Lompat ke konten utama

RealEstat.id

Menilik Uniknya Perpaduan Desain Swedia dari IKEA dengan Budaya Indonesia, Seperti Apa Jadinya?

IKEA Indonesia hadir dalam pameran Tyra Kleen, memadukan perspektif desain Swedia dengan elemen budaya Indonesia dalam ruang home living.
pameran Tyra Kleen memadukan desain Swedia dan Indonesia-RealEstat.id
Area Booth IKEA Indonesia dalam pameran Tyra Kleen, A Swedish Artist Celebrating Indonesian Culture: A Journey Through Java & Bali 1919–1921 di UP at Thamrin Nine, Jakarta. (Sumber: IKEA Indonesia)

RealEstat.id (Jakarta) – IKEA Indonesia menghadirkan perspektif desain Swedia dalam sebuah pameran budaya Indonesia di UP at Thamrin Nine, Jakarta

Melalui pameran karya seniman Tyra Kleen bertajuk A Swedish Artist Celebrating Indonesian Culture: A Journey Through Java & Bali 1919–1921, IKEA menampilkan sejumlah produk yang telah dikurasi.

Antara lain, koleksi IKEA PS 2026, kursi POÄNG, lampu NYMÅNE, dan tikar SWAN.

Baca Juga: IKEA Indonesia Dukung UMKM: Produk Lokal Siap Bersaing di Pasar Global

Bagian dari Perayaan Hubungan Diplomatik

Melansir keterangan tertulis, Sabtu (12/09/2026), Country Marketing Manager IKEA Indonesia, Muhammad Taufiqurrakhman menyampaikan bahwa partisipasi perusahaannya dalam pameran budaya ini tidak sekadar menampilkan produk saja.

Akan tetapi juga memperlihatkan bagaimana karakter desain Swedia dapat berpadu dengan elemen yang dekat dengan kehidupan dan budaya Indonesia.

“Melalui dukungan terhadap pameran Tyra Kleen, IKEA Indonesia ingin turut merayakan hubungan tersebut sekaligus menghadirkan perspektif Swedia dalam sebuah pengalaman desain interior,” ujar Muhammad Taufiqurrakhman.

Pameran yang resmi dibuka oleh Putri Mahkota Victoria dari Swedia ini menjadi bagian dari perayaan 75 tahun hubungan diplomatik antara Swedia dan Indonesia.

Baca Juga: 5 Cara Menata Rumah Kecil Biar Rapi dan Terlihat Luas Versi IKEA

Desain Swedia Bertemu Elemen Khas Indonesia

Dalam pameran tersebut, IKEA Indonesia yang menghadirkan permainan material, bentuk, dan warna.

Kurasi tersebut memperlihatkan pendekatan IKEA dalam menciptakan ruang melalui perpaduan material, termasuk kayu, rotan, kaca, dan tekstil.

Kehadiran rotan serta tikar juga memberikan sentuhan yang terasa akrab dengan konteks interior Indonesia.

Perpaduan ini menunjukkan bahwa desain home living tidak harus terpaku pada satu gaya saja.

Baca Juga: Layanan Desain Interior IKEA Bantu Ciptakan Solusi Hunian yang Nyaman

Akan tetapi elemen dari latar budaya berbeda dapat ditempatkan dalam satu ruang selama memiliki komposisi yang selaras.

“Hubungan Swedia dan Indonesia telah berkembang selama 75 tahun dan terus menemukan bentuk baru melalui budaya, kreativitas, dan berbagai pertukaran gagasan,” ujar dia.

Ruang sebagai Percakapan Budaya

Sementara itu Country Home Furnishing & Retail Design IKEA Indonesia, Ardan Hanafi menambahkan desain selalu berkembang dari tempat, manusia, dan kehidupan di sekitarnya.

“Desain bukan hanya sebagai bentuk, tetapi juga sebagai bagian dari percakapan tentang budaya dan kehidupan,” katanya.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Produk IKEA dan Harganya, Multifungsi dan Estetik!

Pameran ini menampilkan sekitar 30 reproduksi karya seni dan fotografi Tyra Kleen dari koleksi Museum of Ethnography di Stockholm.

Karya tersebut merekam perjalanan Kleen di Jawa dan Bali pada 1919–1921.

Adapun pameran berlangsung hingga 30 September 2026 (setiap hari pukul 11.00–21.00 WIB.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait