Lompat ke konten utama

RealEstat.id

Pasar Properti Bali Makin Menjanjikan, NPG Indonesia Pilih Strategi Ekspansi Selektif

NPG Indonesia membangun properti yang tidak hanya menarik ketika pertama kali diserahterimakan, tetapi tetap memiliki kualitas dan kinerja yang baik dalam jangka panjang.
Evgeny Obolentsev NPG Indonesia Ecoverse Bai realestat.id dok
Evgeny Obolentsev, CEO Ecoverse (Foto: Istimewa)

RealEstat.id (Bali) – Pasar properti Bali terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat global terhadap Pulau Dewata, bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai tempat tinggal dan investasi.

Perubahan tersebut ikut mendorong kebutuhan terhadap produk hunian yang tidak sekadar menawarkan desain menarik, tetapi juga kualitas konstruksi, kenyamanan, pengelolaan profesional, hingga nilai jangka panjang.

Kondisi inilah yang menjadi perhatian utama NPG Indonesia dalam mengembangkan bisnis properti di Bali.

Didirikan pada 2023 dengan nama Nuanu Property Group, NPG Indonesia sejak awal tidak sekadar berfokus pada pembangunan dan penjualan properti, namun ingin menghadirkan hunian yang memadukan standar konstruksi yang kuat, desain yang matang, pengelolaan profesional, serta gaya hidup khas Bali.

CEO Ecoverse, Evgeny Obolentsev, mengatakan NPG Indonesia sejak awal tidak ingin sekadar membangun dan menjual properti.

Baca Juga: Nuanu Real Estate Resmikan Ecoverse, Hunian Modern Berkonsep Eco-Friendly Luxury Living

Menurutnya, perusahaan melihat adanya peluang untuk menciptakan produk hunian yang memiliki standar konstruksi kuat, desain matang, pengelolaan profesional, sekaligus menawarkan gaya hidup yang menjadi daya tarik Bali.

“Bali tidak kekurangan properti yang indah. Namun, yang terkadang masih kurang adalah konsistensi dalam aspek rekayasa, kualitas konstruksi, infrastruktur, pemeliharaan, dan pengelolaan jangka panjang,” ujar Evgeny.

Karena itu, NPG Indonesia ingin membangun properti yang tidak hanya menarik ketika pertama kali diserahterimakan, tetapi tetap memiliki kualitas dan kinerja yang baik dalam jangka panjang.

“Kami berharap, properti yang dikembangkan tidak hanya menarik saat pertama kali diserahterimakan, tetapi tetap memiliki kualitas dan kinerja yang baik dalam lima, 10, bahkan 20 tahun ke depan,” ungkapnya.

Dari sisi kepemilikan, NPG Indonesia didukung sejumlah pemegang saham, termasuk Nuanu dan OXO. Para pemegang saham tersebut membawa visi yang sama, yakni membangun bisnis properti yang kuat dan dikelola secara profesional di Indonesia.

Baca Juga: Nuanu Real Estate Hadirkan Properti Berbasis Ekosistem di Bali, Tawarkan Investasi Jangka Panjang

Melaspas opening Ecoverse nuanu creative city real estate realestat.id dok
Ecoverse secara resmi dibuka pada Rabu, 12 Agustus 2026 (Foto: Nuanu Real Estate)

Ecoverse, Tonggak Awal NPG Indonesia

Ecoverse merupakan proyek pengembangan besar pertama NPG Indonesia, sekaligus tonggak penting yang membentuk dan memperkenalkan filosofi pengembangan properti perusahaan.

Diluncurkan pada 2023, perjalanan Ecoverse dimulai dari sebuah konsep, lahan, dan visi mengenai generasi baru hunian di Bali.

Dari sana, perusahaan bergerak ke tahap konstruksi dan membangun kemampuan internal untuk menangani proyek yang memiliki berbagai komponen.

Ecoverse tidak hanya terdiri atas unit hunian. Proyek ini dilengkapi apartemen, suite, townhouse, parkir bawah tanah, infrastruktur teknis terpusat, kolam renang, pusat kebugaran, area co-working, restoran, serta berbagai fasilitas keberlanjutan.

“Melalui proyek ini, NPG Indonesia mulai menerapkan pendekatan pengembangan yang menggabungkan kualitas bangunan, desain, serta pengelolaan profesional,” katanya.

