Catat: Arsitektur dan Desain Tradisional Indonesia Berkelas Dunia!

Arsitektur dan desain tradisional Indonesia diyakini memiliki kualitas yang baik dan diminati di mancanegara, namun sayangnya terancam punah. Mengapa demikian?

Seminar online bertajuk “Inspirasi Desain Arsitektur dan Interior Nusantara” diselenggarakan PT Kenari Djaja Prima bekerjasama dengan Majalah Asrinesia.
Seminar online bertajuk “Inspirasi Desain Arsitektur dan Interior Nusantara” diselenggarakan PT Kenari Djaja Prima bekerjasama dengan Majalah Asrinesia.

RealEstat.id (Jakarta) - Arsitektur dan desain tradisional Indonesia sebenarnya memiliki kualitas yang sangat baik dan diminati di mancanegara. Akan tetapi desain arsitektur tradisional terancam punah bila tidak dilestarikan.

Demikian penuturan Yori Antar, Arsitek PT Han Awal & Partners Architects dalam acara seminar online bertajuk "Inspirasi Desain Arsitektur dan Interior Nusantara" yang diselenggarakan PT Kenari Djaja Prima bekerjasama dengan Majalah Asrinesia, Selasa (25/8/2020).

Baca Juga: Mengupas Konsep Desain Arsitektur Bambu dalam Bangunan Modern

Acara seminar online yang dibuka Direktur PT Kenari Djaja Prima, Hendry Sjarifudin ini juga dihadiri Co-Founder dan CEO PT Kenari Djaja Prima, Hendra B. Sjarifudin, dengan moderator Heru Wicaksono, Pemimpin Umum Majalah Asrinesia. Kegiatan ini diikuti sebanyak 515 peserta pada aplikasi Zoom dan 275 peserta melalui channel Youtube resmi Kenari Djaja.

Dalam pemaparannya, Yori Antar menjelaskan, arsitektur Indonesia diturunkan dari generasi ke generasi lewat budaya bertutur, berbeda dengan arsitektur Barat yang menggunakan budaya tulisan. Untuk itu, cara pembangunan rumah adat dan desa-desa tradisional mesti didokumentasikan, agar tidak hilang.  

“Arsitektur nusantara harus bisa dibawa ke masa kini dan masa depan, serta dimengerti masyarakat,” kata arsitek yang sebelumnya sukses merestorasi rumah adat di desa Waerebo, Flores dan puluhan rumah gadang di Solok Selatan.

Baca Juga: Desain Arsitektur dan Interior Rumah Ideal di Era “New Normal”

Sementara itu, Rudy Dodo, Interior Designer PT Trivium Wastucitra Dipantara menuturkan, desain interior tradisional Indonesia diminati di mancanegara. Bahkan, kualitasnya dinilai sebagai yang terbaik di dunia.

“Produk-produk craft Indonesia—seperti kain tanun, lukisan, patung, dan lain-lain—kualitasnya juga very fine, sudah kelas dunia. Sebenarnya, bila kita menunjukkan nilai-nilai lokal ini, maka kita tidak ada saingan. Jadi kita harus berhenti menjadi follower,” kata Rudy Dodo.   

Arsitektur dan Desain Tradisional Penting Diperkenalkan
Co-Founder dan CEO PT Kenari Djaja Prima, Hendra B. Sjarifudin mengatakan kegiatan seminar online dengan mengangkat tema Inspirasi Desain Arsitektur dan Interior Nusantara ini sangat menarik dan belum banyak dibahas sebelumnya. Selain itu juga dalam rangka merayakan HUT Kemerdekaan RI ke-75.

Dijelaskan Hendra, Indonesia sangat luas dan memiliki beragam suku, adat dan budaya. Tentunya sangat menarik jika arsitektur dan desain interior tradisional asli Indonesia menjadi inspirasi.

Baca Juga: Instagrammable, Marketing Gallery Modernland Cilejit Dibuat Seperti Disneyland

Terpenting lagi untuk diperkenalkan kepada mahasiswa khususnya mahasiswa jurusan arsitek dan desain interior bahwa desain Nusantara sangat menarik dan beragam dari Sabang sampai Merauke yang begitu Indah.

"Diharapkan dari kegiatan seminar online Inspirasi Desain Arsitektur dan Interior Nusantara ini memberikan ide-ide yang positif membangun Indonesia yang lebih baik di usianya yang ke 75 tahun," kata Hendra B. Sjarifudin.

Komitmen Kenari Djaja
Dalam sambutannya, Direktur PT Kenari Djaja Prima, Hendry Sjarifudin menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah bergabung bersama pada kegiatan seminar online yang membahas inspirasi desain arsitektur dan interior Nusantara.

"Kenari Djaja Prima tahun ini genap berusia 55 tahun, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para arsitek dan interior design yang telah mendukung Kenari Djaja hingga kini," kata Direktur PT Kenari Djaja Prima, Hendry Sjarifudin.

Baca Juga: 6 Tips Mudah Mendesain Apartemen Kecil Tipe Studio

Hendry menegaskan pada usia Kenari Djaja Prima ke 55 tahun, Kenari Djaja Prima terus berkomitmen memberikan yang terbaik dalam hal teknologi desain produk dan tentunya layanan.

"Kegiatan seminar online tentang inspirasi desain arsitektur dan interior Nusantara sejalan dengan visi dan misi kami yang selalu mengikuti tren desain di dalam perlengkapan pintu dan jendela," ungkap Hendry.

"Kenari Djaja Prima akan terus tetap mendukung suksesnya karya para arsitek dan desain interior Indonesia," tambahnya.

Baca Juga: 4 Tips Membangun Rumah Impian yang Fungsional

Sementara itu Pemimpin Redaksi Majalah Asrinesia, Sri Murdiningsih mengatakan pihaknya sangat mendukung sekali kegiatan yang kreatif dan Inovatif yang dilakukan oleh Kenari Djaja Prima di tengah kondisi era new normal.

Kegiatan seminar online tentang inspirasi desain arsitektur dan interior Nusantara ini menurut Sri Murdiningsih upaya yang sangat baik dalam rangka membangun Indonesia yang lebih baik secara bersama-sama.

"Langkah-langkah kreatif dan inovatif oleh Kenari Djaja Prima menjadikannya untuk terus eksis di Media Sosial dan diharapkan dapat menjadi inspirasi," katanya.

Redaksi@realestat.id

Berita Terkait

Webinar "Arsitektur Bali Tradisi dan Kekinian" yang diselenggarakan Kenari Djaja dan Asrinesia.
Webinar "Arsitektur Bali Tradisi dan Kekinian" yang diselenggarakan Kenari Djaja dan Asrinesia.
Webinar "Rumah Sehat Sebagai Kebutuhan Gaya Hidup" yang digelar Jurnalis Peduli Kesehatan Masyarakat (JPKM).
Webinar "Rumah Sehat Sebagai Kebutuhan Gaya Hidup" yang digelar Jurnalis Peduli Kesehatan Masyarakat (JPKM).
Dengan luas 390 meter persegi, OPPO Gallery yang terletak di Plaza Indonesia dirancang futuristik dan memadukan garis-garis seni kontemporer serta keindahan alam. (Foto: dok. OPPO Indonesia)
Dengan luas 390 meter persegi, OPPO Gallery yang terletak di Plaza Indonesia dirancang futuristik dan memadukan garis-garis seni kontemporer serta keindahan alam. (Foto: dok. OPPO Indonesia)