RealEstat.id (Sydney) – Melengkapi fasilitas, One Global Resorts Green Square—hotel bintang lima milik pengusaha Australia kelahiran Surabaya, Iwan Sunito—memperkenalkan One Muse, sebuah kafe, bar, galeri seni, sekaligus platform social enterprise yang dibangun untuk tujuan sosial.
One Muse merupakan perwujudan konkret dari visi Sunito Foundation untuk melihat potensi setiap individu, menumbuhkan rasa percaya diri, serta membuka peluang yang bermakna bagi anak-anak, generasi muda, dan orang dewasa dengan kebutuhan belajar khusus.
Iwan Sunito, Founder dan CEO One Global Capital mengatakan, visi utama Sunito Foundation sebenarnya sederhana: setiap orang berhak dilihat berdasarkan apa yang dapat mereka capai, bukan dari hal-hal yang menjadi tantangan bagi mereka.
“One Muse adalah tempat di mana visi tersebut menjadi nyata—melalui galeri, kafe, ruang kerja, dan pada akhirnya sebuah jalan yang dapat menjadi milik seluruh komunitas,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Senin (24/8/2026).
Nama One Muse berasal dari kata ‘muse’, yang berarti seseorang atau sebuah kekuatan yang menjadi sumber inspirasi bagi kreativitas dan ekspresi seni. Bagi Iwan Sunito, inspirasi tersebut pertama kali datang dari putri keduanya, Hannah Sunito.
Dia bercerita, Hannah adalah anak dengan kebutuhan belajar khusus yang tumbuh menghadapi berbagai tantangan melalui ketekunan, dukungan keluarga, dan kecintaannya terhadap seni.
Dan seiring waktu, dia menemukan karakter dan jiwa kreatifnya sendiri, hingga berkembang menjadi seorang seniman yang memperoleh berbagai pencapaian.
Karya-karyanya telah dipamerkan di berbagai lokasi di Sydney, seperti di universitas dan kegiatan amal, pameran kelompok, termasuk Randwick Art Society Annual Art Show, hingga sukses menggelar pameran tunggal pertamanya.
Baca Juga: One Global Capital Perkuat Bisnis Hospitality Lewat Hotel Butik Baru di Parramatta
Pada 2021, Hannah Sunito pun sukses memenangi kategori lukisan minyak/akrilik dalam Randwick Art Society Annual Exhibition.
Saat ini, Hannah menjabat sebagai CEO One Muse yang berperan aktif dalam membentuk, mengembangkan, dan mengarahkan bisnis sekaligus misi sosial yang diembannya.
“One Muse memang berawal dari Hannah, tetapi kami tidak ingin One Muse hanya tentang Hannah,” jelas Iwan Sunito, menegaskan.
Namun dia mengaku, perjalanan putrinya tersebut memberi keberanian untuk membayangkan sebuah platform yang dapat membuka pintu bagi lebih banyak anak, generasi muda, dan orang dewasa dengan kebutuhan belajar khusus.
“Hannah mungkin merupakan muse pertama, tetapi kami berharap ia dapat menginspirasi ribuan muse lainnya,” tuturnya.

One Muse Menuju One Muse Art Street
Menurut Iwan Sunito, One Muse merupakan langkah pertama. Tahap selanjutnya, Sunito Foundation akan mengembangkan One Muse Art Street yang menjadi visi untuk membawa semangat tersebut dari hanya satu venue menuju jalan dan ruang publik di sekitar One Global Resorts dan Green Square Library.
Terinspirasi dari art street dan piazza di Eropa dan Italia, konsep ini menghadirkan live painting, pameran seni, musik, pertunjukan, workshop, outdoor dining, serta berbagai kegiatan komunitas.
Tujuannya untuk menciptakan sebuah kawasan kreatif yang inklusif, tempat seniman, musisi, penampil, dan pengunjung dari berbagai latar belakang serta kemampuan dapat berpartisipasi.
Saat ini, imbuh Iwan, One Muse bersama Pemerintah Kota Sydney tengah mendiskusikan berbagai peluang untuk menjadikan jalan dan ruang publik sebagai ruang seni, dengan tetap mengikuti regulasi yang berlaku.
“Jalan memiliki arti penting karena seni tidak seharusnya tersembunyi di dalam satu ruangan,” ujar Iwan. “Kami ingin kreativitas dan kesempatan menjadi bagian dari kehidupan publik sehari-hari.
Dia pun meyakini bahwa One Muse Art Street akan memungkinkan visi Sunito Foundation melampaui dinding galeri dan menjadi sesuatu yang dapat dilihat, dirasakan, dan didukung oleh seluruh komunitas.
Dalam jangka panjang, One Muse dan One Muse Art Street diharapkan menjadi salah satu representasi utama dari Sunito Foundation, yang menghubungkan seniman, keluarga, sekolah, dunia usaha, warga, pengunjung, dan berbagai organisasi kreatif.
Melalui platform seni ini, Sunito Foundation ingin memberikan ruang dan apresiasi kepada individu dengan kebutuhan belajar khusus berdasarkan kemampuan dan potensi mereka—sebagai seniman, pekerja, entrepreneur, penampil, maupun anggota masyarakat yang memiliki talenta dan kontribusi yang layak untuk diakui dan didukung.
“Ini baru permulaan,” ujar Sunito. “Harapan kami adalah membangun sebuah platform jangka panjang, di mana talenta berkembang menjadi kepercayaan diri untuk membuka peluang, dan pada akhirnya mengantar kepada sebuah kemandirian. Itulah yang ingin kami hadirkan melalui One Muse—dan nantinya melalui seluruh kawasan di sekitarnya.”
Lewat One Muse, imbuhnya, One Global Resorts Green Square memperluas perannya melampaui hospitality konvensional untuk menjadi destinasi komunitas dan kreativitas, sekaligus membawa visi Sunito Foundation hadir lebih nyata di tengah kehidupan publik.
Baca Juga: Setahun Akuisisi, One Global Capital Bagikan Dividen Perdana Sebesar AUD1,8 Juta

Visi Besar Sunito Foundation
Sunito Foundation memiliki visi untuk merangkul semua orang dari berbagai latar belakang, kondisi, dan kemampuan untuk kemudian menciptakan sebuah kesempatan yang nyata.
Melalui One Muse, visi tersebut diwujudkan dengan berbagai kegiatan, seperti pameran, penjualan karya seni, workshop, kolaborasi kreatif, akses lapangan pekerjaan, serta penyewaan karya seni untuk perkantoran, hotel, proyek properti, dan berbagai acara.
Tujuannya tak sekadar memamerkan karya seni, tetapi membantu setiap individu membangun kepercayaan diri, kemampuan, identitas profesional, penghasilan, serta rasa memiliki terhadap komunitas.
One Muse juga ingin berjalan bersama keluarga agar mereka dapat melihat potensi sekaligus masa depan anak-anak.
Menurut Iwan, inklusi atau pemerataan sosial tidak dapat berhenti pada kata-kata atau kegiatan yang hanya dilakukan sesekali, namun juga harus menciptakan platform yang nyata, tanggung jawab yang sesungguhnya, penghasilan yang memadai, serta kepercayaan diri untuk ikut berpartisipasi.
“Tujuan kami agar banyak keluarga melihat bahwa kreativitas dan kontribusi anak-anak mereka memiliki nilai,” ujarnya.
Baca Juga: Transformasi Besar One Global Capital: Dari Pengembang ke Platform Investasi Real Estat Dunia
Platform Kuat dan Berkelanjutan
Kinerja One Global Resorts Green Square yang kuat memberikan fondasi komersial bagi visi yang berlandaskan tujuan sosial ini untuk terus berkembang.
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, hotel bintang lima ini mencatat rata-rata tingkat okupansi sebesar 95,07%, dengan pendapatan kotor sekitar AUD5,6 juta.
Berdasarkan laporan Smith Travel Research (STR) terbaru, One Global Resorts Green Square juga menempati posisi sebagai market leader di kelasnya.
Hotel ini juga menerima Tripadvisor Travelers’ Choice Best of the Best 2026, penghargaan tahunan tertinggi dari Tripadvisor yang hanya diberikan kepada kurang dari 1% properti di seluruh dunia.
Saat ini, One Global Resorts Green Square juga berada di peringkat ke-12 dari 196 hotel di Sydney berdasarkan Tripadvisor.
“Bagi kami, keberhasilan komersial dan tujuan sosial seharusnya bisa saling mengisi. Bisnis yang berkelanjutan memberikan kemampuan bagi sebuah visi untuk bertahan, berkembang, dan menciptakan peluang dari tahun ke tahun,” terang Iwan.
Menurutnya, peluncuran One Muse dilakukan di tengah kondisi pasar pariwisata dan hospitality Sydney yang terus menunjukkan permintaan kuat.
Dalam periode satu tahun hingga Maret 2026, Sydney menerima 67,5 juta kunjungan wisatawan dengan total belanja wisatawan mencapai AUD34,7 miliar, di mana AUD13,9 miliar berasal dari wisatawan internasional.
Berada di lokasi yang terhubung langsung dengan jaringan kereta Sydney melalui Green Square Station, One Global Resorts Green Square hingga detik ini juga merupakan satu-satunya hotel bintang lima di Sydney yang memiliki akses langsung ke jaringan kereta kota.
Hal ini semakin memperkuat posisinya yang unik di persimpangan antara hospitality, konektivitas, dan kepedulian terhadap komunitas.
Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News








