Gelar RUPST, Intiland Beberkan Strategi di Masa Pandemi

PT Intiland Development, Tbk tercatat membukukan laba usaha sebesar Rp234,9 miliar atau meningkat 27,6% dibandingkan perolehan kuartal I tahun 2019.

Konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Intiland Development, Tbk.
Konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Intiland Development, Tbk.

RealEstat.id (Jakarta)PT Intiland Development, Tbk. menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2019. RUPS Tahunan Perseroan mengusulkan enam agenda untuk mendapatkan persetujuan dari pemegang saham.

Keenam agenda tersebut meliputi Persetujuan Laporan Tahunan dan Pengesahan Neraca dan Perhitungan Rugi Laba untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2019, penunjukan Kantor Akuntan Publik, dan penetapan remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi. 

Baca Juga: Intiland Hadirkan Virtual Show Unit Apartemen SQ Rés South Quarter

Selain agenda tersebut, pemegang saham juga telah menyetujui perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris serta penetapan penggunaan laba bersih sebesar Rp251,4 miliar. 

“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemegang saham yang telah memberikan persetujuan seluruh agenda RUPS Tahunan yang diusulkan oleh manajemen,” kata Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland, Archied Noto Pradono dalam konferensi pers, Rabu (15/7/2020). 

Dalam agenda perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris, Wakil Direktur Utama PT Intiland Development, Tbk Sinarto Dharmawan menduduki posisi baru sebagai Komisaris Utama. Keanggotaan Dewan Komisaris juga diperkuat dengan penunjukan Friso Palilingan selaku Komisaris Independen. 

Baca Juga: Intiland Rilis 2 Tipe Rumah di Talaga Bestari Mulai Rp600 Jutaan

Friso Palilingan sebelumnya menjabat sebagai anggota Komite Audit Perseroan sejak tahun 2013. Beliau memiliki pengalaman panjang di bidang keuangan dan akuntansi. Peraih gelar master di bidang akuntansi dari Kwik Kian Gie School of Business ini menjabat sebagai Rekan di PKF Indonesia dan anggota Dewan Standar Akuntansi Keuangan di Ikatan Akuntan Indonesia. 

Mempertimbangkan situasi dan kondisi akibat pandemi Covid-19 serta rencana usaha tahun ini, PT Intiland Development, Tbk memutuskan untuk belum membagikan dividen atas laba yang diperoleh tahun 2019. Seluruh laba bersih yang diperoleh Perseroan akan digunakan sebagai laba ditahan sebesar Rp249,4 miliar dan sisanya sebesar Rp2 miliar sebagai cadangan wajib. 

Tantangan di Masa Pandemi
Archied mengakui bahwa industri properti menjadi salah satu sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19. Banyak konsumen dan investor properti cenderung bersikap menunggu kondisi membaik dan memilih untuk menunda dulu pembelian. 

“Hampir semua developer menghadapi tantangan yang cukup berat, termasuk dampak dari pandemi Covid-19 . Meskipun daya beli pasar tetap ada, konsumen memilih untuk menunda pembelian atau investasi. Penjualan properti masih didominasi pasar end user, terutama di segmen menengah ke bawah,” kata Archied. 

Baca Juga: Naik 7,2%, Intiland Bukukan Pendapatan Usaha Rp2,7 Triliun di 2019

Di tengah tantangan yang terjadi di industri properti, Perseroan masih berhasil mempertahankan kinerja usaha. Sampai akhir kuartal I tahun ini, PT Intiland Development, Tbk membukukan pendapatan usaha sebesar Rp830,6 miliar, atau turun 6,4% dibandingkan kurtal I 2019 senilai Rp887,6 miliar. Penurunan ini terutama disebabkan oleh turunnya pengakuan pendapatan dari segmen mixed-use dan high rise dan kawasan perumahan. 

Pendapatan pengembangan (development income) tercatat memberikan kontribusi terbesar, yakni mencapai Rp546,8 miliar atau 82,3% dari keseluruhan. Perolehan tersebut bersumber dari segmen pengembangan mixed-use dan high rise senilai Rp455,1 miliar dan kawasan perumahan sebesar Rp91,7 miliar. 

