Lompat ke konten utama

RealEstat.id

TransTRACK dan Kawasan Industri Medan Kembangkan Ekosistem Cerdas lewat Digitalisasi Transportasi dan Logistik

Melalui kemitraan ini, TransTRACK menghadirkan solusi teknologi, serta berperan sebagai mitra strategis Kawasan Industri Medan dalam membangun ekosistem bisnis digital.
MoU TransTRACK Kawasan Industri Medan KIM realestat.id dok
MoU TransTRACK Kawasan Industri Medan KIM (Foto: Istimewa)

RealEstat.id (Jakarta) TransTRACK, perusahaan teknologi yang fokus pada digitalisasi operasional armada kendaraan berbasis Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI), secara resmi menjalin kerja sama dengan PT Kawasan Industri Medan (Persero) atau KIM.

Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang diteken di Menara Danareksa, Jakarta, 24 Juli 2026 ini menandai langkah awal kemitraan strategis antara TransTRACK dan Kawasan Industri Medan dalam mengembangkan ekosistem kawasan industri berbasis teknologi.

Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan keselamatan transportasi serta logistik, sekaligus mempercepat transformasi KIM menuju Smart Industrial Estate yang lebih terintegrasi, berkelanjutan, dan berdaya saing.

Melalui kemitraan ini, TransTRACK tidak hanya menghadirkan solusi teknologi, tetapi juga berperan sebagai mitra strategis Kawasan Industri Medan dalam membangun ekosistem bisnis digital.

Sinergi kedua perusahaan diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi operasional tenant, mengoptimalkan pemanfaatan aset, menghadirkan layanan digital bernilai tambah, serta membuka peluang sumber pendapatan berulang bagi pengelola kawasan.

Baca Juga: Makin Terintegrasi, Kawasan Industri di Semarang Raya Tebar Pesona kepada Investor

Founder & CEO TransTRACK, Anggia Meisesari mengatakan, kawasan industri memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Oleh karena itu, imbuhnya, pengembangan ekosistem digital menjadi semakin penting untuk memperkuat daya saing Indonesia di tengah dinamika rantai pasok global.

Menurut Anggia, digitalisasi tidak lagi menjadi pilihan, melainkan kebutuhan bagi kawasan industri untuk meningkatkan efisiensi, keselamatan, dan daya saing.

Melalui kolaborasi dengan PT Kawasan Industri Medan (Persero), kami hadir bukan hanya sebagai penyedia teknologi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun ekosistem bisnis digital yang mampu mengoptimalkan aset, menciptakan layanan bernilai tambah, dan membuka sumber pendapatan baru bagi pengelola kawasan,” paparnya.

Lebih lanjut, Anggia mengatakan pihaknya meyakini bahwa pemanfaatan AI dan IoT dapat menjadi fondasi bagi pengembangan kawasan industri yang lebih produktif, terintegrasi, dan berkelanjutan.

“Kolaborasi ini juga diharapkan dapat menjadi model transformasi digital yang dapat direplikasi di kawasan industri lainnya di Indonesia,” lanjutnya.

Baca Juga: Kawasan Industri Bergeser ke Timur, Purwakarta dan Subang Jadi Magnet Baru Investasi di 2026

Sebagai bagian dari pengembangan Smart Industrial Estate, ruang lingkup kolaborasi akan mencakup berbagai inisiatif digital, antara lain Smart Transportation, Smart Logistics, AI Safety, Asset Management, Visitor Management, Smart Parking, Carbon Emission Monitoring, ESG Reporting, dan Digital Command Center.

Seluruh inisiatif tersebut berada dalam satu kerangka besar pengembangan kawasan industri cerdas. Melalui pendekatan ini, solusi dan inovasi baru dapat dikembangkan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan KIM dan para tenant, dengan tetap mengacu pada arah strategis kemitraan.

Pada kesempatan tersebut, Direktur PT Kawasan Industri Medan (Persero), Daly Mulyana menuturkan, digitalisasi merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas layanan kawasan, efisiensi operasional, dan daya tarik investasi.

“Penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan awal dari kemitraan strategis antara KIM teknologi,” ujarnya.

Daly menjelaskan, sinergi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan efisiensi operasional dan keselamatan transportasi serta logistik, tetapi juga menciptakan model bisnis baru melalui optimalisasi aset, digitalisasi layanan, serta pemanfaatan teknologi AI dan IoT.

Baca Juga: Pasar Gudang Modern Greater Jakarta Makin Ketat, Tingkat Hunian Tembus 95,8% di Awal 2026

“Kami meyakini kolaborasi ini akan memberikan nilai tambah bagi seluruh tenant, memperkuat daya saing KIM sebagai kawasan industri modern, sekaligus menjadi model transformasi digital yang dapat direplikasi di kawasan industri lainnya di Indonesia,” lanjutnya.

Kemitraan ini memiliki nilai strategis mengingat KIM merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Sumatera dan menjadi pusat aktivitas berbagai sektor manufaktur dan logistik.

Implementasi teknologi secara terintegrasi diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan sekaligus memberikan layanan yang semakin optimal bagi tenant dan seluruh pemangku kepentingan.

Selama periode kerja sama, TransTRACK dan KIM akan melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala untuk memastikan setiap inisiatif berjalan efektif dan selaras dengan kebutuhan pengembangan kawasan.

Melalui kolaborasi ini, TransTRACK kembali menegaskan komitmennya untuk memperluas penerapan teknologi AI dan IoT di berbagai sektor strategis Indonesia, sekaligus mendukung transformasi industri menuju ekosistem transportasi dan logistik yang lebih efisien, aman, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait