RealEstat.id

Hunian Waterfront Kian Diminati, Revitalisasi Situ Cihuni Dorong Nilai Properti Gading Serpong

Konsep hunian waterfront—seperti lakeside dan riverside—masih menarik, karena menawarkan kenyamanan, suasana alami, dan potensi investasi jangka panjang.

waterfront tepi danau cihuni matera lakeside paramount gading serpong realestat.id dok
Ruang terbuka publik di sisi Danau Cihuni, Gading Serpong, Tangerang. (Foto: Dok. Realestat.id)

RealEstat.id (Tangerang) – Hunian di tepi perairan—baik sungai, danau, maupun laut—selama ini dikenal memiliki daya tarik kuat, tidak hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai instrumen investasi properti.

Dalam industri real estat, konsep ini dikenal sebagai hunian waterfront atau waterfront property, yakni kawasan residensial yang berada di dekat elemen air seperti lakeside, riverside, maupun seaside.

Popularitas konsep waterfront terus meningkat karena menawarkan pengalaman tinggal yang berbeda dibanding kawasan hunian konvensional.

Selain menghadirkan panorama alam yang menarik, keberadaan air dinilai mampu meningkatkan kualitas hidup penghuni dari sisi kenyamanan, kesehatan mental, hingga aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Paramount Gading Serpong Hadirkan Ekosistem Hunian dan Gaya Hidup Terintegrasi dalam Konsep Kota Mandiri

Daya Tarik Hunian Berkonsep Waterfront

Salah satu daya tarik utama hunian waterfront terletak pada kualitas visual dan suasana lingkungan yang ditawarkan.

Pemandangan dan suara aliran air, deburan ombak, serta udara yang relatif lebih segar menciptakan atmosfer tinggal yang lebih nyaman dan menenangkan.

Kawasan seperti ini dinilai mampu menghadirkan pengalaman hidup yang lebih rileks, terutama bagi masyarakat urban yang sehari-hari dihadapkan pada kepadatan lalu lintas, polusi, dan tekanan pekerjaan.

Dalam sejumlah kajian, kedekatan manusia dengan air bahkan disebut memiliki dampak psikologis positif. Konsep Blue Mind yang dipopulerkan oleh Wallace J. Nichols menjelaskan bahwa keberadaan air dapat membantu menciptakan kondisi mental yang lebih tenang, fokus, dan bahagia.

Sejalan dengan itu, Thea Gallagher, seorang psikolog klinis asal Amerika Serikat yang juga pakar kesehatan mental, menyebut lingkungan yang dekat dengan unsur air dapat membantu menurunkan tingkat stres sekaligus meningkatkan kualitas istirahat dan tidur.

Baca Juga: Didorong Populasi dan Mobilitas, Kawasan Komersial Paramount Gading Serpong Tumbuh Pesat

hunian waterfront tepi danau cihuni paramount gading serpong matera lakeside realestat.id dok
Danau Cihuni di Paramount Gading Serpong. (Foto: Realestat.id)
Privasi Lebih Tinggi dan Kesan Eksklusif

Hunian waterfront juga identik dengan suasana yang lebih privat dan eksklusif. Dibanding kawasan perkotaan biasa yang memiliki kepadatan tinggi, perumahan di tepi danau, sungai, maupun laut umumnya dibangun dengan ruang terbuka lebih luas dan jumlah unit lebih terbatas.

Kondisi tersebut membuat lingkungan terasa lebih tenang, nyaman, dan tidak terlalu padat. Tak heran jika konsep waterfront banyak diminati segmen menengah atas maupun pembeli properti premium yang mengutamakan kenyamanan tinggal sekaligus prestise lokasi.

Selain itu, keberadaan view air sering kali menjadi elemen pembeda yang meningkatkan persepsi nilai sebuah properti.

Mendukung Gaya Hidup Sehat dan Aktivitas Outdoor

Dari sisi gaya hidup, kawasan waterfront juga menawarkan keuntungan tersendiri karena mendukung aktivitas luar ruang yang lebih aktif.

Lingkungan sekitar perairan umumnya dirancang dengan jalur pedestrian, ruang terbuka hijau, hingga area rekreasi yang dapat digunakan untuk jogging, bersepeda, berjalan santai, memancing, atau aktivitas olahraga air seperti kayaking di sejumlah kawasan tertentu.

Kualitas udara yang relatif lebih baik dibanding pusat kota padat juga menjadi faktor pendukung terciptanya pola hidup sehat bagi penghuni.

Baca Juga: Hunian di Kota Mandiri Kian Diminati Milenial, Momentum Positif Bagi Paramount Gading Serpong

Efek ‘Healing‘ dan Keseimbangan Emosional

Dalam beberapa tahun terakhir, istilah healing environment semakin populer di sektor properti. Hunian waterfront kerap dikaitkan dengan konsep tersebut karena dinilai mampu memberikan efek menenangkan secara emosional.

Keberadaan air dipercaya memberi stimulasi sensorik yang membantu tubuh dan pikiran lebih rileks. Pemandangan yang terbuka, suara alami, serta atmosfer yang lebih tenyap menjadi kombinasi yang mendukung keseimbangan mental dan well-being penghuni.

Karena alasan itu, banyak orang melihat hunian waterfront bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang hidup yang mampu meningkatkan kualitas keseharian sekaligus menjadi tempat beristirahat dari tekanan ritme kota yang semakin cepat.

martin samuel hutapea leads property realestat.id dok Ritel Kuartal i ii iii iv 2026 2027
Martin Samuel Hutapea, Associate Director Research & Consultancy Department Leads Property (Foto: Dok. Pribadi)
Nilai Investasi Lebih Tinggi

Menurut Martin Samuel Hutapea, Associate Director Research & Consultancy Department Leads Property, konsep hunian waterfront seperti lakeside maupun riverside masih menjadi salah satu daya tarik utama di pasar properti, karena menawarkan kombinasi antara kenyamanan tinggal, suasana alami, dan potensi investasi jangka panjang.

“Keunggulan utama hunian waterfront terletak pada aspek visual dan kualitas lingkungan yang lebih baik dibanding kawasan perumahan konvensional,” tuturnya kepada Realestat.id.

Martin menjelaskan bahwa perumahan dengan konsep danau atau tepian air umumnya didukung area penghijauan yang lebih melimpah.

Baca Juga: Ekosistem Kota Kian Solid, Paramount Gading Serpong Siap Bawa Tangerang Raya Naik Level

Kondisi tersebut menciptakan suasana hunian yang lebih asri sekaligus memberi pengalaman rekreasi bagi penghuni, terutama jika kawasan dirancang dengan fasilitas pedestrian, taman, maupun area santai di sekitar danau.

“Hunian waterfront menawarkan nilai estetika yang kuat. Penghuni bisa menikmati suasana alam yang lebih nyaman dan tenang dibanding kawasan urban biasa,” ujar Martin Samuel Hutapea.

Selain meningkatkan kualitas hidup penghuni, keberadaan danau atau area air juga dapat berfungsi sebagai water retention untuk membantu menampung air hujan dan mendukung sistem drainase kawasan.

Dari sisi investasi, Martin menilai rumah dengan konsep waterfront umumnya memiliki nilai jual lebih tinggi dibanding unit lain di kawasan yang sama tanpa view danau atau tepian air.

“Keberadaan elemen air menjadi nilai tambah yang membuat harga properti waterfront cenderung premium,” katanya.

Meski memiliki banyak kelebihan, Martin mengingatkan bahwa hunian waterfront juga memiliki sejumlah tantangan yang perlu diperhatikan, terutama dari sisi pemeliharaan kawasan.

Baca Juga: Dikelola Profesional, Pasar Modern Paramount Gading Serpong Jadi Simpul Aktivitas Sosial dan Ekonomi Warga

Dia mengatakan, area danau atau tepian air membutuhkan perawatan rutin agar kualitas lingkungan tetap terjaga.

“Jika tidak dikelola dengan baik, kawasan dapat menimbulkan masalah seperti bau tidak sedap hingga tingkat kelembapan yang tinggi,” katanya.

Selain itu, risiko kenaikan permukaan air saat curah hujan tinggi juga menjadi perhatian penting dalam pengembangan kawasan waterfront.

Menurut Martin, potensi luapan air dapat diminimalkan apabila pengembang merancang elevasi jalan lebih tinggi dari permukaan air serta menyediakan jarak aman antara badan air dan area hunian maupun jalan utama.

“Perencanaan kawasan menjadi faktor penting agar konsep waterfront tetap nyaman dan aman untuk jangka panjang,” tutupnya.

Baca Juga: Paramount Land Hadirkan Matera Signature: Puncak Kemewahan di Gading Serpong

danau situ cihuni sebelum revitalisasi matera lakeside paramount gading serpong realestat.id dok
Situ Cihuni sebelum revitalisasi (Foto: Dok. Realestat.id)
Revitalisasi Situ Cihuni

Konsep hunian waterfront kini juga semakin relevan dalam pengembangan kawasan kota baru (township) di Indonesia.

Salah satu contohnya terlihat di kawasan Gading Serpong, Tangerang, melalui upaya revitalisasi Danau Cihuni yang diarahkan tidak hanya sebagai elemen estetika kawasan, tetapi juga ruang terbuka publik dan penunjang kualitas lingkungan.

