Kinerja Bandara Meningkat, Metland Yakin Bisnis Perhotelan di Kertajati Makin Diminati

Selain layanan kargo yang kapasitasnya terus bertambah, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati juga akan menyelenggarakan program umrah melalui bandara tersebut.

Hotel Horison Ultima Kertajati (Foto: Dok. realestat.id)
Hotel Horison Ultima Kertajati (Foto: Dok. realestat.id)

RealEstat.id (Majalengka) PT Metropolitan Land Tbk (Metland) optimistis bisnis sektor pariwisata, termasuk hospitality (perhotelan) akan menggeliat di kawasan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Kertajati, menyusul sejumlah program yang disusun PT Bandara Internasional Jawa Barat selaku pengelola airport yang terletak di Majalengka tersebut.

Optimisme tersebut diungkapkan Olivia Surodjo, Direktur Metland, pengembang Hotel Horison Ultima Kertajati—satu-satunya hotel bintang empat yang berada di dekat kawasan aerocity tersebut—saat berbincang dengan awak media di Hotel Horison Ultima Kertajati, Rabu malam (27/7/2022).

Menurut Olivia, meski Bandara Kertajati yang merupakan sumber target pasar Hotel Horison Ultima Kertajati belum beroperasi secara maksimal. Namun dia meyakini, ke depannya industri perhotelan di kawasan ini akan semakin membaik dengan meningkatnya layanan kargo dan program umrah yang akan menggunakan Bandara Kertajati.

Baca Juga: Akhir 2021, Metland Mulai Operasikan Hotel Horison Ultima Kertajati

"Tingkat okupansi Hotel Horison Ultima Kertajati sejak dioperasikan pada Desember 2021 memang belum memuaskan, di mana tingkat okupansinya masih di bawah 50%, namun tren okupansi semakin baik. Akan tetapi, kami ternyata mendapat banyak income dari F&B dan MICE (meeting, incentive, convention, exibition) yang secara angka lebih tinggi dari sewa kamar,” tutur Olivia.

Senada dengan Olivia, Wahyu Sulistio, Direktur Metland, juga meyakini okupansi di Hotel Horison Ultima Kertajati bakal menanjak, menyusul pembangunan beberapa infrastruktur baru untuk membuka akses ke BIJB.

Pemerintah terus mempercepat pembangunan infrastruktur Tol Cileunyi - Sumedang - Dawuan (Cisumdawu) yang dijadwalkan mulai beroperasi pada Desember 2022. Dengan adanya akses tol ini menjadikan waktu tempuh Bandung dan sekitarnya ke BIJB menjadi hanya 45 menit. Hal ini tentu akan membuat demand kamar hotel meningkat,” kata Wahyu.

Baca Juga: Lokasi Strategis, Subang Smartpolitan Dilirik Puluhan Investor Asing

Program dan Kinerja Bandara Kertajati
Sebelumnya, Vice President of Commercial dan Technical PT Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati, Ari Widodo mengatakan, pihaknya telah menyiapkan berbagai program jangka pendek dan jangka panjang disiapkan untuk mengembangkan bandara, maupun cluster-cluster dalam kawasan AeroCity BIJB secara keseluruhan.

Dia memastikan, bahwa Bandara Kertajati tidak mangkrak. Pasalnya, semua terminal masih terawat dan semua sistem bekerja dengan baik.

"Kami sangat siap, bila Bandara Kertajati dioperasionalkan secara komersial sewaktu-waktu, terutama seiring dengan terhubungnya Tol Cileunyi - Sumedang - Dawuan (Cisumdawu)," kata Ari kepada awak media di lobi Hotel Horison Ultima Kertajati, Rabu sore (27/7/2022).

Baca Juga: Intiland Kembangkan Kawasan Batang Industrial Park, Nestle Jadi Investor Perdana

Sementara itu, Direktur PT BIJB, Muhammad Singgih menjelaskan, sebagai program jangka pendek, pihaknya akan menggandeng mitra-mitra strategis yakni maskapai dan perusahaan perjalanan (travel company) untuk program perjalanan yang sifatnya mudah dikendalikan, seperti perjalanan umroh dan layanan kargo.

Saat ini, BIJB juga telah menjalankan peningkatan kapasitas layanan kargo. Tercatat, pada Desember 2021, layanan kargo hanya 15 ton per hari, namun per Juli 2022 telah mencapai 40 ton hingga 60 ton per hari.

"Untuk layanan kargo, kami akan meningkatkan kapasitasnya menjadi 100 ton per hari atau 3.000 ton per bulan. Selain itu, mulai September mendatang, BIJB akan memberangkatkan umrah dari Bandara Kertajati," tutur Singgih.

Redaksi@realestat.id

Berita Terkait

Renovasi rumah (Foto: realestat.id)
Renovasi rumah (Foto: realestat.id)
Tol Serpong Balajara (Serbaraja) - Foto: Dok. Sinar Mas Land
Tol Serpong Balajara (Serbaraja) - Foto: Dok. Sinar Mas Land