RealEstat.id

Cara Menyimpan Daging Kurban di Kulkas agar Awet dan Tidak Cepat Bau

Cara menyimpan daging kurban di kulkas yang tepat akan membuat bahan makanan itu dapat awet sekitar 6-12 bulan.

cara menyimpan daging kurban di kulkas-RealEstat.id
Ilustrasi menyimpan daging kurban dalam wadah kedap udara di freezer kulkas modern agar tetap segar dan tahan lama. (Foto: RealEstat.id)

RealEstat.id (Jakarta) – Bingung bagaimana cara menyimpan daging kurban di kulkas agar tetap segar, tahan lama, dan tidak cepat bau? Yuk, temukan tips dalam artikel ini.

Setelah Hari Raya Iduladha, kulkas biasanya penuh dengan stok daging kurban. Mulai dari daging sapi hingga kambing.

Akan tetapi tidak sedikit orang yang masih salah dalam menyimpan daging kurban, sehingga teksturnya berubah, berbau, bahkan cepat busuk.

Padahal, cara menyimpan daging kurban sapi atau kambing di kulkas tidak bisa dilakukan sembarangan.

Penanganan yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas daging tetap segar, higienis, dan tahan lama.

Baca Juga: Berapa Suhu Normal Kulkas 1 Pintu yang Ideal? Cek Pengaturannya agar Makanan Tetap Segar

Lantas, bagaimana cara menyimpan daging di kulkas agar awet? Berikut ini panduan lengkap menyimpan daging kurban yang benar agar tetap awet dan aman dikonsumsi.

Situs berita properti RealEstat.id merangkumnya dari beberapa sumber, termasuk laman resmi Pertanian.go.id.

Cara Menyimpan Daging Kurban di Kulkas agar Tidak Bau

1. Pisahkan Daging Bersih dan Kotor

    Langkah pertama yang wajib dilakukan setelah menerima daging kurban adalah memilah bagian yang bersih dan yang masih kotor.

    Pisahkan daging dari bagian lain seperti jeroan, lemak berlebih, atau tulang yang masih mengandung darah.

    Cara ini penting untuk mengurangi risiko kontaminasi bakteri sekaligus menjaga kebersihan area penyimpanan di kulkas rumah.

    Selain itu, pemisahan sejak awal juga memudahkan proses pengolahan nantinya.

    2. Hindari Mencuci Daging Sebelum Disimpan

      Apakah daging sapi boleh dicuci sebelum masuk freezer?

      Banyak orang langsung mencuci daging sebelum dimasukkan ke kulkas.

      Padahal, laman resmi AQUA Elektronik menjelaskan bahwa daging sapi yang sudah dicuci justru bisa membuatnya lebih cepat rusak.

      Air yang meresap ke serat daging dapat meningkatkan kelembapan sehingga bakteri lebih mudah berkembang.

      Akibatnya, daging menjadi cepat berlendir dan menimbulkan bau tidak sedap.

      Sebaiknya simpan daging dalam kondisi kering. Proses pencucian cukup dilakukan sesaat sebelum daging akan dimasak.

      Baca Juga: 5 Trik Agar Dapur Kesayangan Anda Bebas Bau Tak Sedap

      3. Potong Daging Sesuai Porsi Memasak

        Agar lebih praktis, potong daging berdasarkan kebutuhan sekali masak. Misalnya untuk menu sop, sate, atau rendang.

        Menyimpan daging dalam porsi kecil membuat kamu tidak perlu mencairkan seluruh stok saat akan digunakan.

        Cara ini juga membantu menjaga kualitas daging karena proses pembekuan dan pencairan berulang dapat merusak tekstur.

        Jika memungkinkan, pisahkan pula jenis potongan daging berdasarkan karakteristiknya.

        Bagian daging yang keras cocok untuk masakan berkuah, sedangkan bagian yang lebih empuk ideal untuk tumisan atau panggangan.

        4. Gunakan Wadah Kedap Udara

          Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menyimpan daging kurban dalam plastik terbuka.

          Padahal, udara di dalam freezer dapat memicu freezer burn yang membuat permukaan daging mengering dan berubah warna.

          Gunakan wadah kedap udara atau plastik vakum agar kualitas daging tetap terjaga.

          Jangan lupa beri label tanggal penyimpanan, jenis daging, dan bagian potongan untuk memudahkan pengaturan stok di kulkas.

          Cara ini juga cocok untuk kamu lakukan untuk menyimpan daging ayam di kulkas.

          Baca Juga: AQUA Elektronik Perkenalkan Chest Freezer Hemat Listrik AQF-560EG untuk Segmen Bisnis

          5. Dinginkan Terlebih Dahulu Sebelum Masuk Freezer

            Sebelum mulai membekukannya, simpan daging pada chiller atau bagian bawah kulkas selama 1–2 jam.

            Tujuannya untuk menurunkan suhu daging secara bertahap.

            Metode ini membantu menjaga tekstur alami daging dan mencegah terbentuknya kristal es berukuran besar yang dapat merusak kualitas serat daging.

            Setelah suhu cukup dingin, barulah pindahkan ke freezer untuk penyimpanan jangka panjang.

            6. Atur Suhu Freezer dengan Tepat

              Freezer idealnya berada pada suhu -18 derajat Celsius atau lebih rendah.

              Suhu ini efektif menghambat pertumbuhan bakteri dan menjaga kualitas daging lebih lama.

              Pastikan freezer tidak terlalu penuh agar sirkulasi udara dingin tetap optimal.

              Penataan yang rapi juga membantu proses pendinginan merata pada seluruh bagian daging.

              Jika Anda sedang renovasi dapur atau memilih kulkas baru, kapasitas freezer dan kestabilan suhu menjadi aspek penting yang patut diperhatikan.

              7. Jangan Campur dengan Bahan Makanan Lain

                Daging mentah sebaiknya tidak disimpan bercampur dengan makanan siap santap, sayuran, atau buah-buahan.

                Risiko kontaminasi silang dapat menyebabkan makanan lain ikut terpapar bakteri.

                Idealnya, sediakan rak atau kompartemen khusus untuk menyimpan daging kurban.

                Selain lebih higienis, cara ini membuat kulkas tetap tertata rapi dan tidak menimbulkan aroma menyengat.

                Baca Juga: 8 Rekomendasi Kulkas 2 Pintu Harga di Bawah Rp2 Juta Terbaik 2026, Hemat Listrik & Awet!

                Berapa Lama Daging Kurban Bisa Bertahan?

                Daging sapi kurban umumnya dapat bertahan hingga 12 bulan di freezer dengan suhu stabil -18 derajat Celsius.

                Sementara daging kambing atau domba biasanya bertahan sekitar 6–9 bulan.

                Bagaiamana Cara agar Daging Tetap Awet Lebih Lama?

                Untuk menjaga kualitasnya, pastikan kamu menyimpan daging dengan rapat agar tidak terkena udara langsung.

                Hindari juga terlalu sering membuka freezer karena perubahan suhu dapat mempercepat penurunan kualitas daging.

                Selain pembekuan, beberapa orang juga menggunakan metode pengawetan dengan garam seperti dry curing dan brining.

                Teknik ini membantu mengurangi kelembapan dan memperlambat pertumbuhan bakteri sehingga daging lebih tahan lama.

                Dengan penyimpanan yang tepat, stok daging kurban bukan hanya lebih awet, tetapi juga tetap higienis dan aman untuk kamu olah kapan saja.

                Redaksi@realestat.id

                Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

                Topik

                Artikel Terkait