“Di kuartal pertama tahun ini, kami juga melakukan penjualan lahan seluas 3,2 hektar di Surabaya senilai Rp58,3 miliar. Lahan ini masuk kategori inventori dan bukan termasuk aset utama yang akan dikembangkan dalam waktu dekat,” ungkap Archied. 

Baca Juga: Sinar Mas Land Bukukan Pendapatan Rp1,5 Triliun Dalam Tiga Bulan

Perseroan juga memperoleh pendapatan usaha yang bersumber dari pendapatan berkelanjutan (recurring income) sebesar Rp159,6 miliar atau 17,7% dari keseluruhan. Pendapatan usaha dari segmen ini meningkat 1,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp157,1 miliar. 

Sebagai tambahan, Perseroan juga memperoleh pendapatan derivatif senilai Rp124,1 miliar. Pendapatan atas bunga ini merupakan dampak atas penerapan Pernyataan Standar Akutansi Keuangan baru yang berlaku mulai awal tahun 2020. 

PT Intiland Development, Tbk tercatat membukukan laba usaha sebesar Rp234,9 miliar atau meningkat 27,6% dibandingkan perolehan kuartal I tahun 2019. Peningkatan ini mendorong perolehan laba bersih sebesar Rp84,4 miliar atau melonjak 74,4% dibandingkan kuartal I tahun lalu senilai Rp48,4 miliar. 

Pilih Langkah Konservatif
Archied meproyeksikan Industri properti masih akan menghadapi tantangan cukup berat dalam enam bulan ke depan. Kondisi darurat akibat pandemik penyebaran Covid-19 telah secara langsung menciptakan dampak negatif terhadap kondisi perekonomian serta upaya pemulihan sektor properti nasional. 

Perseroan akan terus berupaya menjaga kinerja usaha tahun ini dengan strategi pengembangan fokus pada proyek-proyek eksisting atau proyek yang berjalan. Dalam enam bulan ke depan masih fokus pada upaya meningkatkan kinerja penjualan dari inventori atau stok produk di proyek-proyek berjalan, khususnya perumahan dan apartemen.

Baca Juga: Bank BTN Raih Predikat “KPR Pilihan Milenial” di Ajang TOP Brand Award 2020

“Mempertimbangkan situasi dan kondisi yang terjadi saat ini, kami akan cenderung menempuh langkah konservatif dalam memutuskan setiap pengembangan proyek baru.” ujarnya. 

PT Intiland Development, Tbk percaya tingkat kebutuhan masyarakat terhadap properti tetap ada, khususnya konsumen akhir atau end user. Saat ini sebenaranya menjadi momentum terbaik bagi konsumen untuk berinvestasi properti karena relatif memiliki posisi tawar lebih besar di tengah banyaknya produk tersedia di pasar. 

Perseroan menyadari di tengah pandemi Covid-19, tantangan yang harus dihadapi cukup berat. Namun demikian Manajemen PT Intiland Development, Tbk memastikan seluruh operasional perusahaan berjalan dengan baik. Perseroan akan terus berupaya maksimal untuk meningkatkan penjualan dan kinerja usaha.

Redaksi@realestat.id

Berita Terkait

 Sejak 2017, Samsung Innovation Campus (SIC) mulai meningkatkan keterampilan guru di 17 sekolah percontohan di Indonesia kuasai coding dan programming. (Gambar: Samsung Electronics Indonesia)
Sejak 2017, Samsung Innovation Campus (SIC) mulai meningkatkan keterampilan guru di 17 sekolah percontohan di Indonesia kuasai coding dan programming. (Gambar: Samsung Electronics Indonesia)
Penyerahan wafak 3.000 mushaf Al-Qur'an dari YMSM kepada Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal. (Foto: Dok. YMSM)
Penyerahan wafak 3.000 mushaf Al-Qur'an dari YMSM kepada Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal. (Foto: Dok. YMSM)