Lompat ke konten utama

RealEstat.id

Iwan Sunito dan Koichi Takada Racik Five Dock Sydney, Proyek Mixed-Use Berkonsep ‘City Within a City’

Five Dock Sydney dirancang sebagai "city within a city", sebuah kawasan dengan identitas dan ekosistem yang mampu menarik masyarakat untuk datang, meski tidak tinggal maupun bekerja di dalamnya.
five dock sydney one global capital iwan sunito koichi takada realestat.id dok
Proyek Five Dock Sydney (Foto: Dok. One Global Capital)

RealEstat.id (Jakarta) – Iwan Sunito, arsitek dan pendiri perusahaan pengembang One Global Capital, menggandeng arsitek internasional Koichi Takada untuk merancang sebuah proyek mixed-use dengan nilai AUD1,9 miliar (setara Rp25 triliun) di Five Dock, Sydney.

Kolaborasi dua nama besar di dunia arsitektur Australia ini menandai lahirnya proyek berskala kota yang mengedepankan pengalaman hidup urban, bukan sekadar pembangunan gedung.

Keduanya selama bertahun-tahun dikenal sebagai sosok yang berkontribusi membentuk wajah modern Sydney melalui pendekatan desain yang berbeda.

Kini, mereka dipersatukan dalam satu visi untuk menciptakan destinasi perkotaan yang ikonik, terintegrasi, dan mampu menghadirkan cara baru bagi masyarakat untuk tinggal, bekerja, berinteraksi, hingga menikmati kehidupan kota.

Baca Juga: Proses Akuisisi Rampung, One Global Capital Luncurkan Proyek Baru di Five Dock Sydney

Proyek Five Dock berlokasi di kawasan Kings Bay Precinct, Inner West Sydney, dengan luas lahan sekitar 14.100 meter persegi. Berdasarkan usulan Floor Space Ratio (FSR) sebesar 5,7:1, kawasan ini memiliki potensi pengembangan hingga sekitar 80.400 meter persegi Gross Floor Area (GFA).

Masterplan yang disiapkan akan menghadirkan sekitar 840 unit hunian, hotel, area komersial dan ritel, fasilitas komunitas, ruang terbuka publik, jaringan pedestrian yang terintegrasi, serta komponen hunian terjangkau dalam satu kawasan yang saling terhubung.

Namun, bagi Iwan Sunito dan Koichi Takada, Five Dock bukan sekadar proyek mixed-use dengan kombinasi fungsi hunian dan komersial.

Kawasan ini dirancang sebagai “city within a city“, sebuah destinasi dengan identitas dan ekosistem kehidupan sendiri yang mampu menarik masyarakat untuk datang, meski tidak tinggal maupun bekerja di dalamnya.

Baca Juga: One Global Capital Perkuat Bisnis Hospitality Lewat Hotel Butik Baru di Parramatta

“Kami tidak ingin Five Dock menjadi proyek mixed-use konvensional yang hanya menempatkan hunian di atas podium retail. Kami ingin menciptakan sesuatu yang berani, tidak terduga, dan benar-benar baru bagi Sydney,” ujar Iwan Sunito, Founder dan Group CEO One Global Capital.

Menurutnya, kawasan tersebut harus menjadi magnet yang menawarkan pengalaman menyeluruh melalui perpaduan arsitektur, lanskap, hospitality, kuliner, seni, budaya, serta ruang publik yang hidup sepanjang hari.

five dock sydney one global capital realestat.id dok
Proyek Five Dock Sydney (Foto: One Global Capital)

Kolaborasi Dua Arsitek dengan Filosofi Berbeda

Five Dock Sydney menjadi proyek yang mempertemukan dua arsitek dengan latar belakang dan filosofi desain yang saling melengkapi.

Iwan Sunito merupakan lulusan Bachelor of Architecture with Honours dan Master of Construction Management dari UNSW Sydney serta arsitek terdaftar di New South Wales.

Pengalaman lebih dari 25 tahun sebagai arsitek dan pengembang membuatnya memandang sebuah proyek bukan hanya dari sisi investasi atau nilai finansial, tetapi juga dari kualitas pengalaman yang dirasakan masyarakat.

Baca Juga: One Global Capital Distribusikan Imbal Hasil Rp1,2 Triliun dari Proyek Five Dock Sydney, Investor Raup Hingga 24 Kali Lipat

Selama kariernya, Iwan telah memimpin berbagai proyek residensial dan mixed-use yang menjadi bagian penting dari perkembangan skyline Sydney.

Sementara itu, Koichi Takada dikenal secara global melalui karya-karya arsitektur yang mengusung pendekatan organik dan terinspirasi dari alam. Desainnya menempatkan hubungan antara manusia, bangunan, lanskap, dan lingkungan sebagai inti dari pengalaman ruang.

Kolaborasi ini mempertemukan perspektif Iwan sebagai arsitek, pengembang, investor, sekaligus pembangun komunitas dengan pendekatan artistik khas Koichi Takada.

