RealEstat.id (Tangerang) – Paramount Land menunjukkan komitmen dalam mengembangkan Pasadena Central District, mixed-use commercial hub terbaru di Paramount Gading Serpong.
Progres pembangunan Pasadena Central District yang masif pun dapat disaksikan saat melintasi kawasan Paramount Gading Serpong.
Deretan struktur bangunan komersial dan hunian yang tumbuh pesat memperlihatkan progres pembangunan yang signifikan dalam waktu singkat.
Aktivitas konstruksi yang intens menjadi bukti nyata percepatan pengembangan kawasan yang dirancang sebagai pusat hunian dan bisnis terintegrasi.
Mulai diperkenalkan pada pertengahan 2024 silam, Pasadena Central District dihadirkan untuk meneruskan kesuksesan Manhattan District yang telah 100% terserap pasar.
Berdiri di atas lahan seluas 40 hektare, Pasadena Central District menjadi Commercial Hub yang terbesar di Gading Serpong, sekaligus menandai transformasi baru di kawasan Paramount Gading Serpong.
Tak hanya terbesar, mixed-use commercial hub ini berada di lokasi yang super-strategis, menghadap Boulevard Raya Gading Serpong ROW 45 yang terhubung langsung dengan akses jalan baru Gading Serpong – BSD City.
Dikelilingi area komersial aktif maupun dalam pengembangan, Pasadena Central District mengusung ‘10 Minutes City Concept’ di mana kebutuhan sehari-hari para penghuni dapat terpenuhi hanya dalam radius 10 menit.

Baca Juga: Gading Serpong Hadirkan Pasadena Square, Commercial Hub Pertama di Pasadena Central District
Di samping itu, lokasinya juga terhubung dengan produk komersial yang paling happening di 2025 yaitu, Grand Boulevard Aniva serta Altadena Residences @Pasadena Central District, kawasan hunian berdesain arsitektur European Classic dengan sentuhan modern elegan yang diminati konsumen.
Direktur Paramount Land, Chrissandy Dave menjelaskan, seiring perkembangan township yang kian pesat, dinamika bisnis di Paramount Gading Serpong semakin meningkat.
“Tentu saja hal ini membuat Paramount Gading Serpong menjadi magnet bisnis regional yang menjangkau pasar Jabodetabek bahkan luar Pulau Jawa,” ungkapnya.
Data dari media sosial Gading Serpong Update menyebutkan bahwa sepanjang tahun 2025 terdapat lebih dari 1.464 bisnis yang dibuka di Gading Serpong.
“Angka ini menunjukkan tingginya minat pasar serta kepercayaan pelaku usaha terhadap potensi kawasan, yang semakin memperkuat ekosistem bisnis yang dinamis dan berkelanjutan,” tutur Chrissandy Dave.
Menurutnya, daya tarik Pasadena Central District diperkuat oleh komitmen Paramount Land dalam membangun ekosistem bisnis jangka panjang melalui kehadiran mega anchor tenant yang dikurasi sesuai lokasi dan segmen pasar.
“Dua grup anchor tenant besar yang sudah bergabung adalah Zenbu Group dengan tiga brand: Zenbu, Bermuda, dan Heiroku Sushi; serta Kanma Group yang menghadirkan Kopi Nako dan dua kuliner lainnya; ditambah berbagai anchor tenant unggulan lain, seperti hypermarket, electronic megastore, dan lain-lain,” terang Chrissandy.
Sementara itu, Henry Napitupulu, Direktur Planning & Design Paramount Land, menjelaskan, Paramount Land merancang Pasadena Central District sebagai sebuah kawasan terpadu yang lengkap dan terus berkembang.
“Dengan luas 40 hektare atau yang terbesar di Gading Serpong saat ini, Pasadena Central District diproyeksikan menjadi magnet investasi properti di koridor Jabodetabek, pusat aktivitas hunian dan komersial yang mandiri, serta penguat pertumbuhan ekonomi lokal dan nilai kawasan,” urainya.
Selain itu, imbuh Henry, dengan keunggulan lokasi dan konsep kawasan yang terintegrasi menjadikan Pasadena Central District sebagai salah satu landmark development pertumbuhan properti komersial di Paramount Gading Serpong.
“Melalui kampanye ‘Everything is Here’, Paramount Gading Serpong berkomitmen tumbuh sebagai ekosistem kehidupan yang lengkap, terintegrasi, dan dapat memenuhi seluruh kebutuhan masyarakatnya,” pungkasnya.
Baca Juga: Hunian di Kota Mandiri Kian Diminati Milenial, Momentum Positif Bagi Paramount Gading Serpong

Dominasi Ritel Tangerang
Sektor ritel di Tangerang memang menjadi primadona dan fenomena unik di kawasan Jabodetabek. Konsultan real estat, Leads Property mencatat, sejak sekitar 10 tahun terakhir, terdapat sekitar 18.300 unit pasokan kumulatif Ruko di Jabodetabek.
“Dari total pasokan tersebut, Tangerang mendominasi dengan angka 68% atau berkisar 12.500-an unit Ruko,” terang Martin Samuel Hutapea, Associate Director Research & Consultancy Department PT Leads Property Services Indonesia.
Menurutnya, harga rata-rata per unit pun juga telah mencapai Rp22 jutaan per meter persegi, hampir mirip dengan harga rata-rata Ruko di Jakarta yang mencapai Rp25 jutaan per meter persegi.
Martin menuturkan, harga per unit Ruko regular di Tangerang pada umumnya berkisar Rp1 miliar – Rp4 miliar per unit dengan tingkat penjualan berkisar 92%.
Baca Juga: Ekosistem Kota Kian Solid, Paramount Gading Serpong Siap Bawa Tangerang Raya Naik Level
Di beberapa tahun terakhir, imbuhnya, penyerapan unit Ruko per tahun di Tangerang bisa berkisar 1.300 – 2.200 unit per tahun, tergantung jumlah launching tahunan.
“Semakin banyak launching, semakin tinggi angka penyerapan Ruko di Tangerang secara tahunan,” ungkap Martin, menegaskan.
Tidak tanggung-tanggung, pasokan Ruko baru di Tangerang bisa sold out kurang dari setahun, bahkan ada yang ludes hanya dalam beberapa bulan saja.
Sementara itu, di sisi pasokan Ruko baru yang di-launching, ungkap Martin, Tangerang mampu mencetak angka 1.300 – 2.500 unit per tahun.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








