Kinerja Membaik, Intiland Targetkan Marketing Sales Rp2,1 Triliun di 2024

Intiland berusaha mengejar target marketing sales tahun 2024 sebesar Rp2,1 triliun, khususnya dari proyek hunian di Jakarta, Tangerang, dan Surabaya.

Show Unit Rumah Tipe A Green Casa @DUO di Green Bestari Park. (Foto: realestat.id)
Show Unit Rumah Tipe A Green Casa @DUO di Green Bestari Park. (Foto: realestat.id)

RealEstat.id (Jakarta) – PT Intiland Development Tbk (DILD) menilai tahun 2023 sebagai momentum penting pulihnya kembali sektor properti nasional.

Kendati masih menghadapi sejumlah tantangan industri, Perseroan terus berinovasi dan berupaya untuk meningkatkan kinerja usaha.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi PT Intiland Development, Tbk, Archied Noto Pradono mengungkapkan, kinerja Perseroan di tahun 2023 relatif membaik dibandingkan tahun sebelumnya.

"Sepanjang 2023 lalu, Intiland tercatat membukukan pendapatan usaha Rp3,9 triliun, atau naik Rp758,1 miliar (sekitar 24%) dibandingkan tahun 2022," kata Archied saat konferensi pers RUPST di Intiland Tower Jakarta, Kamis (30/5/2024).

Baca Juga: Kembangkan Pertanian Cerdas (Smart Farming), Intiland Jalin Kolaborasi dengan Saltware

Pendapatan pengembangan (development income) memberikan kontribusi Rp3,1 triliun atau 80,3% dari keseluruhan dan melonjak 29% dibandingkan tahun 2022.

Sementara pendapatan berkelanjutan (recurring income) memberikan kontribusi Rp771 miliar atau 19,7% dari total pendapatan. Segmen ini mencetak kenaikan 7% dibandingkan tahun 2022.

Archied menyebut tantangan yang harus dihadapi di tahun 2024 masih cukup berat. Namun Intiland akan terus berupaya mencari solusi terbaik untuk menjaga tren pertumbuhan usaha secara jangka panjang.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa Intiland Development akan terus berupaya meningkatkan kinerja, mencapai target-target pertumbuhan, maupun meningkatkan penjualan.

Baca Juga: Strategi Pengembangan TOD Jadi Prioritas Jangka Panjang Intiland Development

"Kemungkian tidak mudah, tapi kami percaya mampu mengeksekusi strategi-strategi terbaik untuk mencapai tujuan jangka panjang perusahaan,” kata Archied.

Pada kuartal I 2024, PT Intiland Development, Tbk membukukan marketing sales sebesar Rp232,6 miliar, menurun 3,1% dari Rp240,1 miliar pada kuartal I 2023.

Kontributor utama berasal dari penjualan di segmen rumah tapak yakni Rp117,8 miliar, di mana sebagian besar berasal dari penjualan unit rumah di Serenia Hills, Talaga Bestari, Virya Semanan, Magnolia Residence, dan Tierra.

Segmen mixed-use & high-rise Intiland mencatatkan marketing sales sebesar Rp32,6 miliar, yang terutama berasal dari hasil penjualan stok siap jual proyek-proyek high-rise di Jakarta dan Surabaya.

Baca Juga: Didukung Jalur MRT Timur-Barat, Potensi Kawasan Talaga Bestari Kian Menawan

Sementara itu, segmen pengembangan kawasan industri Intiland membukukan marketing sales Rp82,2 miliar yang berasal dari penjualan kavling industri di Batang Industrial Park dan gudang di Aeropolis Technopark, Tangerang.

“Kami berusaha mengejar target marketing sales tahun ini sebesar Rp2,1 triliun, khususnya dari penjualan unit-unit siap pakai di proyek-proyek perumahan maupun apartemen di Jakarta, Tangerang, dan Surabaya,” ujar Archied.

Sementara, pendapatan usaha Perseroan per Kuartal I 2024 sebesar Rp710,9 miliar, turun sebesar 53,9% dari Rp1,54 triliun pada periode yang sama tahun 2023.

Pendapatan pengembangan (development income) memberikan kontribusi sebesar Rp508,7 miliar atau 71,6% dari total pendapatan usaha Perseroan.

Baca Juga: Intiland Buktikan Komitmen ESG, Namun Masih Ada Kendala Eksternal

Adapun pendapatan berkelanjutan (recurring income) yang diperoleh dari segmen properti investasi memberikan kontribusi Rp202,2 miliar atau 28,4% dari total pendapatan usaha Perseroan.

Perseroan memproyeksikan pasar properti tahun 2024 akan berangsur-angsur membaik di tengah berbagai tantangan.

Masih tingginya tingkat kebutuhan properti masyarakat, khususnya produk hunian menjadi ceruk potensial bagi pertumbuhan sektor properti.

Mencermati kondisi dan ceruk pasar tersebut, Perseroan menyiapkan sejumlah langkah penting untuk meningkatkan kinerja penjualan, salah satunya lewat peluncuran program promo pemasaran “Intiland Sunshine Fair.”

Baca Juga:  Intiland Sunshine Fair Digelar, Konsumen Bisa Manfaatkan Insentif PPn

Program promo penjualan ini menyediakan berbagai ragam kebutuhan properti masyarakat, seperti rumah tapak, apartemen, SOHO, ritel, pergudangan, hingga unit perkantoran.

"Tahun ini kami akan fokus pada upaya peningkatan penjualan, khususnya terhadap unit-unit stok dan inventori di setiap proyek. Peluncuran proyek-proyek baru tetap menjadi salah satu opsi strategi pertumbuhan, asalkan dijalankan secara hati-hati dan mempertimbangkan daya serap pasar," tutur Archied.

Program kampanye pemasaran yang diselenggarakan dari bulan Mei hingga Juni 2024 ini memberikan berbagai penawaran menarik bagi konsumen.

Peluncuran program ini juga untuk mendorong masyarakat memanfaatkan insentif kebijakan Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).

Redaksi@realestat.id

Simak Berita dan Artikel Menarik Lainnya di Google News

Berita Terkait

Tampilan booth Sharp di acara Jakarta Fair Kemayoran 2024 (Foto: Istimewa)
Tampilan booth Sharp di acara Jakarta Fair Kemayoran 2024 (Foto: Istimewa)
Dari kiri ke kanan Henry Napitupulu, Direktur Planning & Design Paramount Land; M. Nawawi, Presiden Direktur Paramount Land, Yayat Supriatna, Pengamat Perkotaan; dan Bayu Nurbaya, Direktur Bisnis Koridor Jalan Tol PT Jasamarga Related Business (JMRB) (Foto: Realestat.id)
Dari kiri ke kanan Henry Napitupulu, Direktur Planning & Design Paramount Land; M. Nawawi, Presiden Direktur Paramount Land, Yayat Supriatna, Pengamat Perkotaan; dan Bayu Nurbaya, Direktur Bisnis Koridor Jalan Tol PT Jasamarga Related Business (JMRB) (Foto: Realestat.id)