Tyas Sudaryomo: Crown Group Indonesia Bidik Tiga Segmen Pembeli Properti

Prioritas utama yang harus dilakukan adalah mengedukasi calon konsumen di Indonesia terkait bagaimana melakukan investasi properti di Australia.

Tyas Sudaryomo, Direktur Sales & Marketing Crown Group Indonesia. (Foto: Realestat.id)
Tyas Sudaryomo, Direktur Sales & Marketing Crown Group Indonesia. (Foto: Realestat.id)

RealEstat.id (Jakarta) - Maret lalu, Crown Group—pengembang yang berbasis di Sydney, Australia—mendapuk Tyas Sudaryomo sebagai Direktur Sales & Marketing Crown Group Indonesia. Tentu saja, akunya, ada banyak pekerjaan rumah yang mesti dilakukan, agar sejalan dengan target yang ditetapkan.

Menurut Tyas, prioritas utama yang harus dilakukan adalah mengedukasi calon konsumen di Indonesia terkait bagaimana melakukan investasi properti di Australia. 

Baca Juga: Akuisisi Lahan Rampung, Crown Group Bangun SkyTrees, Proyek Pertama di Amerika

“Jadi, ada banyak orang yang punya uang untuk investasi, tetapi mendapat informasi yang keliru. Inilah tantangan yang harus diinformasikan kepada calon investor, maupun orang-orang yang memiliki ‘kebutuhan khusus’, seperti calon mahasiswa yang akan belajar di Australia,” tutur Tyas Sudaryomo kepada RealEstat.id.

Dia mengatakan, tantangannya sekarang adalah bagaimana cara mengedukasi calon konsumen. Saat ini yang paling efektif adalah lewat sosial media. 

Baca Juga: Intiland Hadirkan Virtual Show Unit Apartemen SQ Rés South Quarter

“Kami banyak menggunakan animasi dan video beragam fasilitas yang kami punya. Kami sadar banyak yang mau berinvestasi, tapi belum sempat terbang ke Sydney,” ujarnya. 

Terkait konsumen dari generasi milenial, menurut Tyas, Crown Group sudah mulai membidik segmen yang satu ini. Bahkan generasi milenial ini yang sekarang yang memberi referensi kepada orang tua mereka tentang proyek-proyek Crown Group yang umumnya diperoleh dari media sosial.

“Sekarang ini, strategi marketing memang sudah bergeser. Media mainstream masih sangat berpengaruh, tetapi kami kombinasikan juga dengan media sosial,” kata Tyas Sudaryomo.

Tiga Target Utama
Terkait institusi pendidikan, imbuhnya, Australia merupakan negara tujuan utama banyak pelajar Indonesia, di samping Amerika Serikat dan Inggris. 

“Sekarang banyak yang memilih Australia sebagai pilihan melanjutkan pendidikan, karena jaraknya relatif dekat dengan Indonesia, hanya sekitar tujuh jam. Secara budaya, Australia merupakan negara barat, tetapi banyak dihuni orang Asia, jadi seperti multicultural country,” jelas pemilik nama Fauzia Emeraldityas Sudaryomo ini.

Baca Juga: WFH Bawa Berkah Bagi Hotel SKYE Suites Milik Crown Group

Bagi Crown Group, ada tiga target utama pembeli yang dibidik: investor sekitar 50%, mahasiswa (35%), orang yang apply untuk permanent resident (PR) di Australia (15%).

“Memang banyak juga orang yang mau apply PR, karena di Australia mereka bisa dapat medical care yang lebih terjamin. Dan orang tua yang mendapat PR, otomatis anaknya juga bisa dapat PR. Syaratnya, dalam lima tahun, dia tinggal selama dua tahun di Australia,” paparnya.

Strategi Capai Target Penjualan
Tyas mengatakan, salah satu pekerjaan rumah yang harus dibereskan tim Crown Group Indonesia adalah mengejar sales target. Untuk Crown Group Indonesia sendiri, ungkapnya, target sales pada financial year Juli 2019 - Juni 2020 sebesar Rp200 miliar. Angka ini meningkat dibanding periode sebelumnya sebesar Rp130 miliar.

Melihat indikator yang ada, Tyas optimistis target tersebut bakal tercapai. Saat ditanya strategi mencapai target tersebut, Tyas menjelaskan, salah satu cara adalah dengan memperkuat hubungan dengan agen-agen properti. 

“Pembeli kami tak semua berada di Jakarta. Selain Jakarta, ada tiga kota besar lain yang dibidik: Surabaya, Bandung, dan Medan,” jelasnya. 

Baca Juga: Ciptakan Rekor, Griya Tawang Arc by Crown Group Terjual Rp55 Miliar

Saat wawancara berlangsung, ujarnya, tim Crown Group pun sedang berada di Surabaya untuk membuat product knowledge, mengumpulkan agen, untuk mengingatkan kembali tentang proyek-proyek Grown Group. Di Jakarta sendiri, beberapa meeting masih dilakukan dengan para klien. 

Dalam rentang Februari - Maret 2020, ungkap Tyas, Crown Group berhasil membukukan angka yang fantastis melalui penjualan griya tawang Arc by Crown Group sebesar Rp55 miliar dan griya tawang di Waterfall by Crown Group dengan angka Rp30 miliar.

“Ini membuktikan, meski kondisi properti belum bangkit, kami masih bisa melakukan penjualan,” katanya. 

Proyek-proyek Teranyar Crown Group
Lebih lanjut Tyas menjelaskan, saat ini Crown Group baru saja menyelesaikan proyek Invinity by Crown Group yang terhubung dengan Green Square train station. Proyek ini hanya satu pemberhentian ke Sydney CBD dan tiga pemberhentian ke Bandara Sydney.

Proyek lain yang tengah digarap di Sydney adalah Mastery by Crown Group yang berkonsep Jepang, hasil kolaborasi dengan master arsitek Kengo Kuma.

Waterfall by Crown Group menjadi ikonik, karena memiliki the tallest man made waterfall di Australia setinggi tujuh lantai (21 meter) yang terinspirasi lanskap tropis Indonesia. Selain itu, ada pula Eastlakes Live by Crown Group yang lokasinya dekat dengan beberapa universitas ternama di Sydney.

Baca Juga: Kota Modern dan ModernHill Rilis Promo Subsidi Bunga Hingga Rp125 Juta

Di Melbourne, Crown Group tengah mengembangkan proyek pertama di luar Sydney. Menyeberang ke mancanegara, Crown Group bakal merilis proyek mixed-use bertajuk SkyTrees di Los Angeles, Amerika Serikat, dengan menggandeng arsitek Koichi Takada.

“Proyek di indonesia masih ditunda, karena kami melihat saat ini market masih soft. Seperti kita ketahui, Crown Group sudah punya standar dalam membangun sebuah proyek. Pertanyaannya, kalau kita bangun sekarang, apakah market bisa menyerapnya? Jangan sampai (kalau kami bangun) malah jadi over supply,” pungkas Tyas.

Berita Terkait

Dari kiri ke kanan: Paulus Hanoto - Direktur PT Kuripan Raya, Ferdiansyah Roestam - CEO PT Kuripan Raya, Sibarani Sofian - Founder and Managing Director Urban+, Ardzuna Sinaga - CoFounder dan Direktur Master Planning Urban+
Dari kiri ke kanan: Paulus Hanoto - Direktur PT Kuripan Raya, Ferdiansyah Roestam - CEO PT Kuripan Raya, Sibarani Sofian - Founder and Managing Director Urban+, Ardzuna Sinaga - CoFounder dan Direktur Master Planning Urban+
Chaerul Annas – Project Director LRT City Ciracas (tengah) bersama Felicia Gautama - Vice President of Business Development PT Horizon Internusa Persada - Travelio Property Management (ketiga dari kiri), didampingi jajaran manajemen LRT City Ciracas dan Travelio, usai menandatangani perjanjian kerja sama antara keduanya beberapa waktu lalu.
Chaerul Annas – Project Director LRT City Ciracas (tengah) bersama Felicia Gautama - Vice President of Business Development PT Horizon Internusa Persada - Travelio Property Management (ketiga dari kiri), didampingi jajaran manajemen LRT City Ciracas dan Travelio, usai menandatangani perjanjian kerja sama antara keduanya beberapa waktu lalu.
Signify menghasilkan 84% pendapatan dari produk, sistem, dan layanan hemat energi. (Foto: Signify Indonesia)
Signify menghasilkan 84% pendapatan dari produk, sistem, dan layanan hemat energi. (Foto: Signify Indonesia)