Urban+ Desain Ulang Masterplan Kawasan Telaga Kahuripan

Selain menggandeng arsitek Urban+, PT Kuripan Raya mengucurkan dana lebih dari Rp100 miliar untuk program revitalisasi Telaga Kahuripan.

Dari kiri ke kanan: Paulus Hanoto - Direktur PT Kuripan Raya, Ferdiansyah Roestam - CEO PT Kuripan Raya, Sibarani Sofian - Founder and Managing Director Urban+, Ardzuna Sinaga - CoFounder dan Direktur Master Planning Urban+
Dari kiri ke kanan: Paulus Hanoto - Direktur PT Kuripan Raya, Ferdiansyah Roestam - CEO PT Kuripan Raya, Sibarani Sofian - Founder and Managing Director Urban+, Ardzuna Sinaga - CoFounder dan Direktur Master Planning Urban+

RealEstat.id (Jakarta) – Pembangunan jalan tol dan infrastruktur lain yang di sekitar Telaga Kahuripan, disikapi pengembang PT Kuripan Raya dengan melakukan revitalisasi kawasan. Tak hanya penataan ulang, pihak pengembang juga telah menggandeng Urban+ untuk melakukan peluncuran kembali Telaga Kahuripan dalam konsep modern dan harmonis, namun tetap dengan suasana alam yang menjadi andalannya.

Kawasan perumahan seluas 750-an hektar ini pernah mengalami masa kejayaan pada 1996 - 1997 silam. Penjualan rumah maupun tanah kavling di Telaga Kahuripan laris manis kala itu, hingga dicap sebagai perumahan paling favorit versi Majalah Properti Indonesia.

Akan tetapi saat krisis moneter melanda Tanah Air di tahun 1998, pihak manajemen Telaga Kahuripan, PT Kuripan Raya melakukan strategi untuk memperlambat penjualan. Pertimbangan tersebut diambil atas dasar kondisi ekonomi nasional yang melambat sehingga rencana pembangunan infrastruktur terutama jalan raya ke area tersebut terhambat. Oleh karenanya akses ke kawasan perumahan tersebut pada waktu itu menjadi kurang memadai.

Baca Juga: Bidik MBR, Permata Puri Harmoni 2 Pasarkan Rumah Rp168 Juta

Jauh berbeda dibandingkan dengan kondisi sekarang, jalan utama menuju Telaga Kahuripan terpantau sangat lebar diikuti dengan rencana pembangunan infrastruktur lain ke kawasan tersebut yang tak lama lagi akan direalisasikan.

Saat ini akses menuju Telaga Kahuripan yang berlokasi di Selatan Jakarta bisa ditempuh dari Tol Simatupang melalui pintu Tol Depok – Antasari (Desari)  dan exit di pintu tol Sawangan. Diperkirakan tahun depan, exit tol Bojonggede akan menjadi alternatif baru menuju Telaga Kahuripan sekaligus potensi investasi yang menjanjikan.

“Tol Desari yang akan tembus sampai ke Bojonggede akan bersilangan dengan Jalan Tegar Beriman II. Nah, Jalan Tegar Beriman tersebut akan menjadi bagian dari jalan arteri Bojonggede – Kemang (Bomang) yang sudah selesai dibangun dan sudah beroperasi optimal tahun ini. Jalan arteri tersebut jaraknya hanya 50 meter dari gerbang utama Telaga Kahuripan,” ujar Chief Executive Officer PT Kuripan Raya, Yulham Ferdiansyah Roestam.

Baca Juga: The Sanctuary Collection Perkenalkan Cluster Kedua: Newton Springs

Pembangunan jalan tol dan infrastruktur lain yang terus berlanjut ditangkap oleh pengembang Telaga Kahuripan untuk menata ulang Telaga Kahuripan.

Agenda revitalisasi Telaga Kahuripan telah dimulai pada awal Februari 2021 dan diharapkan selesai pada tahun ini. Urban+ sebagai perencana ulang Masterplan Telaga Kahuripan pun bukanlah nama sembarangan. Pasalnya, firma arsitek ini telah memenangi sayembara desain Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur.

“Kami menilai Urban+ punya pengalaman dan kemampuan yang mumpuni dalam mendesain kawasan atau perkotaan dengan nuansa alami yang kuat. Kemenangan mereka pada sayembara desain IKN juga menjadi pertimbangan kami, sehingga kami sangat menantikan hasil yang maksimal dan komprehensif dari Urban+,” imbuh Ferdiansyah, sapaan akrab Yulham Ferdiansyah Roestam.

Baca Juga: Gardenia Cileungsi, Rumah Subsidi Berkonsep 'Family Friendly'

Melihat lokasi dan mengobservasi lingkungan kawasan Telaga Kahuripan, tim perancang dari Urban+ mendapatkan impresi yang baik serta inspirasi untuk mewadahi aspirasi kawasan ke depan.

Ardzuna Sinaga, Co-Founder dan Direktur Master Planning Urban+ mengemukakan aspirasinya setelah mengamati dan mempelajari kawasan Telaga Kahuripan. “Sebagai kawasan perumahan yang berlokasi di daerah yang masih alami dengan infrastruktur yang sudah matang, Telaga Kahuripan memberikan inspirasi bagi tim perancang kami untuk mengombinasikan aset alam dengan aset kawasan yang sekaligus merespon kondisi pandemi saat ini,” ujarnya.

Sementara itu Sofian Sibarani, Founder sekaligus Managing Director Urban+  mengungkapkan: “kekuatan dari fasilitas dan amenitas alam di Telaga Kahuripan juga menjanjikan nilai premium dari hunian eksklusif yang menjadi impian bagi calon penghuni kawasan perumahan alami ini.”

Gerbang Kawasan Telaga Kahuripan realestat.id dok
Renovasi Gerbang Kawasan Telaga Kahuripan

Kucurkan Lebih dari Rp100 Miliar
Dengan lahan seluas 750-an hektar, Telaga Kahuripan merupakan proyek perumahan terbesar di koridor Selatan Jakarta – Ciputat – Kemang - Bogor. Kawasan ini terbagi menjadi dua area. Area pertama yang diluncurkan tahun 1996 silam, masterplan-nya dirancang oleh konsultan internasional Design Development Group of Baltimore (DDG). Kawasan komersialnya yang dikenal dengan Plaza Haihoo dirancang oleh Arsitek Peter Caderas dari Hawaii. Sementara rancangan hunian dipercayakan kepada beberapa arsitek muda Indonesia kala itu antara lain JJ, Andra Martin, Yori Antar, Ferry Ridwan, dan lainnya.

“Guna melancarkan program peremajaan, para pemegang saham PT Kuripan Raya, mengucurkan dana lebih dari Rp100 miliar. Murni dari para shareholder kami, tanpa investasi dari luar,” Ferdiansyah menegaskan.

Baca Juga: Resmi Diperkenalkan, Summarecon Bogor Rilis Tiga Cluster Hunian

Daftar shareholder Telaga Kahuripan sama sekali tidak mengalami perubahan sejak awal PT Kuripan Raya didirikan. Di antaranya Hendro S. Gondokusumo, A. Edwin Kawilarang (alm), Herman Soedarsono dari PT Sinar Duta Mahkota, Deddy Kusuma dari PT Suryatama Lokabuana Mulia dan PT Suryaloka Cemerlang, Bing Aryanto dari PT Badra Arta, PT Kentanix Supra International, serta PT Bina Arta Charisma.

Direktur PT Kuripan Raya, Paulus Hanoto menyebut, sejak awal peluncuran Telaga Kahuripan hingga saat ini, pengembang berstatus perusahaan yang sehat dan bebas dari utang. “Inilah salah satu alasan para share holders merasa yakin dan percaya diri untuk merevitalisasi Telaga Kahuripan dengan nilai investasi yang cukup besar,” klaimnya.

Dalam waktu dekat, pengembang PT Kuripan Raya juga akan merilis produk hunian baru dengan konsep modern berpadu green nature. Desain rumah tapak Telaga Kahuripan yang akan dibangun dirancang oleh arsitek Vincent Hadi, yang sudah terkenal dengan desain hunian yang unik dan modern.

Baca Juga: Winner Group Kembangkan Kota Mandiri: Cibinong New City

Konsep green nature dipilih untuk Telaga Kahuripan karena akan menawarkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang memadai. Adanya potensi alam seperti taman, danau alami dan danau buatan, merupakan kekuatan dasar yang sudah dimiliki.

Saat ini, terdapat juga dua taman di Telaga Kahuripan yakni Taman Lembah Padi dan Taman Lembah Bunga. Taman Lembah Padi dibuat menyerupai lembah dan di tengahnya ditanami padi. Sedangkan Taman Lembah Bunga dihiasi beragam tanaman bunga.

“Kami optimistis, perpaduan alam Telaga Kahuripan, Urban+ dan Vincent Hadi, akan menghadirkan kembali kawasan hunian yang nyaman dan terjangkau. Lokasinya pun tidak jauh dari CBD Jakarta Selatan. The new Telaga Kahuripan merupakan pilihan ideal bagi pencari rumah yang menyukai suasana Selatan Jakarta,” pungkas Paulus Hanoto.

Redaksi@realestat.id

Berita Terkait

Peluncuran Sharp Aquos 8K di tahun 2018. (Foto: Dok. Sharp Indonesia)
Peluncuran Sharp Aquos 8K di tahun 2018. (Foto: Dok. Sharp Indonesia)
Paket Donasi dari kedua anak perusahaan SCG secara simbolis diterima oleh Wakil Bupati Sukabumi, Drs. H.  Iyos Somantri, M.Si di Pendopo Sukabumi. (Foto: dok SCG Indonesia)
Paket Donasi dari kedua anak perusahaan SCG secara simbolis diterima oleh Wakil Bupati Sukabumi, Drs. H. Iyos Somantri, M.Si di Pendopo Sukabumi. (Foto: dok SCG Indonesia)
Gambar 3D TOD Intermoda Tahap 1 (Foto. Dok: PT Sinar Mitbana Mas)
Gambar 3D TOD Intermoda Tahap 1 (Foto. Dok: PT Sinar Mitbana Mas)