dri pendapatan jasa dan pemasaran sebesar Rp748 juta.

Padahal, perusahaan mencatatkan marketing revenue sepanjang kuartal I 2021 sebesar Rp193,7 miliar dan semester I 2021 sebesar Rp312,8 milliar yang berasal dari unit yang sedang dibangun yakni proyek Collins Boulevard dan Marc’s Boulevard yang menyumbang sebagian besar pendapatan perseroan.

Hal tersebut membuat manajemen perusahaan meyakini bahwa secara jangka panjang, performa perusahaan akan lebih gemilang dengan akan dicatatkannya pendapatan ini setelah serah terima.

Baca Juga: Triniti Land dan Griya Kedaton Indah Sepakat Bangun Dua Proyek Properti di Lampung

Ishak Chandra, Presiden Direktur dan CEO Triniti Land mengatakan, pihaknya bersyukur di saat pandemi masih mampu membukukan marketing revenue sebesar Rp312 miliar, walaupun dengan berlakuknya aturan PSAK 72, Triniti Land masih belum bisa membukukan pendapatan tersebut di laporan keuangan.

“Sementara itu, dua proyek baru di Lampung dan Sentul akan membawa Triniti Land ke level yang lebih baik, karena akan menaikkan marketing revenue perusahaan kami kurang lebih tiga kali lipat dibanding penjualan di tahun-tahun sebelumnya,” tutur Ishak Chandra. 

Garap Proyek di Bogor dan Lampung
Lebih lanjut, Ishak mengatakan, Triniti Land selalu melihat peluang dan tren pasar properti ke depan. Menurutnya, dalam dua atau tiga tahun terakhir—terutama setelah pandemi—terjadi tren post-suburbanization, di mana masyarakat lebih memilih tinggal di kawasan pinggir kota yang hijau.

Hal ini juga yang membuat Triniti Land mulai mengembangkan proyek-proyek landed house. Ada dua proyek yang akan segera diluncurkan, yakni berada di Sentul dan Lampung, yang akan disusul lokasi-lokasi potensial lain.

Bong Chandra, Direktur dan Founder PT Perintis Triniti Properti Tbk menjelaskan, pihaknya baru saja menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Sentul Golf Utama untuk pembangunan kawasan perumahan eksklusif dengan potensi Gross Development Value mencapai Rp14 triliun. Berada di kawasan Sentul, Bogor, dengan total luas development sebesar 95 hektar, proyek berkonsep 'breathing city' ini rencananya akan dimulai di awal 2022. 

"Sementara itu, Proyek yang ada di Lampung ini rencananya akan dimulai di akhir tahun ini atau awal tahun depan dengan total Gross Development Value hingga Rp3,2 triliun," kata Bong Chandra.

Baca Juga: Rangkul Jasamarga, Triniti Land Kembangkan Properti di Koridor Jalan Tol

Proyek ini memiliki luas lahan masing-masing 12 - 13 hektar dan 40 hektar di dua lokasi premium di Lampung. Di lokasi-lokasi ini, Triniti Land berencana membangun Kawasan Business & Logistic Park dan kawasan perumahan kelas atas. 

Sementara itu, Ishak menambahkan, Triniti Land memiliki beberapa strategi, pertama memfokuskan pada tiga sektor properti dalam tiga tahun ke depan, yakni pengembangan Transit Oriented Development (TOD), landed house, dan logistic park.

"Kedua, melakukan ekspansi ke growth area baru di luar Jabodetabek yang sedang berkembang. Ketiga, menambah land bank dan proyek baru dengan sistem partnership dan kolaborasi dengan pemilik lahan," tutup Ishak.

Redaksi@realestat.id

Berita Terkait

Gedung Terminal St. John di Manhattan, New York (Foto: Dok. Cookfox Architects)
Gedung Terminal St. John di Manhattan, New York (Foto: Dok. Cookfox Architects)
Petugas Call Center Sharp Indonesia tengah melayani konsumen (Foto: Dok. Sharp Indonesia)
Petugas Call Center Sharp Indonesia tengah melayani konsumen (Foto: Dok. Sharp Indonesia)
Fasilitas SPBU Shell di Jakarta Garden City (Foto: Modernland Realty)
Fasilitas SPBU Shell di Jakarta Garden City (Foto: Modernland Realty)