Revitalisasi Danau atau Situ Cihuni di kawasan Gading Serpong, Tangerang, mulai mendapat perhatian serius pemerintah dalam beberapa tahun terakhir.

Kawasan danau alami yang berada di Kecamatan Pagedangan tersebut dinilai memiliki fungsi penting sebagai area konservasi air sekaligus pengendali banjir bagi kawasan urban yang berkembang pesat di sekitarnya.

Program revitalisasi dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC).

Baca Juga: Paramount Gading Serpong Perkenalkan Matera Lakeside, Hunian Premium Tepi Danau dengan Konsep Resort Living

Revitalisasi Situ Cihuni mulai direncanakan sejak 2023 dan ditargetkan berjalan bertahap hingga 2026. Proyek ini mulai dikerjakan pada 4 Juli 2025 dengan anggaran mencapai sekitar Rp18,16 miliar.

Program pemulihan Situ Cihuni mencakup pemetaan kawasan, penetapan sempadan situ, pengerukan, pemeliharaan rutin, hingga revitalisasi fisik kawasan danau.

Selain aspek infrastruktur, revitalisasi Danau Cihuni juga diarahkan untuk mendukung kualitas lingkungan, area konservasi air, pengendali banjir, ruang terbuka hijau, sekaligus destinasi wisata baru bagi masyarakat Tangerang dan sekitarnya.

Pekerjaan revitalisasi meliputi pembangunan jogging track, saluran inlet dan outlet, tanggul, pengerukan sedimentasi, hingga penataan area sempadan danau agar lebih aman dan nyaman untuk aktivitas masyarakat.

Menariknya, keberadaan danau alami seluas 32,4 hektare ini telah tercatat dalam Peta Tangerang tahun 1942 dan belum pernah.

Kawasan ini juga sejak lama dinilai memiliki bentang alam yang sangat istimewa di Gading Serpong. Keberadaan danau alami dengan hamparan air terbuka seperti Situ Cihuni disebut semakin jarang ditemukan di kawasan urban, terutama di sekitar Jakarta dan Tangerang.

Baca Juga: Paramount Gading Serpong Luncurkan Matera Lakeside, Hunian Mewah Tepi Danau Mulai Rp6,9 Miliar

matera lakeside paramount gading serpong waterfront realestat.id dok
Matera Lakeside (Foto: Realestat.id)
Hunian Premium Matera Lakeside

Revitalisasi Situ Cihuni membawa berkah bagi Paramount Land yang tengah mengembangkan Matera, kawasan hunian premium di Paramount Gading Serpong.

Setelah sukses memasarkan Matera Residences dan Matera Signature, kali ini Paramount Gading Serpong memperkenalkan Matera Lakeside—tepat menghadap Situ Cihuni yang saat ini tengah direvitalisasi.

Mengusung konsep “A New Genre of Lakeside Luxury”, Matera Lakeside menghadirkan pengalaman tinggal layaknya di resor mewah yang memadukan kemewahan, kenyamanan, dan keindahan alam.

Matera Lakeside digadang sebagai satu-satunya hunian premium dan eksklusif yang berada tepat di sisi danau konservasi alami yang ditumbuhi pepohonan pinus rindang dan asri.

Matera Lakeside menghadirkan standar privasi baru melalui perencanaan kawasan yang tidak terbuka langsung ke boulevard utama Matera. Akses utama justru diarahkan ke jalan utama di sisi danau untuk meningkatkan privasi dan eksklusivitas.

Baca Juga: Sukses Digelar, Paramount Annual Golf Tournament 2026 Hadirkan Sportainment Premium Berhadiah Spektakuler

Di samping itu, kawasan ini juga menerapkan sistem double gate. Gerbang kawasan berada di jalan utama sisi danau dan terhubung langsung dengan Maggiore Hills Park, ruang terbuka hijau di sempadan Danau Cihuni.

Sementara, gerbang kedua yang menjadi akses utama menuju hunian dirancang menghadap danau, dengan desain gerbang bergaya resort yang modern dan elegan.

Pada tahap pertama, Paramount Gading Serpong menawarkan sebanyak 25 unit rumah di Matera Lakeside dengan harga mulai dari Rp6,9 miliaran.

Kawasan Matera sendiri kini menjadi market leader produk hunian premium di Gading Serpong yang menawarkan keseimbangan antara privasi hunian dan kemudahan akses menuju berbagai pusat aktivitas di sisi selatan Paramount Gading Serpong.

Mengusung konsep ‘luxury resort living’ dengan perpaduan kemewahan, kenyamanan, privasi, dan kedekatan dengan alam, dalam lima tahun terakhir, Matera berkembang menjadi kawasan komersial berskala regional dengan beragam destinasi baru seperti restoran, lifestyle hub, pusat bisnis, hingga pusat hiburan.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait