Presiden Resmikan 3.724 Unit Huntap Korban Gempa Bumi dan Tsunami Palu, Sulawesi Tengah

Sebanyak 3.724 Unit Hunian Tetap (Huntap) di Sulawesi Tengah telah diresmikan, yang tersebar di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala.

Huntap Talise, Palu, Sulawesi Selatan (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Huntap Talise, Palu, Sulawesi Selatan (Foto: Dok. Kementerian PUPR)

RealEstat.id (Palu) – Didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Presiden Joko Widodo meresmikan 3.724 unit hunian tetap (Huntap) dan infrastruktur permukiman Pascabencana gempa bumi dan tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (26/3/2024).

Pembangunan Huntap yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR ini adalah tindak lanjut penanganan infrastruktur dan perumahan untuk masyarakat di Sulawesi Tengah menyusul bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Kota Palu, 29 September 2018.

Joko Widodo berharap, kompleks Huntap ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Dirinya berharap masyarakat Sulawesi Tengah yang terdampak bencana bisa kembali bangkit menjalani kehidupan bersama keluarganya di rumah yang dibangun dengan teknologi rumah tahan gempa tersebut.

Baca Juga: Pembangunan Huntap di Palu, Sulawesi Tengah, Libatkan Warga Lokal Terlatih

"Semua Huntap sudah selesai dan tadi kita sudah meresmikan secara simbolik. Alhamdulillah ada Fasum, Fasos, dan Faskesnya juga. Kita harapkan nanti akan menjadi tempat membangun kehidupan yang baru disana,” terang Jokowi.

Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan Huntap yang diresmikan Presiden Joko Widodo merupakan komitmen pemerintah dalam penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat melalui Program Sejuta Rumah.

"Selain itu juga menjadi upaya pemerataan pembangunan di seluruh pelosok negeri, terutama di wilayah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal)," kata Basuki, menambahkan.

Total Huntap di Sulawesi Tengah yang diresmikan sebanyak 3.724 unit Huntap dan Infrastruktur Permukiman dengan rincian ada di Kota Palu sebanyak 2.231 unit rumah dengan luas lahan 66,2 Ha, Kabupaten Sigi sebanyak 730 unit rumah dengan luas lahan 97,46 Ha, dan Kabupaten Donggala sebanyak 763 unit rumah dengan luas lahan 16,55 Ha.

Baca Juga: Kementerian PUPR Serahterimakan Huntap Kepada Korban Gempa Palu

“Pembangunan Huntap dan Infrastruktur Permukiman ini merupakan bukti nyata bahwa Pemerintah hadir dalam penyediaan hunian yang layak. Diharapkan dengan memiliki rumah yang lebih layak, sehat dan nyaman, para penerima bantuan dapat meraih kualitas hidup yang lebih baik," katanya.

Sebagai informasi tambahan selain meresmikan Huntap Presiden juga meresmikan Gedung Rumah Sakit Anutapura Medical Center Palu dan hasil Rekonstruksi Gedung dan Kampus UIN Datokarama Palu.

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto menerangkan, total Huntap yang saat ini diresmikan sebanyak 3.724 unit Huntap dan Infrastruktur Permukiman dengan rincian ada di Kota Palu sebanyak 2.231 unit rumah dengan luas lahan 66,2 Ha, Kabupaten Sigi sebanyak 730 unit rumah dengan luas lahan 97,46 Ha, dan Kabupaten Donggala sebanyak 763 unit rumah dengan luas lahan 16,55 Ha.

Pembangunan Huntap, imbuhnya, dilaksanakan oleh Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Sulawesi Tengah Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sulawesi II Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR.

Baca Juga: Sertifikat Tanah Tak Bisa Terbit di Zona Rawan Bencana

Sebanyak 3.724 unit Huntap dibangun Kementerian PUPR tersebar di Kota Palu dengan luas lahan 66,2 Hektar dengan jumlah hunian 2.231 unit, Kabupaten Sigi dengan luas lahan 97,46 Ha dengan jumlah hunian 730 unit. Selanjutnya di Kabupaten Dongala dengan luas lahan 16,55 Ha dengan jumlah hunian 763 unit.

Pembangunan Huntap di Kota Palu berada di Huntap Duyu (230 unit), Huntap Talise (599 unit), Huntap Mandiri (308 unit), Huntap Balaroa (52 unit). Di Kabupaten Sigi pembangunan Huntap dilaksanakan di Huntap Pombewe (605 unit), Huntap Lambara (62 unit), Huntap Salua (63 unit) dan di Kabupaten Donggala dilaksanakan di Huntap Loli Tasiburi II (32 unit), Huntap Wani (73 unit), Huntap Loli Raya atau Dondo (16 unit) dan Huntap Ganti (17 unit).

Lebih lanjut, Iwan menambahkan, sebelum melaksanakan pembangunan Huntap, pihaknya juga telah melakukan verifikasi bersama antara pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR dan pemerintah daerah setempat.

Gubernur Sulawesi Tengah juga menerbitkan SK Gubernur Nomor 360 Tahun 2019 yang menyatakan bahwa warga terdampak bencana sebesar 8.788 unit dengan kriteria warga pemilik rumah atau ahli waris yang sah dengan ketentuan setiap pemilik rumah hanya mendapat satu unit huntap.

Baca Juga: Pembangunan Huntap di Palu Ditargetkan Rampung September 2020

Saat ini sebanyak 3.724 unit yang sudah terbangun dan secara resmi sudah diresmikan oleh presiden dengan nilai total biaya pembangunan Rp 1,05 Triliyun dan saat ini telah dilakukan penghunian sebanyak 3.195 unit.

“Selain membangun hunian tetap, Kementerian PUPR RI juga melengkapi pembangunan infrastruktur dasar seperti pembangunan jalan lingkungan dan akses kawasan permukiman, drainase, penerangan jalan umum (PJU), Fasum, Fasos, Faskes, Ruang Terbuka Publik, Jaringan air bersih beserta reservoir, Sistem Penegelolahan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALDT), TPS3R, dan kolam retensi”, terangnya.

Kementerian PUPR, kata Iwan, berharap dengan tinggal di Huntap ini dapat memulihkan kembali semangat masyarakat terdampak bencana untuk membangun kehidupan baru.

“Peresmian ini menandai kehidupan dan permukiman disini sudah bisa dimanfaatkan secara penuh oleh masyarakat terdampak. Masyarakat sudah bisa menempati tempat tinggal yang lebih layak. Ini juga merupakan bukti bahwa negara hadir untuk melindungi rakyat dan meningkatkan kualitas lingkungannya,” tandasnya.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terkait

Rusun ASN di IKN Nusantara (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Rusun ASN di IKN Nusantara (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Rumah warga Jayapura yang direnovasi dalam Program BSPS (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Rumah warga Jayapura yang direnovasi dalam Program BSPS (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Berlokasi di Kelurahan Jungcangcang, Pamekasan, Jawa Timur, Rusun Panti Asuhan Muhammadiyah ini dibangun satu tower setinggi dua lantai dengan tipe Rembunai lengkap dengan meubelair serta mampu menampung 82 santri. (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Berlokasi di Kelurahan Jungcangcang, Pamekasan, Jawa Timur, Rusun Panti Asuhan Muhammadiyah ini dibangun satu tower setinggi dua lantai dengan tipe Rembunai lengkap dengan meubelair serta mampu menampung 82 santri. (Foto: Dok. Kementerian PUPR)