RealEstat.id (Jakarta) – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memperkuat kolaborasi dengan sektor perbankan seperti PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) untuk mempercepat penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat.
Untuk itu, Menteri PKP, Maruarar Sirait bertemu dengan Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, yang didampingi Direktur Consumer Banking, BTN Evita Barliana di Ruang Kerja Menteri PKP, Wisma Mandiri 2, Jakarta, Senin (2/11/2026).
Pada kesempatan itu, kedua belah pihak membahas percepatan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan, optimalisasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), serta sejumlah inovasi pembiayaan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.
Baca Juga: Kementerian PKP Kembali Ajak Bappenas Matangkan Roadmap Perumahan 2025-2029
Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan, sinergi pemerintah dan perbankan, khususnya BTN, sebagai salah satu bank utama dalam pembiayaan perumahan nasional, sangat diperlukan.
Apalagi sektor pembiayaan jiga memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Adanya berbagai terobosan yang dilakukan BTN juga menjadi langkah positif untuk mempercepat realisasi program perumahan, sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan pelaku usaha sektor perumahan.
“BTN memiliki terobosan-terobosan baru yang baik dan bagus dalam mendukung percepatan progres rumah subsidi FLPP,” ujar Maruarar.
Baca Juga: Manfaatkan FLPP, BP Tapera Dorong Pekerja Muda Miliki Rumah Pertama
Realisasi Rumah Subsidi 56%
Pada pertemuan itu, Menteri PKP juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi BTN dalam mendukung berbagai program Kementerian PKP, khususnya penyaluran rumah subsidi FLPP dan pelaksanaan KUR Perumahan.
“Saya berterima kasih atas capaian-capaian yang telah dilakukan BTN dalam mendukung Kementerian PKP terkait program perumahan, khususnya rumah subsidi FLPP dan KUR Perumahan,” imbuhnya.
Sementara itu, Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Heru Pudyo Nugroho mengapresiasi kontribusi BTN dalam mendukung percepatan penyaluran KPR Subsidi FLPP.
Berdasarkan laporan yang disampaikan, realisasi penyaluran rumah subsidi secara keseluruhan telah mencapai lebih dari 167.000 unit atau sekitar 56,03% dari target.
Baca Juga: BP Tapera Gandeng Kejaksaan RI, Pastikan Tata Kelola Ekosistem Perumahan yang Akuntabel
Heru Pudyo Nugroho juga berharap sinergi antara Kementerian PKP, BP Tapera, dan BTN dapat terus diperkuat sehingga penyaluran rumah subsidi semakin optimal, tepat sasaran, serta mampu menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan hunian layak.
“BTN menjadi salah satu kontributor utama dalam pencapaian tersebut. Apabila digabungkan dengan kontribusi Bank Syariah Nasional (BSN), target penyaluran mencapai sekitar 135.000 unit dengan realisasi sekitar 123.000 unit,” katanya.
Inovasi Perumahan BTN
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu memaparkan sejumlah inovasi yang tengah dikembangkan untuk memperluas akses pembiayaan perumahan. Salah satunya adalah program percontohan atau piloting pembiayaan tambahan di wilayah Bogor.
Melalui skema ini, pengembang terlebih dahulu membangun rumah hingga selesai, kemudian BTN memberikan fasilitas pembiayaan tambahan maksimal 30% untuk melengkapi kebutuhan rumah agar benar-benar siap dihuni.
Baca Juga: Transformasi BTN: Perluas Akses KPR, Digitalisasi Layanan, dan Kembangkan Rumah Rendah Emisi
“Skema tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas keterhunian rumah subsidi, sekaligus memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk memperoleh hunian yang lebih layak tanpa harus beralih ke pembiayaan lain dengan tingkat suku bunga yang lebih tinggi,” terangnya.
Selain itu, BTN juga tengah memproses pengembangan program recycle housing melalui penyusunan regulasi yang diperlukan.
Program ini diarahkan untuk mengoptimalkan kembali rumah-rumah lama yang tidak lagi dihuni, termasuk rumah yang belum dimanfaatkan sejak masa pandemi Covid-19, melalui perbaikan dan peningkatan kelayakan bangunan.
Dengan demikian, rumah-rumah yang sebelumnya tidak produktif dapat kembali dimanfaatkan oleh masyarakat. Program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan pasokan hunian sekaligus mendorong permintaan terhadap rumah.
Baca Juga: BTN Salurkan Kredit Program Perumahan (KPP) Rp7,4 Triliun, Dorong UMKM Naik Kelas
Progres Rusun Subsidi Manggarai
Terkait pengembangan rumah susun subsidi di kawasan Manggarai, Nixon menyampaikan bahwa jumlah masyarakat yang telah mendaftar mencapai sekitar 1.500 orang.
Saat ini, proses pengembangan masih menunggu penyelesaian perizinan yang tengah diproses oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero), sehingga tahapan selanjutnya, termasuk pelaksanaan akad, dapat segera dilakukan setelah seluruh persyaratan terpenuhi.
BTN juga terus memperluas kolaborasi penyediaan hunian bagi kelompok masyarakat pekerja, termasuk melalui komunikasi dengan organisasi keagamaan seperti Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Muhammadiyah.
“Salah satu fokus pembahasannya adalah penyediaan rumah bagi pegawai dan tenaga pendidik di lingkungan yayasan Muhammadiyah,” terangnya.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