Hasilnya bukan sekadar kerja sama antara pengembang dan konsultan desain, melainkan sinergi dua arsitek yang memiliki visi sama untuk menghadirkan salah satu destinasi perkotaan paling berkarakter bagi generasi baru Sydney.

“Sebagai arsitek, saya selalu percaya bahwa bangunan terbaik bukan hanya indah untuk dilihat. Sebuah bangunan dan kawasan harus mampu mengubah cara orang hidup, bekerja, berinteraksi, dan merasakan ritme kehidupan kota,” kata Iwan.

Ia menambahkan, bersama Koichi Takada, proyek ini dirancang untuk melampaui pendekatan konvensional dan menetapkan standar baru bagi pengembangan kawasan mixed-use di masa depan.

Baca Juga: Setahun Akuisisi, One Global Capital Bagikan Dividen Perdana Sebesar AUD1,8 Juta

Standar Baru Kawasan Mixed-Use

Berbeda dengan konsep mixed-use pada umumnya yang menggabungkan retail di lantai dasar dan hunian di atasnya, Five Dock Sydney menempatkan pengalaman manusia sebagai fondasi utama perancangan.

Seluruh elemen kawasan, mulai dari bangunan, lanskap, ruang hijau, plaza, jalur pedestrian, hotel, restoran, area ritel, fasilitas komunitas hingga instalasi seni, dirancang sebagai satu ekosistem yang saling terhubung.

Tim desain juga akan mengeksplorasi bentuk arsitektur yang lebih organik dengan karakter bangunan yang berbeda namun tetap harmonis, sekaligus menghadirkan ruang terbuka yang mendorong aktivitas sosial dari pagi hingga malam hari.

One Global Capital Sudney Five Dock Iwan Sunito realestat.id dok
Desain proyek Five Dock di Inner West Sydney (Foto: Istimewa)

Bagi Iwan, pendekatan tersebut bertujuan menjadikan Five Dock bukan hanya alamat baru di Sydney, tetapi juga destinasi yang mampu membangkitkan rasa ingin tahu dan memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat.

“Kami tidak hanya bertanya berapa banyak bangunan yang dapat ditempatkan di atas lahan ini,” tutur Iwan, “Pertanyaan kami adalah pengalaman seperti apa yang belum pernah dihadirkan sebuah kawasan mixed-use bagi masyarakat Sydney.

“Five Dock harus menjadi tempat yang membangkitkan rasa ingin tahu, menghadirkan inspirasi, dan membuat orang ingin kembali lagi,” imbuhnya.

Baca Juga: Transformasi Besar One Global Capital: Dari Pengembang ke Platform Investasi Real Estat Dunia

Perspektif Global dengan Karakter Sydney

Konsep desain Five Dock mengambil inspirasi dari berbagai kawasan perkotaan terbaik di dunia tanpa meniru satu model tertentu.

Sebaliknya, kawasan ini dirancang dengan tetap mempertahankan karakter khas Sydney, mulai dari iklim, budaya ruang luar, keberagaman masyarakat, hingga keterkaitan antara kota, alam, dan komunitas.

Iwan Sunito juga membawa perspektif Asia ke dalam proyek tersebut. Sebagai putra Indonesia yang telah berkarya di Australia selama lebih dari empat dekade, ia ingin menghadirkan kehangatan komunitas Asia, budaya kuliner, dan energi kehidupan kota ke dalam bahasa arsitektur kontemporer Sydney.

“Five Dock akan memiliki jiwa Sydney dengan perspektif global. Sebuah tempat di mana arsitektur, alam, kuliner, hospitality, budaya, dan kehidupan masyarakat bertemu dalam satu pengalaman perkotaan,” kata Iwan.

Baca Juga: One Global Capital dan Momentum Kebangkitan (Kembali) Iwan Sunito

Warisan Baru bagi Sydney

Bagi Iwan Sunito, Five Dock merupakan proyek terbesar sepanjang kariernya di Australia sekaligus tonggak baru bagi One Global Capital.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan proyek ini tidak akan diukur dari ketinggian menara maupun besarnya investasi, melainkan dari kemampuan kawasan tersebut menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan menciptakan kenangan lintas generasi.

“Sebuah bangunan dapat menjadi ikon karena bentuknya. Namun sebuah kawasan menjadi legendaris karena kenangan, pengalaman, dan kehidupan yang tumbuh di dalamnya,” ujar Iwan.

“Dulu kami membangun gedung-gedung yang turut membentuk skyline Sydney. Di Five Dock, kami ingin membangun sesuatu yang lebih besar daripada sebuah bangunan. Kami ingin menciptakan sebuah tempat yang hidup.”

Dengan nilai pengembangan mencapai sekitar AUD1,9 miliar atau setara Rp25 triliun, Five Dock tidak hanya menjadi proyek terbesar yang dipimpin Iwan Sunito di Australia, tetapi juga menandai transformasi One Global Capital dari pengembang gedung ikonik menjadi pencipta ekosistem perkotaan yang hidup, terhubung, dan dirancang untuk memberikan nilai bagi generasi mendatang.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait