RealEstat.id (Bekasi) – Kota Jababeka, Cikarang resmi memiliki rumah sakit baru dengan beroperasinya President University Hospital. Hal ini ditandai dengan peluncuran logo Rumah Sakit President University pada Sabtu (10/10/2026).
Acara peluncuran dihadiri oleh dr. Asep Surya Atmaja, Plt. Bupati Kabupaten Bekasi; Johanes Poso, Direktur Utama PT Rumah Prima Sehat; dan Prof. Budi Setiabudiawan, Dekan Fakultas Kedokteran President University.
Turut hadir Handa S. Abidin, Rektor President University; Prof. Dr. dr. Satyanegara, Sp.BS (K), Chairman of Board of Trustee (BoT) Fakultas Kedokteran President University; dan Prof. Dr. Ir. Budi Susilo Soepandji, D.E.A dari Yayasan Pendidikan Universitas Presiden.
Acara ini juga dihadiri oleh mitra dan sejumlah tamu penting, yakni Prof. Xu Kecheng, MD, pakar pengobatan dan rehabilitasi kanker terkenal asal Tiongkok. Dia juga merupakan senior medical advisor RS President University.
Selain itu, tampak perwakilan dari sejumlah tenant Kawasan Industri Jababeka, seperti PT Prodia Diagnostic Line, PT. Indo Sultan Jaya, PT. Ethica Industri Farmasi, serta perbankan dan perusahaan asuransi swasta.
Baca Juga: Dibangun Dalam 3 Tahap, President University Gelar Groundbreaking Teaching Hospital
Berlokasi di Jalan Niaga Raya, Kabupaten Bekasi, Rumah Sakit President University (RSPU) berdiri di atas lahan sekitar 6.800 meter persegi.
Rumah sakit ini hadir sebagai bagian dari ekosistem Jababeka Medical City, menyusul berdirinya Fakultas Kedokteran President University.
RS President University dirancang untuk dikembangkan sebagai rumah sakit yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan.
Rumah Sakit Percontohan
Setyono Djuandi Darmono, Founder President University sekaligus Founder dan Chairman PT Jababeka Tbk (IDX: KIJA), menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Bekasi serta berbagai pihak sehingga RS President University bisa beroperasi.
“Terima kasih untuk semua pihak yang sudah hadir pada acara launching hari ini,“ kata SD Darmono, dalam kata sambutannya.
Baca Juga: Unggulkan Human Capital, Kawasan Industri Jababeka Bertransformasi Menjadi Ekosistem Entrepreneur
SD Darmono menambahkan, RS President University akan dikembangkan menjadi rumah sakit berstandar internasional.
Dia berharap, rumah sakit ini bisa menjadi pilihan utama bagi pasien mancanegara yang ingin mendapatkan layanan kesehatan berkualitas di Kabupaten Bekasi.
Di tahap awal, RS President University memberi layanan check-up, agar bisa mengdiagonosa kanker sejak dini.
Secara paralel, para dokter dan tenaga kesehatan mendapat menguasai Bahasa Inggris, Jepang, dan Mandirin. Dengan demikian, calon pasien dari mancanegara berminat untuk datang.
Di Cikarang ada banyak ekspatriat yang bekerja di ribuan pabrik. Jika tak ada layanan kesehatan yang mumpuni, mereka akan pergi berobat ke Singapura, Penang, atau Australia.
“Kami berharap, Rumah Sakit President University bisa menjadi proyek percontohan bagi Kabupaten Bekasi, dan dapat dukungan pemerintah,” kata Darmono.
Baca Juga: President University Raih Peringkat Pertama WURI se-Indonesia di Kategori Culture/Values

Hasil Visi dan Komitmen Pengembang
Pada kesempatan tersebut, Plt. Bupati Kabupaten Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas peluncuran RS President University di Kota Jababeka.
Menurutnya, salah satu concern dalam memimpin Pemkab Bekasi adalah kemudahan masyarakat Kabupaten Bekasi untuk berobat. Asep bersyukur, dengan dibukanya RS President University, Kabupaten Bekasi kini memiliki 56 rumah sakit.
“Rumah Sakit ini insya Allah akan dikembangkan khusus untuk menangani kanker. Mudah-mudahan di sini bisa menjadi pusatnya,” tuturnya.
Asep juga mendorong Rumah Sakit President University untuk segera bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Hal ini diperlukan agar masyarakat Kabupaten Bekasi yang butuh pelayanan kesehatan atau terkena kanker bisa berobat dan dilayani dengan baik.
