Manfaatkan Fasilitas Bebas Pajak, Central Group Kejar Target Penjualan Rp1,8 Triliun

Konsistensi Central Group meluncurkan proyek residensial berhasil menjadikannya pionir di Kota Batam dan memenangi dua penghargaan di ajang Duo Award 2024.

Princip Muljadi, CEO Central Group Batam (tengah) saat menerima  penghargaan di ajang Duo Award 2024, Senin, 20 Mei 2024. (Foto: Istimewa)
Princip Muljadi, CEO Central Group Batam (tengah) saat menerima penghargaan di ajang Duo Award 2024, Senin, 20 Mei 2024. (Foto: Istimewa)

RealEstat.id (Jakarta) – Pengembang asal Batam, Central Group, makin masif mengembangkan proyek-proyek baru, menyusul makin moncernya pasar properti Tanah Air pasca-pandemi.

Konsistensi Central Group meluncurkan proyek residensial pun berhasil menjadikannya pionir yang membawa perubahan dan menumbuhkan gairah pasar properti di Kota Batam.

Tercatat, dalam lima tahun terakhir, lebih dari 6.600 unit rumah dan resor telah diserahterimakan Central Group kepada konsumen di Batam, melalui sejumlah proyek, di antaranya Central Hills, New Central Laguna Hills, Central Batu Aji, Central Raya Tanjung Uncang, Central Tiban, dan masterpiece project Serenity Central City.

Atas komitmen dan konsistensi dalam mengembangkan proyek berkualitas, Central Group berhasil memenangi penghargaan dari Indonesia Property and Bank Awards Ke-18 (Duo Award) yang digelar Senin (20/5/2024) lalu.

Baca Juga: Sukses Digelar, Duo Award 2024 Anugerahi 79 Penghargaan, Ini Daftar Pemenangnya

Pada ajang tahunan ini, Central Group menyabet penghargaan di kategori Emerging Property Developer with Most Progressive Development. Sementara, CEO Central Group, Princip Muljadi, memenangi penghargaan sebagai Inspiring Business Woman in Indonesia Property Business.

“Penghargaan yang kami terima ini, kami jadikan sebagai dorongan dan pengingat agar kami harus terus berkomitmen terutama dalam mengembangkan proyek yang punya manfaat menyeluruh," tutur Princip Muljadi, CEO Central Group.

Dia mencontohkan proyek Serenity Central City, di mana dalam rancangannya dibangun suatu area yang mengusung konsep Environment, Social, and Government (ESG).

"Area ini nantinya akan menjadi satu kawasan industri pariwisata dan tentunya mampu membuka banyak sekali lapangan pekerjaan," jelasnya, menambahkan.

Baca Juga: Tawarkan Banyak Kelebihan, Serenity Central City Batam Bidik Investor Lokal dan Mancanegara

Lebih lanjut Princip mengungkapkan, saat ini Central Group tengah fokus menggenjot penjualan proyek unggulan mereka, yakni Serenity Central City.

Berada di lokasi strategis, proyek ini akan berkontribusi pada perkembangan Kota Batam dengan akses yang sangat dekat ke Singapura, yakni hanya 30 menit.

Tidak hanya itu, imbuhnya, kawasan residensial ini juga menawarkan nuansa hunian yang tidak biasa dengan akses pemandangan tanpa batas ke laut, pantai, dan Marina Bay Sands Singapura langsung dari atas perbukitan.

"Dengan semua hal tersebut, kami meyakini para penghuni Serenity Central City akan dapat menikmati suasana hidup di vila dan resor setiap hari," terang Princip Muljadi.

Baca Juga: Solusi Beli Rumah Tanpa Ribet, Central Group Rilis Program 'KPR IS ME'

serenity central city group batam realestat.id dok
Beachside Serenity Central City (Foto: Dok. Central Group)

Kejar Target Rp1,8 Triliun

Di tahun 2024 ini, Central Group berupaya untuk merealisasikan target penjualan sebesar Rp1,8 triliun. Berbagai strategi pun dilancarkan perusahaan demi memuluskan penjualan proyek-proyek properti mereka.

"Contohnya, untuk produk Beachside yang ada di Serenity Central City, Central Group menarik minat konsumen dan investor melalui program priority pass yang dilengkapi segenap keuntungan istimewa," ungkap Princip Muljadi.

