RealEstat.id

Platform Digital Andalan UMKM Bantu Pelaku Usaha Lebih Siap Akses Kredit Perbankan

Platform digital Andalan UMKM dirancang untuk membantu pelaku usaha meningkatkan profil kredit dan kesiapan akses pembiayaan perbankan.

Peluncuran Platform Digital Andalan UMKM-RealEstat.id
Peluncuran platform Andalan UMKM oleh PT Credit Bureau Indonesia, Senin (18/05/2026). Plaftorm digital ini dirancang untuk membantu akses kredit untuk pelaku usaha kecil. (Sumber: Istimewa).

RealEstat.id (Jakarta) – PT Credit Bureau Indonesia (CBI) meluncurkan platform digital bernama Andalan UMKM di GoWork Plaza Indonesia, Jakarta.

Platform ini hadir untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) memahami profil kredit usaha sekaligus meningkatkan kesiapan mereka sebelum mengajukan pembiayaan formal ke perbankan.

Inisiatif ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kredibilitas bisnis pelaku usaha kecil di Indonesia

Saat ini, Indonesia memiliki sekitar 57 juta pelaku UMKM yang menjadi penggerak utama ekonomi nasional.

Kendati demikian, berdasarkan data OJK sebanyak 69,5% UMKM masih belum mampu mengakses kredit perbankan.

Baca Juga: MMP Luncurkan ‘digudang’, Layanan Ruang Penyimpanan Pribadi dan UMKM di Jakarta

Bantu UMKM Memahami Penilaian Kredit

Direktur Utama PT Credit Bureau Indonesia, Anton Adiwibowo mengatakan banyak pelaku usaha mengajukan pinjaman tanpa memahami faktor yang menjadi penilaian lembaga keuangan.

“Selama lima tahun terakhir CBI telah membangun infrastruktur data yang menghubungkan UMKM dengan akses pembiayaan formal,” kata Anto melalui keterangan tertulis, Senin (18/05/2026).

Ia melanjutkan, namun data saja tidak cukup. Pemilik usaha juga perlu memahami data tersebut.

“Melalui Andalan UMKM, kami ingin membantu pemilik usaha memahami bagaimana lembaga keuangan melihat profil usaha mereka dengan cara yang lebih sederhana dan mudah dipahami,” ujar dia.

Baca Juga: Terintegrasi Kredit Program Perumahan, Menteri PKP: KUR Perumahan Bikin UMKM Naik Kelas

Fitur Utama UMKM Andalan

Platform digital untuk UMKM itu menghadirkan empat fitur utama yang dirancang guna membantu pelaku usaha dalam meningkatkan kesiapan finansial.

Fitur pertama berupa checklist kesiapan dokumen, yang membantu UMKM menyiapkan dokumen penting seperti NIB, NPWP, dan rekening koran.

Platform Andalan juga akan menyiapkan laporan laba rugi, hingga akta usaha.

Fitur kedua adalah asesmen profil mandiri. Pelaku usaha dapat melihat profil bisnis, status entitas, hingga peringkat usaha indikatif tanpa perlu datang langsung ke lembaga perbankan.

Andalan UMKM juga menyediakan fitur rencana perbaikan yang membantu pengguna memahami kekurangan data maupun faktor yang dapat menurunkan penilaian kredit.

Baca Juga: IKEA Indonesia Dukung UMKM: Produk Lokal Siap Bersaing di Pasar Global

CBI juga menghadirkan sistem verifikasi awal untuk mendukung proses KYC (Know Your Customer) dan KYB (Know Your Business).

Langkah ini membantu meningkatkan kepercayaan lembaga keuangan terhadap UMKM yang mengajukan pinjaman untuk pembiayaan usaha mereka.

Perkuat Kredibilitas UMKM Indonesia

Sementara itu Asisten Pengembangan Kapasitas Usaha Kecil Kementerian UMKM, Rhenaldy Purnomo menyambut baik dengan peluncuran platform digital ini.

Pasalnya, menurut dia penguatan profil usaha dan pencatatan keuangan menjadi faktor penting untuk membuka akses pembiayaan yang lebih luas.

“Kehadiran Andalan UMKM menjadi langkah strategis untuk membantu pemilik usaha membangun kesiapan finansial dan meningkatkan kepercayaan lembaga keuangan,” tandas Rhenaldy.

Dalam 12 bulan ke depan, CBI menargetkan ratusan ribu pelaku UMKM dapat memanfaatkan platform UMKM digital ini untuk meningkatkan kesiapan usaha sebelum mengakses kredit formal.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait