Gelar RUPS, Metland Laporkan Laba Bersih Rp487 Miliar

Metland melalui tahun 2019 dengan baik. Hal ini tercermin dari peningkatan laba bersih perusahaan sebesar 1,09% dibanding tahun sebelumnya.

Dari kiri ke kanan: Wahyu Sulistio (Direktur PT Metropolitan Land Tbk), Thomas J. Angfendy (Presiden Direktur), Olivia Surodjo (Direktur), Iwan Putra Brasali (Komisaris), Junita Ciputra, (Presiden Komisaris), Nanda Widya (Komisaris), Anhar Sudradjat (Wakil Presiden Direktur), Santoso (Direktur), dan Nitik Hening (Direktur).
Dari kiri ke kanan: Wahyu Sulistio (Direktur PT Metropolitan Land Tbk), Thomas J. Angfendy (Presiden Direktur), Olivia Surodjo (Direktur), Iwan Putra Brasali (Komisaris), Junita Ciputra, (Presiden Komisaris), Nanda Widya (Komisaris), Anhar Sudradjat (Wakil Presiden Direktur), Santoso (Direktur), dan Nitik Hening (Direktur).

RealEstat.id (Bekasi) - PT Metropolitan Land Tbk (Metland) mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp487 miliar. Pada tahun buku 2019 jumlah tersebut naik tipis 1,09% dari tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan kondisi industri properti yang masih relatif stagnan.

Olivia Surodjo, Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Metropolitan Land Tbk, menjelaskan, dari laba tersebut, RUPST menyetujui sekitar 10% dari laba, atau sebesar Rp6,30 per lembar saham untuk dibagikan sebagai dividen tunai kepada 7.655.126.330 pemegang saham sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Dana dialokasikan sebagai cadangan sebesar Rp2 miliar. Sedangkan sisanya dibukukan sebagai laba ditahan untuk menambah modal kerja Perseroan.

“Setiap tahun Metland berkomitmen memberikan dividen jika kinerja perusahaan positif,” tutur Olivia usai pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Sahan Luar Biasa (RUPSLB), Kamis (6/8/2020).

Baca Juga: Metland Luncurkan Program “Book Now, Pay Later Deals!”

RUPST dan RUPSLB PT Metropolitan Land Tbk dilaksanakan untuk melaporkan tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2019, dihadiri oleh Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan dan mencakup lima agenda RUPST: Persetujuan dan pengesahan Laporan Tahunan Perseroan tahun buku 2019, Penetapan penggunaan laba bersih Perseroan tahun buku 2019, Penunjukkan Akuntan Publik untuk Mengaudit Laporan Keuangan Perseroan tahun buku 2020, Penentuan honorarium, gaji, dan tunjangan lainnya bagi anggota Dewan Komisaris dan Direksi dan/atau Penentuan remunerasi bagi anggota Dewan Komisaris dan Direksi, Perubahan susunan anggota Dewan Komisaris Perseroan. Sedangkan agenda RUPSLB Metland adalah Persetujuan perubahan dan pernyataan kembali Anggaran Dasar Perseroan.

Laporan tahunan Perseroan diterima baik dan mendapatkan pengesahan serta persetujuan di RUPST. Direksi dan Dewan Komisaris juga mendapat pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et decharge) atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dilakukan, sepanjang tindakan-tindakan tersebut tercermin dalam Laporan Tahunan untuk tahun buku 2019.

Baca Juga: Bidik Milenial, Metland Transyogi Perkenalkan Cluster Osaka

Selain hal tersebut, RUPST juga memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk mengaudit laporan keuangan Perseroan untuk tahun buku 2019, serta memberikan wewenang kepada Direksi untuk menetapkan honorarium berikut syarat-syarat penunjukkannya. RUPST juga menyetujui penentuan remunerasi bagi anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan. 

Perseroan mengalami perubahan komposisi Dewan Komisaris dikarenakan pengunduran diri Aldo Brasali dari jabatan Komisaris serta wafatnya Presiden Komisaris Dr. Ir. Ciputra. RUPST telah menyetujui pengangkatan Junita Ciputra sebagai Presiden Komisaris PT Metropolitan Land Tbk dan Iwan Brasali sebagai Komisaris PT Metropolitan Land Tbk.

Sementara itu pada RUPSLB menyetujui perubahan dan pernyataan kembali Anggaran Dasar Perseroan. Agenda ini dalam rangka penyesuaian Anggaran Dasar Perseroan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK).

Kinerja Usaha 2019 Meningkat
Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT Metropolitan Land, Tbk Thomas J. Angfendy menjelaskan bahwa Metland dapat melalui tahun 2019 dengan baik, tercermin dari peningkatan laba sebesar 1,09%. 

Nilai aset Perseroan pada tahun 2019, bertumbuh sebesar 17,59%, yaitu mencapai Rp6,1 triliun. Sedangkan peningkatan ekuitas Perseroan sebesar 11,95% menjadi Rp3,85 triliun di tahun 2019. 

Total nilai pendapatan emiten dengan kode saham MTLA selama tahun 2019 adalah sebesar Rp1,40 triliun meningkat 1,81% dibanding pendapatan tahun 2018 yang dibukukan Perseroan sebesar Rp1,38 triliun. Peningkatan pendapatan disebabkan oleh peningkatan penjualan properti sebesar Rp881 miliar, naik 1,43% dibandingkan Rp868 miliar.