Baca Juga: Kembangkan Ecoverse, NPG Indonesia Beri Jaminan Struktur Bangunan 25 Tahun

Sejak pertengahan Agustus 2026, Ecoverse telah resmi dibuka dan beroperasi di bawah OXO Hospitality Management yang menawarkan layanan hunian jangka pendek maupun panjang.

Menurut Evgeny, fase ini justru menjadi salah satu tahap paling penting, karena ujian sebenarnya dimulai ketika orang mulai tinggal di dalamnya.

“Saat penghuni mulai menempati, pengembang baru dapat melihat secara langsung bagaimana nilai sesungguhnya dari properti yang dibangun,” tuturnya.

Properti Bali Tak Cukup Hanya Desain

Evgeny Obolentsev menilai, konsumen properti di Bali kini semakin memahami apa yang mereka beli. Pembeli tidak lagi hanya melihat visualisasi bangunan dan janji pemasaran.

Mereka juga ingin mengetahui kualitas konstruksi, sistem pengelolaan, pemeliharaan, hingga kondisi properti setelah serah terima.

Baca Juga: Diminati Milenial, Desain Rumah Pintar Adalah Masa Depan Industri Properti

ecoverse nuanu real estate npg creative city bali realestat.id dok
Lanskap Ecoverse yang menjadi bagian dari kawasan Nuanu Creative City. (Foto: Realestat.id)

Karena itu, imbuhnya, NPG Indonesia ingin membangun reputasi sebagai pengembang yang memiliki standar konsisten.

“Ketika seseorang melihat sebuah properti dikembangkan oleh NPG, saya ingin nama tersebut memiliki makna, yaitu bangunan yang baik, arsitektur yang matang, perhatian terhadap detail, dan produk yang tahan lama,” tutur Evgeny.

Bagi NPG, paparnya, reputasi tersebut dinilai lebih penting dibandingkan sekadar memperbanyak portofolio proyek.

Filosofi tersebut juga tercermin dalam pendekatan Ecoverse yang tidak hanya mengutamakan aspek estetika.

Menurut Evgeny, kemewahan dalam hunian tidak selalu berarti penggunaan material mahal atau fasilitas yang terlihat mencolok.

Kemewahan juga dapat berupa kamar tidur yang tenang, air bersih, listrik yang andal, ventilasi yang baik, suhu ruangan yang nyaman, hingga sistem bangunan yang bekerja secara optimal.

Baca Juga: Jawab Tren Sustainability, Ecoverse Hadirkan Hunian Eco-friendly di Nuanu Creative City, Bali

Lebih lanjut, Evgeny menerangkan, salah satu pembeda Ecoverse adalah pendekatannya dalam menggabungkan hunian privat dengan layanan hospitality.

Konsep ini memungkinkan properti digunakan oleh berbagai segmen, mulai dari penghuni yang ingin tinggal permanen di Bali, pemilik rumah kedua, hingga investor yang ingin propertinya dikelola dan disewakan secara profesional.

Menurut Evgeny, fleksibilitas menjadi semakin penting dalam pasar properti Bali. Pasalnya, konsumen tidak hanya mencari tempat tinggal, tetapi juga membutuhkan ekosistem yang mendukung gaya hidup.

Fasilitas kebugaran, wellness, co-working, restoran, konektivitas internet, keamanan, pemeliharaan, hingga layanan pengelolaan properti menjadi bagian dari pertimbangan.

Dengan konsep tersebut, pengembang tidak lagi sekadar menjual luas bangunan atau luas tanah, tetapi menciptakan pengalaman hidup secara menyeluruh.

Baca Juga: NPG Indonesia: Townhouse Bakal Jadi Tren Pengembangan Hunian di Bali, Ini Alasannya!

interior ecoverse nuanu creative city real estate bali realestat.id dok
Terintegrasi ke berbagai fasilitas dan aktivitas di Nuanu Creative City, Ecoverse dikelola secara profesional oleh OXO Hospitality Management (Foto: Realestat.id)

Keberlanjutan Tak Sekadar Gimmick

Evgeny mengatakan, aspek keberlanjutan (sustainability) juga menjadi bagian penting dalam pengembangan Ecoverse.

Menurutnya, keberlanjutan seharusnya tidak berhenti pada penggunaan istilah atau penambahan elemen hijau dalam sebuah proyek, namun harus diwujudkan melalui solusi yang memberikan manfaat nyata bagi penghuni.

