Pembangunan Huntap di Palu Ditargetkan Rampung September 2020

Pembangunan Huntap diharapkan membantu masyarakat tinggal di rumah layak huni pasca bencana tsunami, likuifaksi, dan gempa bumi di Palu beberapa waktu lalu.

RealEstat.id (Palu) - Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) mentargetkan pembangunan hunian tetap (Huntap) untuk masyarakat yang terdampak bencana alam di Palu, Sulawesi Tengah, akan selesai bulan September 2020.

Pembangunan Huntap di Palu ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk tinggal di hunian yang layak huni pasca bencana tsunami, likuifaksi dan gempa bumi yang terjadi di Ibukota Sulawesi Tengah tersebut beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Program Bedah Rumah di Sulawesi Tengah Sasar 4.000 Rumah di 9 Kabupaten/Kota

"Kami targetkan pembangunan Huntap tahap 1A untuk masyarakat yang terdampak bencana dapat selesai di bulan September," ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid saat melakukan kunjungan lapangan ke lokasi pembangunan Huntap di Palu, Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu.

Tampak hadir dalam kegiatan kunjungan lapangan tersebut Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sulawesi II, Suko Wiyono, Kepala SNVT Perumahan Sulawesi Tengah, Rezki Agung, dan PPK Huntap, Rahmat.

Saat ini, imbuh Khalawi, pembangunan Huntap bagi korban gempa, tsunami dan likuefaksi di Kota Palu, Sulawesi tengah masih terus berlangsung. Selain itu, pihaknya juga mendorong pembangunan Huntap berbasis komunitas, yaitu bantuan rumah yang dibangun Kementerian PUPR di atas tanah masyarakat sendiri.

Baca Juga: Rampung Akhir 2020, Rusunawa Ponpes Walisongo Poso Bisa Tampung 84 Santri

"Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo dan Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, kita akan mempercepat pembangunan Huntap ini untuk masyarakat yang terdampak bencana dapat memiliki hunian yang layak” tambahnya,

Berdasarkan data yang dimiliki BP2P Sulawesi II, jumlah Huntap tahap 1A di Palu adalah 630 unit. Proses pembangunan diperkirakan selesai pada pertengahan September. Saat ini progresnya sudah sekitar 95% lebih dan memasuki tahapan finishing, penyediaan saluran air bersih, Ipal, dan pembangunan jalan.

"Terima kasih kepada Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sulawesi II yang telah melakukan pembangunan sesuai rencana meskipun mundur sedikit waktunya tapi saya harap bisa selesai secepatnya sesuai target. Kami ingin dalam pembangunan Huntap untuk selalu memperhatikan empat hal dalam percepatan yaitu tenaga kerja, kualitas, kematangan lahan dan ketepatan waktu," katanya.

Baca Juga: 488 Rumah di Morowali Dapat Dana BSPS Masing-masing Rp17,5 Juta

Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sulawesi II Suko Wiyono menerangkan saat ini Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR melalui Satuan Kerja Non Vertikal tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Sulawesi Tengah sedang melaksanakan percepatan pembangunan Huntap di dua lokasi yang berbeda. Lokasi pembangunan Huntap pertama berada di Kelurahan Duyu sebanyak jumlah 230 unit dan di Pombewe sebanyak 400 unit.

"Progress pembangunan Huntap di Duyu sudah mencapai 95,16%. Sedangkan pembangunan huntap di Pombewe sekitar 75,24%. Jika ditotal maka dari target pembangunan huntap yang akan dibangun 630 unit progres pembangunannya mencapai 82,49%," jelasnya.

Redaksi@realestat.id

Berita Terkait

Rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Rusun ASN di Bengkulu (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Rusun ASN di Bengkulu (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Kementerian PUPR dengan Bank Mandiri untuk penyaluran Dana Program BSPS di Gorontalo.
Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Kementerian PUPR dengan Bank Mandiri untuk penyaluran Dana Program BSPS di Gorontalo.
Lokasi Rusunawa Eks Pemulung dan Tunawisma di Bekasi (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Lokasi Rusunawa Eks Pemulung dan Tunawisma di Bekasi (Foto: Dok. Kementerian PUPR)