Baca Juga: Metland Salurkan 1.000 APD Lewat “Gerakan Peduli APD” Gagasan Anne Avantie

Penjualan terbesar berasal dari proyek The Riviera At Puri, Metland Cibitung, dan Metland Cileungsi. Semua proyek Perseroan turut memberikan kontribusi dengan besaran: 63% dari usaha penjualan properti residensial dan penjualan properti strata title, 26% dari pendapatan sewa pusat perbelanjaan, 8% dari pengoperasian hotel dan 3% dari pengoperasian pusat rekreasi, perkantoran dan pendapatan lain-lain. 

Sepanjang tahun 2019, Perseroan mengembangkan proyek-proyek strategis mencakup proyek residensial, seperti peluncuran rumah tapak Wisteria fase 1 yang merupakan bagian dari kerjasama operasi dengan Keppel Land Ltd. Wisteria merupakan proyek kerjasama Metland dengan Keppel Land yang kedua setelah The Riviera at Puri. Selain itu, Metland Puri meluncurkan Cluster Clematis pada akhir tahun yang mendapat respon pasar sangat baik.

Baca Juga: Bantu Kurangi Dampak COVID-19, Metland Menteng Salurkan Bantuan Bagi Masyarakat Sekitar

Untuk proyek strata, Perseroan telah menyelesaikan pembangunan Tower Aster - Kaliana Apartment di Metland Transyogi yang telah mulai melakukan proses serah terima kepada konsumen di akhir tahun 2019.

Pada proyek komersial perseroan melalui anak perusahaan PT Sumber Tata Lestari melaksanakan Peletakan Batu Pertama (ground breaking) Hotel Horison Ultima Kertajati yang berlokasi di jalan Kadipaten Jatibarang, Majalengka yang dihadiri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Hotel berbintang empat ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan akomodasi penumpang pesawat udara serta masyarakat lain yang beraktifitas di bandara. 

Pada Agustus 2019, Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi meresmikan Stasiun Kereta Api Metland Telaga Murni yang berlokasi di dalam kawasan perumahan Metland Cibitung.

Strategi di Masa Pandemi
Saat ini perseroan sedang menjalankan program New Normal New Home yang memberikan kemudahan diskon hingga 500juta-an, harga termasuk biaya BPHTB, KPR dan AJB hingga hadiah menarik berupa kitchen set, air conditioner (AC), logam mulia dan voucher belanja sampai dengan Rp10 juta (syarat dan ketentuan berlaku).

Program ini diikuti oleh seluruh proyek residensial dan apartemen Metland yaitu Metland Menteng, Metland Puri, Metland Transyogi, Metland Cileungsi, Metland Tambun, Metland Cibitung, Metland Cyber City, M Gold Tower dan Kaliana Apartment. Produk yang bisa diperoleh dari program ini juga beragam mulai dari rumah ready stock, rumah indent, unit apartemen, kavling dan ruko. 

Baca Juga: Yayasan Metropolitan Peduli Salurkan Sembako di Kawasan Urban City Metland Transyogi

Tantangan tahun 2020 sudah terlihat mulai akhir tahun 2019 dengan merebaknya virus Covid-19 di China dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan penyebaran wabah virus Covid-19 sebagai pandemi global. Metland senantiasa melakukan inovasi serta promosi iklan dan strategi pemasaran digital untuk memberikan stimulus tambahan agar dapat menumbuhkan kembali daya beli masyarakat.

Hingga bulan Juni 2020, Metland mencatatkan pendapatan sebesar Rp390 miliar, yaitu Rp214 miliar dari penjualan properti dan Rp176 miliar dari pendapatan berkelanjutan serta laba bersih sebesar Rp88 miliar. Sementara itu Metland membukukan total marketing sales sebesar Rp540 miliar hingga Juni 2020.

Redaksi@realestat.id

Berita Terkait

Dari kiri ke kanan: Paulus Hanoto - Direktur PT Kuripan Raya, Ferdiansyah Roestam - CEO PT Kuripan Raya, Sibarani Sofian - Founder and Managing Director Urban+, Ardzuna Sinaga - CoFounder dan Direktur Master Planning Urban+
Dari kiri ke kanan: Paulus Hanoto - Direktur PT Kuripan Raya, Ferdiansyah Roestam - CEO PT Kuripan Raya, Sibarani Sofian - Founder and Managing Director Urban+, Ardzuna Sinaga - CoFounder dan Direktur Master Planning Urban+
Chaerul Annas – Project Director LRT City Ciracas (tengah) bersama Felicia Gautama - Vice President of Business Development PT Horizon Internusa Persada - Travelio Property Management (ketiga dari kiri), didampingi jajaran manajemen LRT City Ciracas dan Travelio, usai menandatangani perjanjian kerja sama antara keduanya beberapa waktu lalu.
Chaerul Annas – Project Director LRT City Ciracas (tengah) bersama Felicia Gautama - Vice President of Business Development PT Horizon Internusa Persada - Travelio Property Management (ketiga dari kiri), didampingi jajaran manajemen LRT City Ciracas dan Travelio, usai menandatangani perjanjian kerja sama antara keduanya beberapa waktu lalu.
Signify menghasilkan 84% pendapatan dari produk, sistem, dan layanan hemat energi. (Foto: Signify Indonesia)
Signify menghasilkan 84% pendapatan dari produk, sistem, dan layanan hemat energi. (Foto: Signify Indonesia)