Crown Property Agency Bukukan Rp148 Miliar dari Penyewaan Apartemen

Crown Property Agency sukses menyewakan 275 unit apartemen selama Januari – September 2022, atau naik 74% dibandingkan total pencapaian di 2021.

Interior Apartemen The Grand Residences (Foto: dok. Crown Group)
Interior Apartemen The Grand Residences (Foto: dok. Crown Group)

RealEstat.id (Jakarta) – Crown Property Agency, sub-divisi penyewaan Crown Group, hingga akhir September 2022 sukses menyewakan 275 unit apartemen. Angka ini naik sekitar 74% dibandingkan jumlah apartemen yang disewakan selama tahun 2021, yakni sebanyak 158 unit.

Sementara itu, total nilai sewa yang berhasil dibukukan Crown Property Agency (CPA) mengalami kenaikan secara eksponesial. Pada rentang Januari – September 2022 total nilai sewa tercatat sebesar Rp148 miliar, lebih tinggi dari capaian total sewa 2021 yakni Rp54 miliar.

Peningkatan ini terjadi selain karena lebih banyak unit yang berhasil disewakan dan harga sewa yang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu juga sangat mempengaruhi pencapain hingga menjelang akhir tahun 2022.

Baca Juga: Dibangun Oktober 2022, Mastery by Crown Group Jadi 'Japan Town' Pertama di Australia

Crown Property Agency adalah perusahaan manajemen properti yang diprakarsai duo pengusaha kelahiran Indonesia, Iwan Sunito dan Paul Sathio, yang juga pendiri perusahaan pengembang Crown Group. Pemilik Lisensi dan Direktur CPA, Anthony Caudullo telah membangun hubungan yang kuat dengan lebih dari 700 investor dan akan membantu mereka memaksimalkan properti investasinya sembari meminimalkan risiko investor.

Crown Property Agency menangani semua proses mulai dari mencari calon penyewa, wawancara, hingga mengelola pembayaran sewa mingguan, tetapi lebih jauh lagi memastikan pemilik dan penyewa memenuhi semua kewajiban hukum yang akan memberikan peace of mind bagi kedua belah pihak dengan mengetahui bahwa properti mereka ditangani oleh profesional.

Ini merupakan daya tarik tersendiri bagi para calon  pembeli luar negeri seperti halnya calon pembeli dari Indonesia yang saat ini menduduki peringkat terbesar kedua setelah Tiongkok sebagai pembeli luar negeri untuk semua proyek hunian Crown Group.

Baca Juga: Iwan Sunito: Pengembang di Australia Mesti Kantongi 'Green Star' dan Icert Certification

Hingga akhir September 2022, The Grand Residences menjadi properti yang paling banyak disewa dengan 82 unit, disusul oleh V by Crown Group di Parramatta dengan 39 unit, Infinity by Crown Group diperingkat ketiga dengan 33 unit, Waterfall by Crown Group diperingkat keempat dengan 29 unit, peringkat kelima diduduki oleh Skye North Sydney and Top Ryde yang masing-masing berkontribusi dengan 23 unit dan lain-lain dengan 20 unit.

The Grand Residences sendiri adalah peraih penghargaan 2022 Urban Taskforce – Mixed Use Development Award for Excellence yang menampilkan gaya desain biolifik sesuai dengan tuntutan gaya hidup masyarakat perkotaan modern pasca pandemi Covid-19.

Anthony Caudullo menjelaskan, tipe apartemen yang diminati oleh para calon penyewa adalah unit dengan 1 kamar tidur tipe flexi dan unit dengan 2 tempat tidur. Adapun harga rata-rata biaya sewa per pekan di The Grand Residences berkisar Rp7.600.000, Infinity by Crown Group sekitar Rp7.450.000, sedangkan Waterfall by Crown Group mencapai Rp7.900.000. Sementara latar belakang dari para penyewa tersebut didominasi oleh profesional muda, pasangan muda yang bekerja di kawasan CBD dan pelajar asing.

Baca Juga: Crown Group Selesaikan Pembangunan Apartemen The Grand Residences Tahap I

“Aliran pendapatan yang konsisten sangat penting untuk memastikan keberhasilan finansial dari properti investasi. Karena risiko terbesar pemilik adalah kekosongan tetapi kami melihat bahwa tingkat kekosongan saat ini di pasar berada di bawah 1% yang berarti terjadi kenaikan harga sewa unit. Di bawah portofolio Crown Property Agency dengan lebih dari 700 unit apartemen, kami melihat peningkatan biaya sewa di semua pengembangan hunian kami sebesar 10% - 20%," ungkap Anthony Caudullo

Menurut laporan pasar sewa apartemen untuk bulan Juni 2022 oleh Domain.com.au menyebutkan bahwa biaya sewa unit apartemen di Sydney akan mencapai rekor tertinggi baru karena naik lebih cepat daripada harga sewa rumah tapak.

Biaya sewa rata-rata unit apartemen terus meningkat lebih cepat dibandingkan rumah tapak setelah melonjak 5% pada kuartal bulan Juni menjadi Rp5.250.000 per minggu. Jika dibandingkan secara YoY ini merupakan peningkatan tahunan tertajam dalam 14 tahun terakhir, yaitu sebesar 11,7%.

Baca Juga: Kenaikan Biaya Konstruksi Tidak Akan Matikan Pasar Apartemen Indent di Australia

Sementara menurut laporan sewa bulan Juni 2022 dari analis properti PropTrack, terjadi peningkatan jumlah penyewa per properti yang tersedia sebesar 28% secara YoY. Laporan tersebut juga menemukan penurunan jumlah daftar sewa hunian baru sebesar 13,8% atau lebih rendah secara rata-rata nasional dalam 10 tahun terakhir.

Peningkatan biaya sewa terjadi lebih cepat di kota-kota besar, seperti Sydney dan Melbourne, serta penurunan yang signifikan dalam total stok unit sewa selama setahun terakhir.

Penurunan jumlah pasokan properti yang siap disewakan disebabkan hantaman pandemi Covid-19 yang mengakibatkan banyak proyek hunian baru terhambat proses penyelesainnya.

Tekanan sewa diperkirakan akan terus berlanjut akibat keterbatasan stok unit yang tersedia untuk disewakan membuat orang cenderung tidak ingin pindah yang menyebabkan biaya sewa akan semakin meningkat, ditambah dengan peningkatan permintaan sewa yang salah satunya dipicu oleh pembukaan gerbang internasional, khususnya para siswa yang akan melanjutkan studinya di Australia.

Baca Juga: Pintu Internasional Dibuka, Pasar Apartemen di Australia Hadapi Masalah Serius

Hal ini diamini oleh Direktur Penjualan & Pemasaran Crown Group Indonesia, Tyas Sudaryomo. Menurutnya, saat ini banyak permintaan akan unit sewa dari pembeli asal Indonesia yang akan mengirimkan anak-anaknya melanjutkan studinya di Sydney.

“Banyak dari mereka yang menanyakan unit sewa untuk anak-anaknya yang akan melanjutkan studinya di Sydney, sementara unit yang mereka beli masih berstatus off-the-plan,” ungkap Tyas.

Lebih lanjut, Tyas mengatakan, sejak awal 2022, bukan hanya calon pembeli, banyak juga yang menghubungi kami untuk menanyakan ketersediaan unit sewa bagi anak-anak mereka yang harus segera Kembali ke Sydney.

“Sementara jumlah unit kami yang tersedia di lokasi-lokasi popular seperti Green Square, Waterloo dan Eastlakes tidak sebanding dengan lonjakan permintaan yang terjadi saat ini,” tutup Tyas.

Redaksi@realestat.id

Berita Terkait

Triniti Land (Foto: istimewa)
Triniti Land (Foto: istimewa)
Dari kiri ke kanan: Aldo Daniel, Managing Director Synthesis Huis; Astria Melanira, Kepala Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana; dan Nazaruddin Khuluk, Wakil Dekan III Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana berbincang usai mengisi kuliah umum di Universitas Krisnadwipayana, Kamis, 8 Desember 2022.
Dari kiri ke kanan: Aldo Daniel, Managing Director Synthesis Huis; Astria Melanira, Kepala Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana; dan Nazaruddin Khuluk, Wakil Dekan III Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana berbincang usai mengisi kuliah umum di Universitas Krisnadwipayana, Kamis, 8 Desember 2022.
Renovasi rumah (Foto: realestat.id)
Renovasi rumah (Foto: realestat.id)