RealEstat.id

Catat Laba Rp15,4 Triliun di Kuartal I 2026, Bank Mandiri Salurkan FLPP untuk 2.300 Rumah

Di Kuartal I 2026, Bank Mandiri menyalurkan pembiayaan sekitar 2.300 unit hunian melalui skema FLPP guna mendukung Program 3 Juta Rumah.

Bank Mandiri Kuartal I II III IV 2026 2027 2028 realestat.id dok
Foto: Dok. Bank Mandiri

RealEstat.id (Jakarta) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (IDX: BMRI) mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada kuartal I 2026 di tengah tekanan ekonomi global yang masih dipengaruhi ketegangan geopolitik dan volatilitas pasar keuangan internasional.

Bank Mandiri tercatat membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp15,4 triliun, tumbuh 16,6% secara tahunan (year on year/YoY).

Profitabilitas perusahaan juga tetap kuat dengan Return on Equity (ROE) sebesar 22,1%, serta didukung rasio kecukupan modal (CAR) di level 19,7%.

Kinerja tersebut memperkuat fondasi permodalan Bank Mandiri untuk menjaga ketahanan bisnis sekaligus melanjutkan ekspansi secara berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global.

Baca Juga: BP Tapera dan Bank Penyalur FLPP Lakukan PKS Tripartit dengan Kementerian dan Lembaga Pemerintah

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari strategi sinergi yang dijalankan secara konsisten.

Menurutnya, Bank Mandiri terus mengusung semangat “Sinergi Majukan Negeri” melalui penguatan ekosistem UMKM, ekonomi kreatif, serta digitalisasi layanan keuangan.

Kinerja ini bukan hanya mencerminkan pertumbuhan bisnis, tetapi juga menjadi bukti nyata dari sinergi berbagai elemen ekonomi nasional.

“Kami berkomitmen terus menjadi kontributor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ungkap Riduan dalam Public Expose Kuartal I 2026 Bank Mandiri di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Baca Juga: BTN Bangun Loan Factory untuk Percepat Proses KPR dan Perkuat Pertumbuhan Kredit

Dari sisi intermediasi, Bank Mandiri mencatat pertumbuhan yang melampaui rata-rata industri perbankan nasional.

Penyaluran kredit hingga Maret 2026 mencapai Rp1.530 triliun, naik 17,4% YoY, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan industri sebesar 9,37% berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Februari 2026.

Dana Pihak Ketiga (DPK) secara bank only tercatat Rp1.675 triliun, meningkat 21,1% YoY, melampaui pertumbuhan industri sebesar 13,2%.

CASA (Current Account Saving Account) BMRI mencapai Rp1.201 triliun atau tumbuh 12,7% YoY.

Sementara itu, efisiensi operasional juga semakin baik dengan rasio BOPO membaik menjadi 58,0% atau meningkat 3,48% secara tahunan.

Baca Juga: SLIK OJK di Bawah Rp1 Juta Kini Bisa Ajukan KPR Rumah Subsidi, Ini Aturan Terbarunya

Direktur Corporate Banking Bank Mandiri, M. Rizaldi, menambahkan bahwa ekspansi bisnis tersebut tetap diimbangi dengan pengelolaan risiko yang disiplin.

Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah (NPL) gross bank only yang terjaga di level 0,98%, lebih rendah dibandingkan rata-rata industri sebesar 2,17%, serta didukung NPL Coverage Ratio sebesar 245%.

Selain mencatat kinerja keuangan yang positif, Bank Mandiri juga aktif mendukung berbagai program prioritas nasional yang berdampak langsung pada masyarakat dan sektor riil.

Beberapa program strategis yang didukung antara lain: Kredit Usaha Rakyat (KUR), Program 3 Juta Rumah, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Koperasi Desa Merah Putih.

Baca Juga: Panduan Lengkap Cash Bertahap: Cara Beli Rumah Tanpa Bunga yang Aman dan Menguntungkan

Dalam penyaluran KUR, Bank Mandiri telah merealisasikan pembiayaan sekitar Rp11 triliun hingga kuartal I 2026, yang menjangkau lebih dari 87 ribu pelaku UMKM di berbagai sektor produktif.

Pada program MBG, sekitar 6.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah menggunakan layanan Virtual Account Bank Mandiri untuk memperkuat tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.

Sementara itu, Bank Mandiri juga menyalurkan pembiayaan sekitar 2.300 unit hunian dalam Program FLPP pada Program 3 Juta Rumah, serta mendukung penguatan ekonomi desa melalui sekitar 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Bank Mandiri terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah untuk memastikan program-program nasional berjalan efektif dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” kata Riduan.

Baca Juga: BNI Perkuat Pembiayaan Perumahan di Singkawang, 200 Peserta Teken Akad KPP dan FLPP

Bank Mandiri juga terus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam strategi bisnisnya melalui tiga pilar utama: Sustainable Banking, Sustainable Operation, dan Sustainability Beyond Banking.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Henry Panjaitan, menyampaikan bahwa hingga Maret 2026 portofolio pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp320 triliun, tumbuh 8,8% YoY.

Rinciannya meliputi: pembiayaan hijau sebesar Rp167 triliun (naik 12,6% YoY) dan portofolio sosial sebesar Rp153 triliun, (tumbuh 5,1% YoY0.

Bank Mandiri juga mencatat pembiayaan baru sebesar Rp3,6 triliun di sektor green building dan Rp5,2 triliun di sektor pengelolaan sumber daya alam hayati.

Di sisi pendanaan, perusahaan mengalokasikan penuh dana Green Bond Tahap II sebesar Rp5 triliun, dengan komposisi 72% untuk sektor pengelolaan sumber daya alam hayati dan 28% untuk transportasi ramah lingkungan.

“Dengan fundamental yang kuat dan kinerja yang solid, kami optimistis Bank Mandiri dapat terus memberikan kontribusi positif bagi industri perbankan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” ujar Henry.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Topik

Artikel Terkait