RealEstat.id (Jakarta) – PT Lippo Cikarang Tbk (IDX: LPCK) secara resmi melakukan perubahan susunan Dewan Komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Jumat (11/9/2026).
Dalam rapat yang digelar secara hybrid di Aryaduta Menteng, Jakarta, tersebut, pemegang saham LPCK menerima pengunduran diri Charles Rigoux dari jabatan Komisaris Perseroan.
Perseroan telah menerima surat pengunduran diri Charles Rigoux pada 17 Juli 2026 dan menyampaikan keterbukaan informasi kepada publik pada 20 Juli 2026.
Pemegang saham kemudian menyetujui pengangkatan Ketut Budi Wijaya sebagai Komisaris untuk menggantikan dan meneruskan sisa masa jabatan Charles Rigoux terhitung sejak ditutupnya RUPSLB.
Baca Juga: Lippo Cikarang (LPCK) Bukukan Prapenjualan Rp902 Miliar di Semester I 2026, 53% dari Target Tahunan
RUPSLB juga menegaskan kembali susunan Dewan Komisaris dan Direksi LPCK untuk masa jabatan yang berlaku sejak RUPSLB ditutup hingga berakhir pada penutupan RUPS Tahunan yang diselenggarakan pada 2029.
Adapun susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris (Independen): Didik Junaedi Rachbini
Komisaris Independen: Hadi Cahyadi
Komisaris: Ketut Budi Wijaya
Komisaris: George Raymond Zage III
Direksi
Presiden Direktur: Agus Arismunandar
Direktur: Marshal Martinus Tissadharma
Direktur: Indryanarum
Baca Juga: Rombak Jajaran Komisaris dan Direksi, Lippo Cikarang (LPCK) Siapkan Strategi Ekspansi Kawasan
Manajemen LPCK menyambut susunan Dewan Komisaris dan Direksi tersebut dengan optimisme. Perseroan meyakini pengalaman, kompetensi, serta kepemimpinan para anggota dapat semakin memperkuat tata kelola perusahaan dan mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang.
“Kami menyambut baik susunan Dewan Komisaris dan Direksi yang baru. Pengalaman dan kompetensi jajaran manajemen diharapkan dapat semakin memperkuat tata kelola serta mendukung pertumbuhan bisnis LPCK secara berkelanjutan,” kata manajemen LPCK dalam siara pers, Senin (14/9/2026).
Dengan susunan kepemimpinan yang baru, LPCK akan terus berfokus pada pengembangan kawasan Lippo Cikarang Cosmopolis sebagai kawasan terpadu yang menghadirkan hunian, komersial, dan fasilitas pendukung yang berkelanjutan.
Perseroan juga berkomitmen menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan melalui inovasi, penguatan kinerja operasional, serta penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
Baca Juga: Bekasi Jadi Primadona Baru, Lippo Cikarang Catat Kinerja Gemilang
Dari sisi kinerja, LPCK mencatat pra-penjualan sebesar Rp902 miliar pada semester I 2026. Capaian tersebut setara dengan 53% dari target tahun 2026 dan meningkat 14% dibandingkan Rp791 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan pra-penjualan tersebut didorong tingginya minat pasar terhadap produk residensial. Rumah tapak menjadi kontributor terbesar dengan porsi 69% dari total pra-penjualan pada semester I 2026.
Pada periode yang sama, Perseroan membukukan EBITDA sebesar Rp318 miliar. EBITDA margin meningkat menjadi 20%, dibandingkan 13% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja tersebut menjadi bagian dari upaya LPCK menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat fondasi operasional dan tata kelola perusahaan untuk mendukung pengembangan kawasan Lippo Cikarang Cosmopolis.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