Dia mengaku, kesuksesan penjualan yang diraih Central Group diklaim tak lepas dari peran serta Pemerintah dalam membuat kebijakan dan percepatan pembangunan infrastruktur.

Menurut Princip, permintaan properti hunian sepanjang kuartal pertama tahun 2024 cukup meningkat. Pasalnya, masyarakat semakin menyadari pentingnya memiliki hunian yang nyaman dan aman.

Baca Juga: Rayakan HUT ke-34, Central Group Gelar Sejumlah Kegiatan Seru Bertajuk 'Central Fun Day'

"Selain itu, program insentif yang diberikan Pemerintah untuk kepemilikan rumah di Batam juga mendorong peningkatan penjualan hunian,” jelasnya lebih lanjut.

Kebijakan terkait pembebasan pajak di Batam menjadi salah satu stimulan yang menurut Princip sangat berperan besar terhadap pasar properti kawasan.

Perlu diketahui, alasan mengapa Batam memiliki fasilitas bebas pajak adalah karena kondisi wilayahnya yang strategis sebab berada di jalur perdagangan internasional.

"Wilayah strategis inilah yang menjadi nilai plus bagi Batam sehingga ditetapkan sebagai kawasan bebas pajak," terangnnya.

Peluang emas berupa bebas pajak yang dihadirkan Pemerintah khusus untuk wilayah Batam pun dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh Central Group.

Baca Juga: Central Group dan Ascott Luncurkan Serenity Hotel & Villa Batam, Investor Bisa Dapat Income Rp480 Juta!

Penetrasi pasar untuk proyek yang dikembangkan perusahaan terus menerus dilakukan agar selalu mampu menjangkau konsumen dari berbagai wilayah lain di Indonesia dan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Australia.

"Langkah strategis yang digencarkan itu alhasil dinilai oleh para juri Indonesia Property and Bank Awards ke-18 sehingga Central Group berhasil meraih penghargaan," aku Princip.

Dia mengatakan, kesuksesan di ajang penghargaan Duo Award 2024 harus menjadi stimulan bagi Central Group untuk terus mempertahankan identitas sebagai salah satu pemain kunci di industri properti, bukan hanya di Kota Batam, melainkan juga di Indonesia.

"Untuk itu, hingga akhir tahun 2024 ini, kami berencana untuk merilis tiga proyek residensial baru,” pungkas Princip Muljadi.

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terkait

Dari kiri ke kanan Henry Napitupulu, Direktur Planning & Design Paramount Land; M. Nawawi, Presiden Direktur Paramount Land, Yayat Supriatna, Pengamat Perkotaan; dan Bayu Nurbaya, Direktur Bisnis Koridor Jalan Tol PT Jasamarga Related Business (JMRB) (Foto: Realestat.id)
Dari kiri ke kanan Henry Napitupulu, Direktur Planning & Design Paramount Land; M. Nawawi, Presiden Direktur Paramount Land, Yayat Supriatna, Pengamat Perkotaan; dan Bayu Nurbaya, Direktur Bisnis Koridor Jalan Tol PT Jasamarga Related Business (JMRB) (Foto: Realestat.id)
Dari kiri ke kanan: Ge Lilies Yamin (Komisaris), Sharif Benyamin (Direktur), Liliawati Rahardjo (Direktur), Adrianto P. Adhi (Presiden Direktur), Soegianto Nagaria (Direktur), Herman Nagaria (Direktur),  Lexy A. Tumiwa (Komisaris), Lidya Tjio (Direktur), Edi Darnadi (Komisaris), Jason Lim (Direktur),  Hendri Rahardja (Komisaris) dalam acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), Kamis, 20 Juni 2024 (Foto: Istimewa)
Dari kiri ke kanan: Ge Lilies Yamin (Komisaris), Sharif Benyamin (Direktur), Liliawati Rahardjo (Direktur), Adrianto P. Adhi (Presiden Direktur), Soegianto Nagaria (Direktur), Herman Nagaria (Direktur), Lexy A. Tumiwa (Komisaris), Lidya Tjio (Direktur), Edi Darnadi (Komisaris), Jason Lim (Direktur), Hendri Rahardja (Komisaris) dalam acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), Kamis, 20 Juni 2024 (Foto: Istimewa)
Kawasan Sentul City, Bogor (Foto: Dok. Sentul City)
Kawasan Sentul City, Bogor (Foto: Dok. Sentul City)