Baca Juga: Setiap Lulusan President University Diharapkan Berkarya Positif Bagi Masyarakat
Dia pun menyampaikan komitmennya dalam mendukung pengembangan RS President University. “Untuk (kebutuhan) terkait regulasi, birokrasi, perizinan, akan saya kawal. Apalagi saya seorang dokter yang memang memprioritasnya kesehatan,” kata Asep.
Sementara itu, Prof. Budi Setiabudiawan, Dekan Fakultas Kedokteran President University, mengapresiasi visi, komitmen, dukungan nyata pihak Jababeka dan President University, sehingga RS President University bisa beroperasi dalam waktu singkat.
“Pasalnya, Fakultas Kedokteran President University baru berdiri pada tahun 2023, namun dalam waktu kurang dari empat tahun, RS President University, sudah hadir,” katanya.
Sedangkan, Prof. Dr. dr. Satyanegara, Sp.BS (K), Chairman of Board of Trustee (BoT) Fakultas Kedokteran President University meyakini, RS President University akan berkembang pesat dalam waktu singkat.
“Hal itu bisa terjadi, karena RS President University sudah melakukan kerja sama internasional, baik dengan pihak Taiwan maupun Tiongkok,” ungkapnya.
Baca Juga: President University Teken Kerja Sama Beasiswa dengan Hyundai Motor Chung Mong-Koo
Jadi Pusat Penanganan Kanker
Johanes Poso, Direktur Utama PT Rumah Prima Sehat menceritakan, bahwa dia sudah melakukan kunjungan ke Taiwan dan Tiongkok untuk untuk melihat perkembangan terbaru dalam penanganan kanker.
Pengetahuan dan teknologi tersebut diharapkan dapat diterapkan di RS President University sebagai layanan unggulan, sehingga rumah sakit ini dapat menjadi salah satu rujukan untuk pengobatan kanker.
Setelah cancer center berhasil dikembangkan, pihaknya berencana mengembangkan cardiac center atau pusat layanan penyakit jantung.
“Kedua layanan tersebut dipilih karena kanker dan penyakit jantung merupakan masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat Indonesia,” kata Johanes.
Dia menjelaskan, RS President University sudah mengantongi izin operasional tipe D dan telah menyiapkan berbagai layanan kesehatan.
Baca Juga: Kota Mandiri Jababeka Makin Digemari Warga dan Investor Korea, Ini Penyebabnya
Mulai dari rawat inap dengan kapasitas 54 tempat tidur, instalasi gawat darurat (IGD), poliklinik, layanan operasi, farmasi, laboratorium, radiologi, hingga layanan rujukan.
Selain itu, RS President University juga menyiapkan layanan dokter spesialis, meliputi spesialis anak dan kesehatan ibu, penyakit dalam, gizi, serta kebidanan dan kandungan.
Fasilitas kesehatan yang mulai beroperasi dalam waktu dekat, yaitu poliklinik dan medical check up (MCU).
Johanes Poso mengungkapkan, peluncuran RS President University secara keseluruhan akan dilakukan pada bulan November 2026 nanti.
“Saat ini, kami telah memiliki pegawai sebanyak 111 karyawan meliputi dokter, tenaga kesehatan, pegawai administrasi, dan pendukung rumah sakit,” katanya.
Baca Juga: Jakarta Tak Lagi Ibu Kota, Jababeka Siap Jadi Kota Metropolitan
Akreditasi Rumah Sakit President University
Johanes Poso menambahkan bahwa saat ini tengah mematangkan persiapan akhir operasional, termasuk akreditasi rumah sakit.
“Akan ada tahap akreditasi untuk RS President University. Setelah akreditasi, maka akan ada fasilitas untuk bisa melayani BPJS Kesehatan bagi masyarakat,” tambahnya.
Johanes optimistis RS President University dapat memberikan pelayanan kesehatan optimal setelah beroperasi penuh pada November mendatang, meski kapasitasnya masih terbatas. Namun, pihaknya telah berencana menambah kapasitas tempat tidur menjadi 200 unit.
Dia menyadari perjalanan RS President University masih panjang dan memerlukan waktu untuk pengembangan. Namun, dengan dukungan founder, board of Trustee FKPU, mitra internasional, direksi RS President University, dia percaya cita-cita besar ini dapat terwujud.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan bekerja sama. Kami berharap RS President University bisa berkembang dan menjadi rumah sakit rujukan kanker di Kota Jababeka,” tutupnya.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