Di Ecoverse, pendekatan tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan energi surya, pemanenan air hujan, pengolahan air limbah, filtrasi air minum, pengelolaan dan daur ulang sampah, teknologi rumah pintar, sistem pendinginan yang efisien, serta desain yang mendukung ventilasi alami.

“Jika solusi berkelanjutan dapat mengurangi konsumsi energi, meningkatkan kualitas udara, mengurangi kebisingan, atau membuat rumah lebih nyaman, maka keberlanjutan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan sekadar gimmick pemasaran,” jelas Evgeny.

Teknologi pun, menurut dia, seharusnya memberikan manfaat tanpa merepotkan penghuni, sehingga menyuguhkan kenyamanan, keamanan, dan kemudahan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Kawasan Bali Barat Tawarkan Hidden Gem Bagi Para Investor Properti

Evgeny Obolentsev menilai, Bali masih memiliki prospek jangka panjang yang positif, namun peta permintaan properti di Pulau Dewata mulai berubah.

Jika sebelumnya Seminyak dan kemudian Canggu menjadi pusat perhatian, kini permintaan bergerak lebih jauh ke arah barat, termasuk Seseh, Cemagi, Nyanyi, dan Kedungu.

Perkembangan infrastruktur dan destinasi gaya hidup di kawasan tersebut menjadi salah satu faktor pendorong.

Selain itu, konsumen juga mulai mencari kawasan yang menawarkan ruang lebih luas, kedekatan dengan alam, dan kualitas hidup yang berbeda.

Ecoverse sendiri dikembangkan berdekatan dengan Nuanu Creative City yang menjadi bagian fundamental dari konsep proyek, sekaligus membuatnya terhubung dengan ekosistem yang lebih besar.

“Alih-alih menyediakan seluruh fasilitas di dalam kawasan hunian, penghuni dapat menjadi bagian dari ekosistem Nuanu yang mencakup pendidikan, seni, budaya, wellness, restoran, berbagai kegiatan, serta lingkungan alam,” terangnya.

Baca Juga: Inilah Tiga Tren yang Pengaruhi Lanskap Pasar Properti Bali

kolam renang ecoverse nuanu creative city real estate realestat.id dok
Fasilitas kolam renang di Ecoverse (Foto: Nuanu Real Estate)

Strategi NPG Indonesia

Di tengah persaingan properti Bali yang semakin ketat, NPG Indonesia tidak ingin mengandalkan strategi harga maupun pemasaran semata.

Evgeny mengatakan perusahaan memilih membangun kapabilitas yang sulit ditiru, mulai dari keahlian konstruksi, jaringan mitra dan pemasok, hingga pengelolaan properti secara profesional.

“Pengalaman penghuni setelah serah terima juga menjadi bagian penting dari strategi tersebut, sehingga setiap proyek yang telah selesai menjadi iklan bagi proyek berikutnya,” ujarnya.

Jika pemilik tetap puas beberapa tahun setelah menerima properti, bangunan tetap terawat, sistem teknis berfungsi dengan baik, dan properti dikelola secara profesional, maka kondisi tersebut dinilai jauh lebih berharga bagi reputasi perusahaan dibandingkan kampanye iklan.

“Karena itu, pertumbuhan berkelanjutan bagi NPG bukan berarti meluncurkan proyek sebanyak mungkin, melainkan membangun platform pengembangan properti yang memiliki standar dan reputasi kuat,” ujarnya.

Baca Juga: NPG Indonesia: Bali Jadi Destinasi Premium, Peluang Pasar Properti Makin Terbuka

Menurut Evgeny Obolentsev, dalam tiga hingga lima tahun ke depan, Bali masih menjadi pasar utama NPG Indonesia.

Perusahaan tetap membuka peluang untuk mengembangkan proyek baru, tetapi dengan pendekatan yang lebih selektif.

“Kami tidak ingin berekspansi hanya demi menambah jumlah proyek dalam portofolio. Kami akan mencari lokasi dan konsep yang benar-benar sesuai dengan kondisi pasar serta memiliki potensi menciptakan nilai jangka panjang bagi penghuni dan investor,” jelasnya.

Di sis lain, terang Evgeny, peluang untuk melakukan ekspansi ke wilayah lain di Indonesia juga terbuka, namun belum akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Bagi kami, pertumbuhan yang berkelanjutan bukan berarti bergerak secepat mungkin. Ini tentang mengambil keputusan yang tepat pada waktu yang tepat,” pungkas Evgeny.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait