Rusun Mahasiswa Universitas Tadulako Senilai Rp11,97 Miliar Siap Dihuni

Rusun yang dapat menampung 164 mahasiswa ini, dilengkapi meubalair seperti tempat tidur, kasur, meja kursi belajar, dan kamar mandi di dalam setiap unit.

Rusun Mahasiswa Universitas Tadulako (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Rusun Mahasiswa Universitas Tadulako (Foto: Dok. Kementerian PUPR)

RealEstat.id (Palu) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) membangun satu tower rumah susun (Rusun) untuk mahasiswa di Kampus Universitas Tadulako yang dilengkapi dengan fasilitas meubelair dan sarana pendukung lain.

Rusun mahasiswa Universitas Tadulako yang telah rampung 100% ini diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas pendidikan untuk generasi milenial yang sempat terdampak bencana alam di Sulawesi Tengah

Baca Juga: 1.679 Hunian Tetap (Huntap) di Sulawesi Tengah Siap Dihuni

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto mengatakan, penanganan bencana yang dilaksanakan Kementerian PUPR tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur seperti jalan dan hunian, tapi juga mendukung pemulihan di sektor pendidikan.

"Sejumlah gedung sekolah dan sarana pendidikan seperti Rusun untuk mahasiswa juga dibangun agar generasi muda di Sulawesi Tengah kembali memiliki semangat belajar sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia," katanya.

Lebih lanjut, Iwan menjelaskan, dirinya telah melakukan kunjungan kerja ke Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu untuk mengecek hasil pembangunan infrastruktur dan berharap fasilitas Rusun mahasiswa ini seperti bangunan serta meubelair di dalamnya bisa dikelola dengan baik oleh pihak kampus.

Baca Juga: Anggarkan Rp2,8 Miliar, Kementerian PUPR Bangun Rusun Ponpes Nadhatut Tolibin Poso

Hal itu bertujuan agar aset negara yang dibangun dengan menggunakan dana APBN ini memiliki usia pakai yang cukup panjang dan dihuni oleh mahasiswa yang tepat dan benar-benar memiliki semangat belajar.

"Kementerian PUPR membangun Rusun mahasiswa ini lengkap dengan fasilitas meubelair. Jadi mahasiswa bisa berlatih tinggal di hunian vertikal serta tinggal bersama teman-teman dan belajar dengan baik," tutur Iwan Suprijanto.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Sulawesi II, Bakhtiar, yang didampingi Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Sulawesi Tengah, Erpika Ansela Surira menerangkan, kebutuhan Rusun untuk mahasiswa di Sulteng memang cukup banyak. Hal itu dikarenakan banyak fasilitas pendidikan di Sulteng yang mengalami kerusakan akibat bencana alam gempa bumi.

Baca Juga: Sukseskan MotoGP Mandalika, Sejumlah Rusun Disulap Jadi Penginapan

"Rusun mahasiswa di Universitas Tadulako dibangun dengan biaya sebesar Rp11,97 miliar. Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak kampus supaya pengelolaan Rusun ini bisa dilaksanakan dengan baik," terangnya.

Berdasarkan data Balai P2P Sulawesi II Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Rusun mahasiswa tersebut dibangun tahun 2020 lalu dan berada di dalam kawasan Kampus Universitas Tadulako. Rusun tersebut dibangun satu tower setinggi dua lantai dan memiliki 42 unit kamar tipe 24.

"Rusun tersebut dapat menampung sebanyak 164 mahasiswa. Setiap unit kamar telah dilengkapi meubalair seperti tempat tidur, kasur, meja kursi belajar dan kamar mandi di dalamnya," katanya.

Redaksi@realestat.id

Berita Terkait

Rumah bagi Korban Gempa Cianjur (Foto: Kementerian PUPR)
Rumah bagi Korban Gempa Cianjur (Foto: Kementerian PUPR)
Kementerian PUPR akan membangun 200 unit Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) dengan struktur tahan gempa bagi korban gempa Cianjur. (Foto: istimewa)
Kementerian PUPR akan membangun 200 unit Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) dengan struktur tahan gempa bagi korban gempa Cianjur. (Foto: istimewa)
Pembangunan jalan perumahan subsidi di Bali (Foto: Kementerian PUPR)
Pembangunan jalan perumahan subsidi di Bali (Foto: Kementerian PUPR)
Perumahan subsidi (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Perumahan subsidi (Foto: Dok. Kementerian PUPR)