Kinerja Layanan PPDPP Dinilai Baik dan Terus Meningkat

Penilaian kinerja PPDPP yang dilakukan pada 2020 ini meliputi aspek layanan, keuangan, dan kepatuhan pengelolaan keuangan.

Rumah subsidi (Foto: Dok. PPDPP)
Rumah subsidi (Foto: Dok. PPDPP)

RealEstat.id (Jakarta) - Setiap tahun, sejak 2018, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) melalui Sekretariat Jenderal, Biro Keuangan untuk melakukan penilaian kinerja aspek layanan Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP). 

Seperti tahun sebelumnya, penilaian kinerja PPDPP yang dilakukan pada 2020 ini meliputi aspek layanan (mencakup penilaian kinerja aspek layanan pertumbuhan produktivitas layanan, efisiensi layanan, mutu dan pelayanan bagi masyarakat dan pengembangan organisasi dan pengelolaan SDM) dan  kinerja aspek keuangan meliputi rasio keuangan (mencakup rasio kas, rasio lancar, periode penagihan piutang, perputaran aset, imbalan atas aset, imbalan atas ekuitas dan rasio PNBP terhadap biaya operasi) dan kepatuhan pengelolaan keuangan (mencakup rencana dan bisnis anggaran definitif, laporan keuangan berdasarkan SAK, surat perintah pengesahan pendapatan dan belanja BLU, tarif layanan, sistem akuntansi, persetujuan rekening dan SOP).

Baca Juga: Semua Hal yang Perlu Diketahui Seputar SiKumbang, Sistem Informasi Kumpulan Pengembang

Metode yang digunakan oleh Kementerian PUPR melalui pengumpulan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui pemantauan lapangan di empat kota, yaitu Samarinda, Kalimantan Timur; Palembang, Sumatera Selatan; Padang, Sumatera Barat; dan Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Selain itu, Biro Keuangan juga melakukan kuisioner untuk tiga kelompok, baik dari sisi kepatuhan Masyarakat Berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 124 responden, bank pelaksana (8 bank) dan pengembang (8 pengembang).  Sedangkan data sekunder diperoleh dengan cara mengumpulkan semua data terkait kinerja PPDPP.

Hasil penilaian kinerja layanan PPDPP untuk tahun 2020 sebesar 90,74 atau kategori AA (baik). Penilaian ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2019 sebesar 87,45 dengan kategori AA (baik) dan tahun 2018 sebesar 73,90 dengan kategori A.

Baca Juga: Semester I-2020, Dana KPR FLPP Terserap Rp7,3 Triliun

Kepala Biro Keuangan, Sekretariat Jenderal Kementerian PUPR, Budi Setiawan dalam pertemuan yang dilakukan bersama PPDPP akhir Juli 2020 menyatakan apresiasinya atas peningkatan layanan yang telah dilakukan.

“Kami sangat menghargai capaian kinerja PPDPP dalam upayanya meningkatkan layanan kepada masyarakat, bank dan pengembang melalui pengembang teknologi salah satunya SiKasep,” kata Budi Setiawan menegaskan. 

Sebagai lembaga yang dikelola berdasarkan BLU, PPDPP yang kini telah berusia 10 tahun semakin gencar untuk terus melakukan berbagai peningkatan layanan melalui pengembangan teknologi.

Big Data SiKasep
Direktur Utama PPDPP, Arief Sabaruddin menyampaikan, apa yang dilakukan PPDPP saat ini dan ke depan adalah untuk membangun layanan pembiayaan perumahan yang lebih baik.

“Ke depan Kementerian PUPR akan memiliki big data yang tersaji di SiKasep. Baik dari sisi permintaan akan perumahan, dari sisi penyediaan perumahan, kuota bank dan sisi pemantauan terhadap kualitas rumah subsidi,” tutur Arief Sabaruddin.

Baca Juga: Perluas Jangkauan SiKasep, PPDPP Kembangkan “Big Data” Hunian

Aplikasi Sistem KPR Subsidi Perumahan alias SiKasep semenjak diluncurkan Desember tahun lalu, terus memperlihatkan perkembangan signifikan. Berdasarkan dashboard management control PPDPP per 4 Agustus 2020 pukul 11.16 WIB, tercatat telah diakses oleh 204.498 calon debitur perumahan subsidi.

Sebanyak 84.152 calon debitur sudah dinyatakan lolos subsidi checking,  12.704 calon debitur sudah dalam proses verifikasi dengan bank pelaksana, 769 calon debitur sudah dalam pengajuan dana FLPP dan 78.023 debitur sudah menerima dana FLPP.

Pengguna SiKasep jika dilihat dari data yang ada, rata-rata per bulan dari Januari hingga Juli mencapai 31.195 user yang mendaftar. Kunjungan tertinggi terdapat pada bulan Januari 2020 mencapai 47.126 user yang mendaftar.

Realisasi FLPP
Untuk terus meningkatkan kinerja layanan kepada masyarakat, PPDPP juga melakukan survei kepuasan masyarakat. Dari 27.680 hit per Selasa (4/8/2020) pukul 2.57 WIB sebanyak 16.601 hit atau sebesar 58,02% menyatakan sangat baik aplikasi SiKasep ini, 9.686 hit menyatakan aplikasi ini baik atau sebesar 34,99%. 

Baca Juga: 75,51% Dana FLPP Terserap, 14 Bank Pelaksana Tak Capai Target

Sementara itu realisasi FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) per Selasa (4/8/2020), PPDPP telah menyalurkan dana sebanyak Rp7,93 triliun untuk 78.251 unit rumah sehingga total penyaluran dari tahun 2010 hingga 2020 telah mencapai Rp52,30 triliun untuk 733.853 unit rumah.

Penyaluran dana FLPP pada periode yang sama ini disalurkan tertinggi oleh Bank BTN sebanyak 39.942 unit, dilanjutkan oleh Bank BNI sebanyak 7.682 unit, Bank BTN Syariah sebanyak 6.591 unit, Bank BRI Syariah sebanyak 5.275 unit, Bank BJB sebanyak 2.990 unit, Bank BRI sebanyak 2.205 unit, Bank Mandiri sebanyak 1.415 unit, Bank NTB Syariah sebanyak 1.101 unit, Bank Artha Graha sebanyak 1.027 unit, Bank Sumselbabel sebanyak 991 unit, dan sisanya disalurkan oleh bank pelaksana lainnya. 

Redaksi@realestat.id

Berita Terkait

Homestay hasil Program Sarhunta di Mandalika Lombok (Foto: Kementerian PUPR)
Homestay hasil Program Sarhunta di Mandalika Lombok (Foto: Kementerian PUPR)
Perumahan Subsidi Mutiara Puri Harmoni 2, Bekasi. (Foto: Dok. Vista Land Group)
Perumahan Subsidi Mutiara Puri Harmoni 2, Bekasi. (Foto: Dok. Vista Land Group)
Rumah khusus di perbatasan Papua Nugini (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Rumah khusus di perbatasan Papua Nugini (Foto: Dok. Kementerian PUPR)
Rumah hasil Program BSPS di Gorontalo yang jadi viral. (Foto: Kementerian PUPR)
Rumah hasil Program BSPS di Gorontalo yang jadi viral. (Foto: Kementerian PUPR)